Selasa, 10 Maret 2015

Entrepreneur Dibalik Aplikasi Kalender Windows 10


Hidup sebagai developer membuat Pierre Valade selalu berpikir out the box. Seorang entrepreneur, yang menciptakan peluang dimana pun dan kapanpun. Dikenal sebagai internet entrepreneur sudah banyak yang telah ia lakukan. Yang terbaru ialah dia menciptakan sebuah aplikasi cross- platform atau apapun smartphone kamu, baik iPhone atau Android.

Dia lah pencipta Sunrise yang kemudian dibeli oleh Microsoft untuk proyek terbarunya. Dia adalah sosok dibalik aplikasi kalender terbaru dari Windows 10.

Valade kelahiran Prancis pindah ke New York sebagai penemu. Dia bekerja sebagai teknisi software di sebuah perusahaan game, FreshPlanet. Merupakan lulusan ilmu komputer S2 atau master dari Ecole des Ponts ParisTech. Kemudian diakhir- akhir tahun sebelum lulus ia menyembaptkan diri kuliah kembali. Kali ini ia berkuliah di Stanford dengan jurusan desain. Sebuah Design Thinking agaknya menjadi alasanya masuk menjadi developer.

Pada Februari 2013, ia menciptakan aplikasi untuk Foursquare bernama Agora, disana pula ia mendapat perhatian CEO Foursquare Dennis Crowley. Nah, pas Juni 2003, ia secara resmi menjadi desainer di tim produksi mereka.

Pada 2013, Valade bersama Jeremy Le Van, bersama mendirikan startup miliknya sendiri. Ketika itu Sunrise masih dalam pengembangan dengan aneka investasi. Di Februari 2015, atau dua tahun kemudian, Microsoft membeli Sunrise senilai $100 juta.

Aplikasi kalender


Berbicara tentang aplikasi kalender, saat memulai, di pasaran sudah banyak menjamur aplikasi serupa. Tapi berkat konsep berbeda membuat Sunrise lebih menonjol. Untuk pertama kali diluncurkan untuk pasaran produk iPhone, yang mana fokus pada pengalaman pengguna dan desain apik. Terang- terangan Valade yakin pada pasaran aplikasi kalendernya.

"Untuk saat ini, produk pertama kami adalah aplikasi iPhone - lebih luas, kita benar-benar membangun produk yang membuat kalender sederhana, lebih berguna dan yang mampu memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat, " kata co-founder Pierre Valade dalam satu wawancara.


Dia bersama Le Van merupakan mantan desainer Foursquare. Ketika itu perusahaan meluncurkan sebuah aplikasi kalender sendiri tepat tiga bulan sebelum keduanya keluar. Mereka keluar dan masih mengerjakan aplikasinya sendiri Sunrise ketika kantornya sudah berbisnis ini. Ini karena ada berbagai perbaikan yang perlu diperhatikan jelasnya. Dengan bermodal desain yang apik membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.

Jika berbicara tentang aplikasi lain, Valade mengaku, ini tentang pendekatan berbasis desain. Disisi lain, mereka yang pesaingnya tak memiliki server sendiri. Sangatlah indah sehingga menjadi puncak di aplikasi iOS khusus kalender.

Baginya masalah utama dalam aplikasi khusus kalender adalah pada 'kertasnya'. Semuanya tentang apa yang kamu tulis di kalender tanpa menyentuh sumber lain. Dari segi desain tidaklah semudah yang kamu akan bayangkan. Susahnya bagaimana agar tidak terlihat seperti apa yang biasa kita lihat. Sepi, tidak ada apa- apa, dengan desain sangatlah sederhana, "pengguna kebanyakan tidak senang dengan kalender mereka sekaran."

Apakah yang membuat aplikasi milik Valede hebat bahkan dibeli mahal oleh Microsoft -desainya yang hebat. Itulah kiranya apa yang ia sebutkan dalam sebuah wawancara bersama TechCrunch. Sunrise tak masalah untuk 'berkolaborasi' dengan aplikasi kalender lain. Maksudnya bisa mengambil data dari pihak luar diluar apa yang kamu tulis di kalender biasanya. Informasi dan user friendly menjadi fokus. Sebagai contohnya ia menyebut Sunrise bisa terintegrasi dengan Google Calender dan Facebook.

Kamu bisa masuk ke event di Facebook atau Google Calander melalui Sunrise tanpa menutup aplikasinya. Ia mengaku bisnisnya adalah membuat pertaruhan. Ini seperti mencoba mengambil alih pengguna yang sudah nyaman dengan aplikasi sebelumnya atau bawaan dari smartphone. Tapi Sunrise memberikan informasi lebih dari apa yang kamu tulis. Sebut saja seperti informasi penjualan tiket, pemesanan hotel, profil Facebook akan ada di kalender baru kamu Sunrise.

Bahkan, ia mengatakan akan ada koneksi dengan penyimpanan cloud! Mereka ingin masuk lebih dalam ke platform lain, lebih banyak lagi. "Kami adalah perfeksionis dan ada beberapa hal yang perlu kita poles. Memecahkan masalah inti adalah prioritas utama kami sebelum berpikir tentang fitur baru. Kami memiliki pendekatan desain berorientasi," ujarnya kepada TechCrunch.

Dalam prespektif Sunrise lebih seksi. Dia menyebut kamu tak perlu memasukan informasi secara manual jika kamu mau. Bahkan ia menyebut kamu bisa mengetahui siapa yang akan kamu ketehaui tanpa masuk ke halaman web mereka (sosial media.red).

"Saya pikir itu adalah tren yang menarik. Orang-orang seperti kita yang menangani pengalaman yang telah ditentukan seperti kalender atau pemesanan hotel atau tiket pesawat dan mengubahnya dengan menggunakan pendekatan berorientasi desain," jelasnya kembali.

Dowload iPhone

Download Android

Artikel Terbaru Kami