Minggu, 15 Maret 2015

Andreas Nugroho Pendiri BKBM Bakti Indonesia

 
Berbeda dengan pemuda lainnya, Andreas Nugroho, sosok yang pernah kamu jumpai di Kick Andy ini adalah pelopor aneka program pendidikan non- formal. Bukan cuma untung semata menjadi tujuannya. Meski terlahir dari keluarga pas- pasan yaitu ayahnya yang tukang ojek dan ibu seorang guru sd. Bukan berarti hidupnya segalanya tentang uang.

Bernama lengkap Andreas Indro Bagus Setyo Nugroho, merupakan pendirik sekaligus pemipin BKBM Bakti Indonesia. Kisahnya diawali dari keprihatinannya dengan lingkungan sekitarnya. Keinginan itu ada untuk mencerdaskan masyarakat di sekitar pedesaannya. Melalui fokus pada life skill dimulailai proses itu yang diawali dengan mengajar bagaiman membatik tulis. Sasarannya saat itu adalah para ibu- ibu yang suka nongkrong dan begosip, candanya.

Mereka diajaknya untuk membuat batik melalui BKBM. Ketika ditanya alasannya pemuda 29 tahun ini menjawab sekenanya, sambil bercanda, ia mengaku mengajak para ibu agar tak 'ngerasani'. Agar mereka tak cuma duduk- duduk mencari kutu sambil bergosip. Tak disangka apa yang dilakukannya mendapatkan apresiasi. Meski sukses mengajak mereka lagi- lagi sambil bercanda dengan Andy F. Noya, nyelutuk "ya meraka tetap bergosip."

Berangkat dari modal nol, Andreas yang ayahnya Nugroho (alm) adalah seorang tukang ojek dan ibunya Ibu Kustijati seorang PNS, tak surut tekatnya menghimpun dana sendiri. Pria kelahiran 4 Agustus 1985 dikenal pandai mencari kesempatan. Dengan dukungan teman serta komunikasinya ia mampu mewujudkan cita- cita luhurnya.

Pengusaha sosial


Dulu sekali ia pernah berbisnis mandiri yaitu dengan berjualan pulsa. Bermodal seadanya ia telah mampu mencukupi  kebutuhannya. Berkat kecerdasaannya pula ia bisa berkuliah hingga universitas. Dirinya tercatat menjadi mahasiswa dua jurusan sekaligus di Untag Semarang dan terkahir di UGM. Meski begitu kegiatan yang segudang membuatnya tak lulus- lulus hingga di 2013 (bercanda saja.red). Kembali ke bisnisnya berjualan pulsa, akhirnya dia gagal, ya menjalani bisnis ini memang tak segampang ia pikirkan.

Gagal berjualan pulsa, Andreas lantas membangun bisnis sekolah PAUD. Kali ini, ia bermodal koneksi yaitu bersama- sama mereka yang peduli. Untuk usaha yang PAUD sambil menyelam minum air. Jiwa sosialnya masuk ke dalam bisnisnya. Jadilah PAUD itu ada yang digratiskan untuk anak- anak tak mampu. Meski bukan beragama Islam, dengan berani ia membuka PAUD Islami, bersama staf- staf yang bergama Islam dirinya tak gentar meski susah menghadang.

Sistem subsidi silang digunakannya untuk membangun PAUD tersebut. Pemuda 29 tahun sukses untuk jadi pengusaha sosial PAUD. Dengan berdirinya 16 sekolah PAUD di 12 desa se- Kecamatan Grobogan, dia tercatat mendapatkan aneka penghargaan sejak 2010. Usahanya meluas meliputi Tempat Penitipan Anak (TPA), kelompok bermain, Pos Paud, Paud TPQ. Sayangnya, pandangan tentang non- muslim mendirikan sekolah Islam sedikit menghantuinya.

Terbukti ketika berbincang dengan Andy F. Noya ada kesan 'takut' dalam dirinya. Kembali ke sosoknya, meski ada saja rintangan, Andreas tak patah arang sampai sekarang dirinya tetap bekerja sama. Dengan teman- temannya ia tak segan meminta bantuan seperti halnya untuk komputer. Hingga dirinya bisa mandiri dan mencapai cita- citanya. Salah satu tantangan terbesar dilaluinya adalah ketika kebakaran hebat datang menimpanya.

Di tahun 2012, PKBM Bakti Indonesia tertimpa kebakaran hebat yang membumi hanguskan seluruh aset. Ia pun segara bangkit bersama orang disekitarnya. Mendirikan kantor baru di Jalan Pangeran Puger No. 70B Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan. Ada 4 pendidikan yang diajarkan melalui PKBM miliknya tersebut, meliputi Kelompok Pendidikan Perempuan Membatik, Pendidikan Kesetaraan Program Paket A Setara SD, Program Paket B Setara SMP, dan Program Paket C Setara SMA.

Tak puas Andreas juga membuka layanan kursus serta pelatihan komputer, bimbingan belajar dan bahasa Inggris. Bahkan kini, ia bersama tim tengah mengembangkan sayap ke layanan home schooling di beberapa kota di antaranya Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Banjarnegara. Lulusan UGM tersebut tercatat meraih penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Jawa Tengah untuk kategori Bidang Pendidikan. Dia memenangkan hadiah uang senilai Rp.9.000.000.

Baginya penghargaan itu bukanlah yang utamanya. Baginya penghargaan terpenting adalah dari masyarakat itu sendiri. Yakin berupa bagaimana karyanya menghasilkan dampak yang luas. Esensi sebagai seorang muda pelopor yakni memplopori sesuatu yang sudah ada menjadi berada. Jangan hanya menjadi penonton jelasnya tapi kita harus jadi pelaku.

"Kunci sukses adalah cintai pekerjaanmu, prioritaskan kualitas, dan lakukan dengan kontinuitas" demikian kata Andreas, seperti yang dilansir oleh Jawa Pos.

Biodata Andreas Nugroho


1. Nama: Andreas Indra Bagus Setyo Nugroho, A.Md., SE., S.Sos.
2. Alamat: Jl. Werkudoro No. 24 RT 03 RW 10 Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah 58152
3. Pendidikan: Diploma III Bahasa Inggris Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S1 Ekonomi Manajemen UNTAG Semarang, S1 Admininistrasi Bisnis UNTAG Semarang
4. Email: indra_noegraha@yahoo.com, indra.noegraha@gmail.com
5. Facebook: Walikota Grobogan
6. Twitter: @indra_noegraha
7. BBM: 7A6AF825
8. Whatsapp: 089668868887
9. HP: 085740881333, 082133233777

Website: www.kejarpaket.com

Artikel Terbaru Kami