Sabtu, 21 Februari 2015

Berita Bitcoin Masih Tentang Keamanan Investasi


Meski disebut sebagai uang masa depan. Nampaknya, Bicoin masih rentang, meski terbebas dari konsep uang yaitu inflasi karena jumlahnya terbatas dan selalui memiliki nilai. Tapi tak semua orang mengerti konsep uang cryptocurrency ini. Data adalah data, seperti file yang rentan hilang, seberapa tinggi nilai Bitcoin dalam sekejab mereka bisa hilang dari dompet kamu. Bitcoin sekali lagi bukan pilihan kamu untuk berinvestasi aman. Beda dengan ada pasar modal didalam Bitcoin kepemilikan tidak ada.

Tahun 2014 merupakan masa besarnya bagi konsep uang ini. Ditahun tersebut mulai banyak orang membuka diri mereka untuk menerima uang ini. Di Eropa, bahkan masuk ke Indonesia, yaitu melalui kerja sama dari dua perusahaan uang digital Bitcoin.co.id dan iPaymu.com. Mereka bahkan mencoba masuk ke pasar retail melalui jaringan Indomaret. Dalam beritanya kamu cukup membuat akun di Bitcoind.co.id. Lalu memilih menu 'Transaksi melalui Indomaret'.

Tentu mereka yang menikmati layanan ini harus punya koneksi internet.

Bitcoin.co.id telah tumbuh secara nyata sejak mulai beroperasi Desember lalu. Pada saat itu, bitcoin sedikit-dikenal di Indonesia dan bursa diperdagangkan hanya sekitar 5 BTC per hari. Pada saat itu, meluncurkan produk jual- beli Bitcoin mereka pada bulan Mei, sukses memproses sekitar 30 BTC dalam perdagangan sehari- hari, yang menunjukkan pertumbuhan bitcoin. Mulai menjadi pilihan investasi meski disebut sebagai high- risked.

Bitcoin Indonesia juga telah memainkan peran kunci dalam proyek BitIslands berbasis Bali, kampanye untuk mempromosikan penggunaan bitcoin dan penerimaan di tujuan wisata populer. Proyek itu juga telah berhasil sejauh ini: yang terbaru adalah adanya BitTour, yaitu biro jasa perjalanan, yang memungkinkan wisatawan untuk membayar penerbangan, kereta api, wisata dan akomodasi hotel dengan menggunakan uang berbasis cryptocurrency ini.

Kriminal Bitcoin


Menyimpan Bitcoin berinvestasi secara tidak berlebihan. Beberapa kejadian di 2015, Bitcoin itu rentan kena hack terutama untuk 'bank' -nya. Terbukti sudah dua perusahaan jual- beli asal dua negara berbeda terkena ulah mereka para hacker jahat. Beda dengan Indonesia dimana Bitcoin masih awam, disini, dua negara ini yaitu Slovenia dan China sudah menjadi tren investasi ala Bitcoin. Kasus di Slovenia yaitu perusahaan yang bernama Bitstamp kehilangan 19.000 BTC atau senilai $5 juta.

Yang menarik perusahaan ini mengungkapkan: mereka menggunakan konsep mesin 'dingin'. Dimana data itu ada pada sebuah komputer tanpa jaringan internet sama sekali. Hanya saja yang terkena hacker merupakan dana jual- beli harian pada perusahaan ini. Sebuah tanda bahwasanya masih ada harapan bagi kamu agar bisa aman bermain Bitcoin sebagai investasi. Hacker menarget alamat Bitstamp untuk menerima nasabah mengirim Bitcoinnya.

Di China lain lagi, sama dengan diatas, mereka memanfaatkan penyimpanan offline. Dimana cuma beberapa Bitcoin yang bocor. Kali ini nilainya tidak terlalu besar yaitu bernilai $1,75 juta. Apa yang bisa disimpulkan dari sini? Bitcoin masihlah investasi beresiko tinggi karena kamu tak bisa mengklaim uang dalam aplikasi atau penyimpanan kamu. Selama ada konektifitas maka akan beresiko terkena hacker. Jika kamu mencoba- coba berinvestasi ala Bitcoin, mulailaih dengan nominal kecil.

Pastikan untuk menyimpan Bitcoin kamu agar tak terhubung dengan internet atau memilih menyimpannya di layanan perusahaan Bitcoin terpercaya. Disisi lain, dari Bitcoin Indonesia, aktifitas jual beli- nya terbilang cukup dan harga marketnya fluktuatif bahkan tak tergiur tren saham atau nominal mata uang rupiah. Ini masih menggiurkan bagi kamu yang menarget investasi jangka pendek. Meski beresiko, pamahaman orang kita yang masih rendah bisa jadi kelebihan tertentu.

Pelajari sebelum berinvestasi :)

Artikel Terbaru Kami