Jumat, 06 Februari 2015

Tokopupuk.net Kisah Tak Sengaja Jadi Pengusaha

 
Ketidak sengajaan seorang entrepreneur bisa jadi satu kebaikan. Kalau kamu tidak sengaja menjalankan satu bisnis, tetaplah berusaha. Pastikan kamu mengikuti langkah para entrepreneur mapan. Berpikirlah untuk selangkah kedepan untuk bisnis mu. Ketidak sengajaan menjadi awal kesuksesan wanita ini. Elsa Rosyidah, mungkin kamu belum tau, dia adalah pengusaha wanti online. Beda dengan pengusaha lain, dia memulai dari bisnis pupuk.

Dia lah pemilik toko online tokopupuk.net. Bisnis online bukanlah praktek bisnis baru. Sudah jamak untuk menjual produk secara online. Lalu apa salahnya jika berbisnis pupuk online. Tidak ada yang serius untuk menggarap pasar ini jelas kami. Elsa bercerita bahwa awalnya tak punya cita- cita jadi pengusaha. Apalagi berbisnis pupuk, dia tak paham, tak paham sama sekali seluk- beluk pupuk. Termasuk aspek bisnisnya sama sekali tidak.

"Saya mengenal pupuk, ya, sejak saya menjualnya. Sebelumnya, saya tidak tau seluk beluk pupuk," jelas istri dari Agung Purnomo ini.

Sukses tak sengaja

Berawal di tahun 2009, saat itu dirinya masih berkuliah semester lima Jurusan Teknik pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Awalnya dia cumalah membantu seorang teman yang punya perusahaan pupuk di Pasuruan, Jawa Timur. Tamannya itu seorang pengusaha pemilik CV. Rahma Jaya, seorang produsen non- subsidi. Temannya ini katanya sudah sering kena tipu.

Elsa menjelaskan dia, temannya, tertipu bermodus tidak membayar komitmen. Cara mudahnya mereka itu cuma membayar 25% saja tapi tidak sisanya. Alasannya bisa bermacama- macam dari tak laku lah atau juga kualitas pupuknya. Elsa pun berniat membantu sang teman ini. Karena tak punya modal bagaimana cara dia membantu. Karena tak punya modal membuka toko offline, jadilah sebuah ide, dia membuka toko online.

Tak usaha muter- muter mencari pembeli jelasnya ringan. Bermodal Rp.3000, dia cuma pergi ke warnet, lantas membuat sebuah blog. Disana ia menjual pupuk secara online. Menawarkan aneka produksi pupuk CV. Rahma Jaya yaitu pupuk NPK Caping Tani. Tak disangka cuma 10 hari sudah ada respon dari pembeli melalui blog miliknya. Dalam sekali penjualan sudah ada delapan ton pupuk terjual.

Sejak saat itulah ia mengaku mulai memfokuskan dirinya. Akhirnya ia membuka website sendiri bermodal uang ratusan ribu. Elsa mulai berlajar seluk beluk pupuk total. Dia fokus belajar pula bagaimana manajemen pupuk itu. Dan, akhirnya, sekali lagi toko online itu menjadi garda terdepan bisnisnya. Melalui toko online lah banyak orang membantunya lebih banyak. Karena masih minim pengalaman maka dia sangatlah antusias untuk melayani.

Hadinya toko online Tokopupuk.net tidak cuma untunga bagi dirinya. Tapi juga bagi para pembelia yang siap membeli darinya. Jujur meski sukses diawal, ia sempat merugi, kisahnya yaitu tertipu pembelinya. Memang inilah kisah klasik pengusaha online. Anak pertama dari dua bersaudara ini menjelaskan ada kesalahan dalam komunikasi dia dan perusahaan. Tepatnya mereka sudah dikabari mengirim pupuk ke tujuan, sayangnya, dia belum menerima setoran uangnya.

Wanita yang telah menyelesaikan pendidikan Masgiter Ilmu Lingkungan di Universitas Padjajaran, Bandung, ini kena tipu sebanyak tiga kontainer pupuk seharga Rp.160 juta. Meski kehilangan uang ratusan juta ini tak menciutkan niatnya melanjutkan bisnis online ini. Hasilnya tidak cuma pendapatan meningkat, tapi usaha ini terus berkembang di online -nya.

Bahkan dia mendapatkan penghargaan 10.000 women entrepreneur Global Cohort dari pemerintah Amerika Serikat. Tak berpuas hati dirinya lantas mencoba fokus pada bisnis online lainnya.

Tekat


Meski berawal dari kata "iseng" dia sadar betul menjadi pengusaha berarti belajar. Dia pun banyak belajar dari mana saja. Dorong dari petani agar bisa membeli mudah menjadi dorongan tersendiri. Jalur distribusi pupuk jelasnya terlalu panjang hingga sampai ke petani. Bermodal toko online, harga pupuk bisa dijualnya langsung, tanpa ada tambahan ini- itu.

"Jalur distribusi dari pabrik pupuk hingga petani terlalu panjang. Dengan hadirnya toko online ini jalur distribusi bisa diperpendek," ungkapnya.

Dia memberi contoh, harga pupuk mencapai Rp.1.900 sampai Rp.4000 per- kilo di pasaran. Berbanding jauh dimana harganya dia bisa jual Rp.950 per- kilo. Ini karena rantai pemasaran panjang terpotong ujar wanita kelahiran 25 Juni 1985. Dan ternyata pupuk yang dijualnya itu semi- organik. Dia menjelaskan ini merupakan pupuk hijau berkualitas lebih tinggi. Adanya unsur hara yang seimbang membuat tumbuhan itu bisa tumbuh subur dan nilai nutrisinya terjaga.

Toko online ini bisa pula diakses dengan bermodal pulsa telephon. Soal pemesanan bisa melalui jalur SMS dan ini benar membantu petani di pelosok. Soal pembayaran dia menjelaskan mereka bisa mambayar via anjungan tunai mandiri atau ATM. Transaksi akan selesai dengan para petani membayar 50%. Memang itu konsepnya agar bisa diagendakan dulu kapan dikirimnya serta menghindari hal- hal tak diinginkan.

Toko pupuk online ini menyediakan aneka jenis pupuk Produknya dari pupuk non- subsidi, yakni produk NPK Daun Dunia, NPK Mitrophoska, NPK Phoskaplus, dan SP 36. Ada pula pupuk bersubsidi bagi petani yang kurang biaya. Elsa enggan menyebut berapa besar keuntungan diraihnya. Yang pasti dari usaha ini bisa membantu finansial keluarga. Selain itu adanya usaha ini membuat Elsa menjadi tokoh wanita yang menginpirasi.

Artikel Terbaru Kami