Jumat, 20 Februari 2015

5 Miliarder Internet Asal Negeri Tiongkok

 
Apakah kita, Indonesia telah tertinggal internetnya dibanding China, ini sebuah kenyataan bahwa kita belum punya miliarder Internet. China meski terlambat dibanding Amerika. Mereka memiliki ambisi sama besarnya -mereka juga terlahir dari satu "darah". Dimana teknologi itu berasal dari westernisasi. Apakah kita kalah? Ya, kita kalah, tapi setidaknya masih ada kesempatan, terbukti dari suksesnya Tokopedia bertahan. Semoga perusahaan internet asli Indonesia ini tidak "terjual" seperti TokoBagus atau Berniaga.

Kembali ke miliarder internet, utamanya asal China, kami menulis sedikit lima miliarder asal negara tirai bambu ini. Yang dimana mereka sukses berbisnis melalui koneksi dunia maya. Dikutip dari The Next Web inilah lima pengusaha itu:



Perusahaan: Alibaba.com

Jack Ma adalah guru bahasa Inggris dan pernah menjadi tour guide di Hangzhou. Dia menemukan Alibaba di tahun 1998, bermodal kapital $60.000, perusahaan ini bertahan meski Yahoo membelinya. Bahkan namanya tak berubah jadi Yahoo meski sahamnya sebagian besar dibeli di tahun 2007. Alibaba Group berubah 180% menjadi usaha mapan dimana membidangi aneka bisnis berbasis internet lain, sebut saja TaoBao atau eBay -nya China, Alipay alat pembayaran digital, AliSoft, software manajemen bisnis khusus.

2. Ding Lei


Perusahaan: Natease

Ding Lei mengoprasikan sebuah web portal bernama 163.com, dimana dibawah bendera perusahaan besar bernama Natease pada tahun 2003. Dia jadi orang terkaya hanya berkat web portal satu ini loh. Jangan salah web portal ini senilai 546 juta pengunjung tiap harinya di Juni 2005. Perusahaan ini berkembang pesat berkat kemampuan manjemen baik dan visi kedepan. Semakin maju disekitar tahun 1997, ini semua berkat, kemampuan membidik search engine sendiri.

Selain itu Ding Lei juga berinvestasi dibanyak MMOG atau massively multiplayer online game.

3. Ma Huateng


Perusahaan: Tencent

Ma Huateng fokus pada bisnis internet, pada komputer pada umumnya. Usaha pertamanya yaitu join di satu perusahaan bernama Communication Development Co. Ltd. di 1993. Akhirnya Ma Huateng menemukan apa itu bisnisnya yaitu perusahaan chat paling digemari. Perusahaan chat client paling digunakan di tanah China yaitu QQ. Perusahaan yang bernama Tencent Computer System Co., Ltd. di tahun 1999.

Pada 2008, perusahaan ini sukses mengahasilkan peningkatan 85% diawal tahunnya, semua berkata acara Olympic dan tentu dengan bertambah populernya game online, sebut saja Dungeon, qq Dancer, dan Cross Fire.

4. Shi Yuzhu


Perusahaan: Giant Group

Di 1992, Shi menemukan Giant Group dan perusahaan ini bangkrut di 1998. Pada 2007, Shi menjadi salah satu miliarder dalam dollar. Giant Interactive memproduksi permainan Massively Multiplayer Online (MMO) games. Di dalamnya sepuluh ribu orang perhari melalui sistem server. Selain punya game online, perusahaan ini juga fokus pada pre- paid game card dimana ini dijual di lebih dari 116.000 retailler, seperti toko buku, warnet, dan toko software.


5. Robin Li


Perusahaan: Baidu

Menarik karena Li menemukan mesin pencari seperti Google. Tapi dengan kekhususan dimana sistem mesin pencari ini fokus pada China pada khususnya. Yang menarik, kenyataan bahwa, dia mendapatkan lebih banyak dollar dibanding mereka yang ada dibalik perusahaan Google.

Artikel Terbaru Kami