Selasa, 13 Januari 2015

Sukses Usaha Pecel Modern Berkat Online

 
Bisakah bumbu pecek dijual secara modern. Tentu, inilah kisah Aditya Pramudita Sosilo, pria 39 tahun asal Blitar, Jawa Timur. Fokus bisnisnya ialah membuat pendamping untuk kudapan pecel. Tak musti tentang pecelnya, tapi bisa juga digunakan untuk kudapan lain. Bumbu pecel dalam kemasan itulah yang tengah dijajal Aditya sejak 2009 silam. Produknya kemudian diberinya nama Bumbu Pecel Kemangi.

Pasarnya dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Mataram, Samarinda, bahkan bisa sampai ke Pekanbaru. Bahkan bisa sampai ke Aceh, nyatanya, bumbu pecel bisa dikonsumsi layaknya sambal dalam kemasan lain. Untuk menciptakan variasi Aditya menyebut ada bumbu pecel tidak pedas, sedang, pedas bahkan hingga ekstra- pedas. Yang terlaris adalah pedas dan ekstra- pedas jelasnya lagi.

Hasilnya akan diluar dugaan kamu. Aditya mengaku bisa kwalahan, dan mampu meraup omzet Rp.50 juta per- bulan. Untuk pemasaran akan menggunakan botol plastik untuk ukuran 250 gram, setiap botol akan dijual Rp.12.500. Sedangkan penjualan secara kiloan, Aditya akan menjualnya seharga Rp.49.500 per- kilo. Ada pula ukuran mungil 100grm, khusus untuk ini, ia menjual untuk bumbu pecel ekstra pedas dan dijual seharga Rp.5.000. 

Nampaknya dia tau betul mana yang jadi selera pasar.
 
Sukses Aditya nampaknya akan terus berlanjut. Dimana dia tak hanya melayani pasar lokal. Dia telah punya pelanggan turis asing baik dari Amerika, Kanada, dan Belanda. Ia menjelaskan ketika mereka datang ke negara kita, mereka pasti akan membeli darinya. Sayang, penjualannya belumlah dikirim sebagai produk ekspor khas. Meski begitu kamu bisa saja melakukannya nanti.


Lain cerita ada Melanie dengan produk bernama Sambal Pecel Teratai di Surabaya. Mulanya cuma dijual dikawasan Surabaya saja. Namun, bumbu pecelnya bisa melalang sampai ke daerah Jabodetabek, Bandung, Balikpapan, omzetnya tak setinggi Aditya, ia mampu menjual Rp.25 juta. Dimana sekarang pusat penjualan adalah pasar swalayan dan restoran di Jawa Timur dan Jabodetabek. Dalam sebulan wanita 45 tahun ini bisa membuat 1,5 ton bumbu pecel kemasan, dimana ia fokus pada ukuran 250 gram seharga Rp.12.500 per- kemasan.

Keduanya pun sama- sama memanfaatkan media sosial dan juga toko online.

Website: 

1. www.sambalpecelkemangi.com
2. www.pecelteratai.com

Artikel Terbaru Kami