Senin, 19 Januari 2015

Pola Pikir Sukses Young Entrepreneur Niki Luhur


Bagaimana memulai bisnis pertama kali


Menjalani wirausahawan pertama kali berarti perlu adanya pola pikir cerdas. Tentu kita paham bahwa bisnis pertama akan lebih merepotkan. Berkaca pada pengalamannya sendiri, Niki Luhur sosok dibalik suksesnya Kartuku, bercerita kepada Liputan6. Apa- apa pola pikir yang perlu dimiliki seorang wirausahawan baru.

Utamanya bagi seorang young entrepreneur jelasnya. Pola pikir macam apa ketika kamu memulai satu usaha baru, inilah tips dari CEO Kartuku:

1. Pilihlah usaha sesuai passion

Menurut penjelasan Niki, kamu perlu tau menganalisa diri kamu sendiri. Dijelaskan olehnya bahwasanya seorang wirausaha perlu menganalisi diri. Analisa tersebut yaitu apa passion kamu dan seberapa kemampuan kamu. Ini artinya: kamu harus melakukan apa yang jadi passion kamu.

"Dua hal tersebut dapat menjadi kekuatan wirausahawan sehingga bisa fokus dalam menggerakkan roda bisnis," jelas Niki Luhur.

2. Bermimpilah besar

Seorang wirausahawan harus punya mimpi besar tentang usahanya kedepan. Cita- cita ini akan membuat kamu mencoba meraihnya. Selain itu juga membuat bisnis kamu bertahan panjang karena kamu tau dimana akhirnya.

"Perlu diingat, Anda mesti memilih usaha yang realistis dapat dikerjakan, karena hasil tidak langsung didapat," jelasnya lagi.

3. Jangan mengikuti tren

Menjadi trend setter mungkin ini istilah kerennya. Bisnis yang cenderung mengikuti arus kepopuleran akan cenderung tak bertahan lama. Tidak akan berumur panjang. Sebab apa- apa yang populer kebanyakan cuma jadi sumber mengeruk untung instan. Bahkan kamu pasti pernah ingat beberapa wirausahawan menggunakan isu untuk sukses dan mengambil keuntungan sementara.

Contoh paling nyata seperti kisah "booming" bisnis ikan lohan, bagaimana kabarnya?

Membangun bisnis perlu fondasi kuat jangan cuma ikut- ikutan. "Jangan berpikir mau usaha, supaya bisa berkembang, dijual lalu cepat kaya. Seharusnya, calon wirausahawan yang sejati memiliki visi ke depan bagaimana caranya agar usaha yang dibangun dapat survive dan memperoleh hasil maksimal," tandas Niki.

4. Terjun ke lapangan

Terjun langsunglah ke lapangan. Kamu harus mulai banyak bertanya dan melakukan survei aktif kepada masyarakat. Cari tau apa yang diingikan konsumen, apa yang menjadi kegalauan mereka, apa juga yang dibutuhkan mereka.

"Dalam masalah konsumen, pasti ada kesempatan bagi calon wirausahawan. Inilah yang dinamakan positif thinking. Jika kamu berhasil memperoleh solusi dari kegalauan konsumen, itu bisa menjadi starting poin atau peluang bisnis yang bagus," kata dia.

5. Bertanggung jawab dan mau mengambil resiko

Kamu harus bertanggung jawab atas usaha kamu. Jadilah sosok wirausaha yang berani mengambil resiko. Jika kamu muda, kamu lah young entrepreneur, penuh gariah akan usahanya. Niki lantas membisiki sedikit prospek bisnis apa yang cemerlang. Dia menyebut bisnis perbankan, multi- finance, bisnis asuransi, retail dan retail besar.

"Saat menyandang sebagai entrepreneur, semua tanggung jawab akan berada di pundak kamu. Kamu harus membangun dan mendukung tim yang solid, mengerjakan pekerjaan yang sebetulnya kamu tidak suka tapi tetap harus dilakukan," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami