Senin, 26 Januari 2015

Review Negatif Facebook untuk Karyawan

  
Hukumnya tabu membuka sosial media apapun disaat bekerja. Facebook menyadari hal ini dan telah siap di November tahun lalu. Sebuah sosial media untuk pekerja dimana kamu bisa bersosial media dengan atasan, teman sekerja, dan tetap mengerjakan tugas kamu. Perusahaan Facebook telah resmi meluncurkan situsnya ini bernama Facebook at Work seperti dikutip oleh Techcrunch. Tapi apakah ini akan bekerja semacam mesyinya?

Konsep bekerja bersosial sebenarnya sudah bukan hal baru. Dalam dunia startup sosial media beberapa produk menawarkan hal sama: Yammer dan Slack, beberapa nama terkenal. Sekali lagi apakah ini akan berhasil dimana Facebook at Work benar- benar mirip Facebook. Kurang kratif atau apa ada hal lain. Kita ditawari konsep sederhana Facebook. Profilnya meniru Facebook dari profil, branda, bahkan grup sendiri.

Kamu bisa membuat grup di satu divisi. Atau bergabung dengan divisi lain, seling bertanya kabar, atau sekedar bertanya berapa gaji kamu sekarang. Tak mau membuat akun baru kamu bisa mengoneksinya ke akun Facebook biasa. Tenang ini tak akan terhubung dengan profil umum kamu di Facebook. Bedanya dari sistem di Facebook biasa: tidak ada iklan (belum ada) dan tidak akan menscan data kamu.

Tentu aplikasi lain seperi Slack dan Yammer sudah bisa menggantikan email perusahaan. Untungnya kamu para pengusaha menggunakan aplikasi Facebook at Work. Tidak perlu belajar beradaptasi. Disisi lain kamu tidak perlu menggunakan email perusahaan. Semua tingga aktif di jejaring sosial baru ini bahkan untuk kamu para CEO muda.

Analisa Facebook karyawan


Apakah yang jadi kelemahan dari produk satu ini. Social Media Week menyebut kurangnya program pada sistem dokumen. Keperluan suatu perusahaan untuk berbagi dokumen tidak (belum) terpenuhi. Dimana disini tak ada program berbagi dokumen .doc atau .pdf. Dalam aplikasi Android dan iOS, karyawan kamu, akan mendowload aplikasi tersendiri. Disini dikatakan bisa dihubungkan dengan profil akun biasa.

Pertanyaan umum apakah Facebook akan menjual iklan disini. Belum terjawab jelas dari pihak Facebook ungkap situs ini. Sangat dimungkinkan akan ada model subscribe berbayar. Atau dimana kita nanti sebagai seorang pemimpin perusahaan bisa mengawasi karyawannya dalam sosial media ini. Belum bisa dipastikan lagi.

Untuk aplikasi pekerja LinkedIn memiliki aspek berbeda dengan bersosial media di kerjaan. Mereka fokus pada kerja kolaboratif antar profil. Bukan hanya satu perusahaan saja jika di LinkedIn. Disini merupakan kamu sebagai sosok profesional berhubungan dengan profesional lain. Bukanlah tempat pekerjaan, atasan, saling berkomunikasi seperti harapan Facebook at Work. Sementara itu LinkedIn tengah mengkaji konsep sama tapi tak sama.

Mereka tengah mengkaji alat koneksi antar karyawan. Penasaran? Yang pasti disini kamu tak akan bisa menemukan profil seksi atau apapun seramai Facebook asli. Kamu juga akan banyak berbicara formal disini mungkin.

Artikel Terbaru Kami