Jumat, 16 Januari 2015

Profil Direktur Utama PT. Pindad Silmy Karim

Ternyata Pindad bukan cuma membuat senjata. Mereka juga tidak hanya melulu memproduksi mobil panser. Nyatanya mereka juga memproduksi generator listrik dan tengah membidik produksi kembang api. Namun anehnya, produk mereka satu ini tak selaris produk mereka bahkan di dalam negeri. Padahal mereka sudah membuatnya sejak 1980 atau sudah lebih dari 34 tahun.

Menteri ESDM juga mantan Direktur Utama Pindad juga sudah mengadakan kerja sama. Mereka bahkan sudah bekerja sama dengan perusahaan listrik asal Jerman Siemens membuat 250 generator listrik. Bisnis yang lain, Pindad juga berancana memproduksi kembang api. Di jalannya memang Pindad berjalan sukses itu dalam segi perenjataan. Namun adanya fakta bahwa Pindad menjadi pemain utama, ini tidak menarik, perlu agresifitas.

Semenjak ditinggal Sudirman Said, fokus Pindad ialah menjadi perusahaan berkembang. Untuk itulah adanya wajah baru Silmy Karim diharapkan oleh pemerintah lebih agresif. Utamanya untuk diversivikasi bisnis, lalu juga termasuk, bagaimana PT. Pindad menjadi perusahaan yang bersaing. Siapa Direktur Utama Pindad ini. Dilansir dari laman Detik.com, inilah biodata Direktur Utamanya.

Perusahaan pertahanan


Merupakan menantu Soegeng Sarjadi. Dia bukanlah orang baru di industri pertahanan dalam negeri. Jabatan pertamanya yaitu menjadi Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).  Selain itu Silmy juga anggota Dewan Analis Strategis (DAS) BIN.

Dalam dunia bisnis ia tercatat menduduki beberapa jabatan strategis. Yaitu Komisaris PT. PAL (Persero) di tahun 2011, menjadi Komisaris PT. Bentoel International Investama Tbk (RMBA) dari Agustus 2013. Berlanjut kemudian menjadi Direktur di PT Bina Guna Kimia dari Februari 2010 hingga Desember 2011 dan terkahir Komisaris Carrefour dari Februari 2010 hingga Desember 2011.

Selain itu Silmy juga dikenal aktif menjadi pembicara di berbagai forum di dalam dan luar negeri. Dia juga seorang pemerhati kebijakan dan isu- isu pertahanan. Catatan pendidikannya mengagumkan yaitu pendidikan pertahanan di berbagai institusi seperti NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, Naval Post Graduate School di Amerika Serikat, dan George C. Marshall European Center for Security Studies di Jerman. 

Selain itu Silmy baru- baru ini tengah meluncurkan buku yang berjudul "Membangun Kemandirian Industri Pertahanan". Dia lantas berkata "Jangan mau ketinggalan dari negara lain," inilah kiranya satu optimisme pertumbuhan bisnis PT. Pindad dan semoga program seperti halnya generator listrik benar- benar teraplikasi. Dan semoga pemerintah memilih produk dalam negeri dibanding luar. 

Sebuah optimisme tentang bisnis pertahanan NKRI nanti.

Pengusaha muda


Tak banyak kisah terbagi dari pengusaha muda satu ini. Dari berbagai sumber, dia mengawali banyak bisnis, dengan bermacam strategi. Pengusaha 31 tahun ini memulai usahanya sejak kuliah di Fakultas Ekonomi di Trisakti. Perusahaan pertamanya waktu itu, di tahun 1995, PT. Integra Media Promosindo dimana usahanya dibidang multimedia dan periklanan. Ia sukses membangun brand, bahkan bekerja sama dengan perusahaan seperti TNT Logistic dan PT. Tigaraksa Satria Tbk.

Berturut- turut dirinya bekerja sama dengan perusahaan PT. Silka Citra Utama dibidang perdagangan dan juga transportasi. Adapula kerja sama dengan perusahaan PT. Airess Mega Utama sebuah perusahaan air minum kemasan. "Semua ini hasil kerja keras saya dan kedisipilinan," katanya menekankan.

Silmy pun menjelaskan pandangannya tentang pengusaha muda. Adanya sumber daya alam melimpah patut dijelaskan ada dua hal, sebuah keberuntungan, namun pengusaha harus berani mengambil resiko. Dia lalu menekankan pengusaha muda sedikit. Dan, dari yang sedikit itu, yang benar- benar berkualitas juga sangat lah sedikit terangnya. Selain berbisnis dia pun sibuk di dunia sosial. Dia akitf mengelola Soegeng Sarjadi Syndicated.

Kala diluar pekerjaan  ia seperi pengusaha lain memilik kegiatan unik sendiri. Ketika ditemui maka kamu akan melihatnya tengah menyetir Harley Davidson. Dengan motor gede akan meliuk- liuk di jalanan ibu kota. Dia punya dua restoran: TGI Fridays, Italiannis and Front Row Sports Grill.

"Saya senang ngobrol dengan karyawan-karyawan saya di saat-saat informal, soalnya kalau rapat kan kita nggak bisa mendapatkan masukan dari mereka dalam situasi yang bebas gitu, lagian, saya selalu merasa 'hidup' kalau berada di lokasi operasi," katanya.

Namun bagi seorang ayah hidupnya tak akan berarti tanpa kedua anaknya, Raska (6) dan Keisha (3). Disela waktunya, dikesibukannya, telepon dari Raskan menjadi sangat penting. Menjadi penyemangat hidupnya. Ia juga punya waktu khusus bersama istrinya, Maharani, seorang dokter gigi dan anak- anaknya. Mereka akan tinggal bersama bermain Timezone secara berkala. Akan selalu ada waktu khusus untuk anak- anak.

Terkadang ia juga mengajak Raska menikmati waktu nikmatnya mengelap motor gede Ducatti atau Harley Davidson limited edition 1998. Lantas bicara soal makan favorit, ia setengah bercanda serta setengah berpromosi restorannya, Silmy menyebut makanan favoritnya : "Jack Daniels Grill di TGIF dong.... hmmm... itu seh nggak ada yang ngalahin."

Artikel Terbaru Kami