Senin, 05 Januari 2015

Profil Adi Kusuma Biznet Kisah Koneksi Lemot


Bisnis Jaringan Internet


Biznet menjadi veteran koneksi internet; menyambungkan dunia nyata ke dunia maya ke pelanggan. Meski belum seperti sekarang, Adi Kusma, CEO Biznet berhasil memberikan layanan prima untuk pengguna sekala perusahaan. Dia menjelaskan sebelum operator, Biznet berhasil membuat sambungan di tiap warnet. Pelanggannya pada umumnya tertarik koneksi internet cepat bukan murahan.

Adi sudah akrab dengan komputer semenjak muda hingga disebut kuper. Dia kemudian beralih menjadi penyedia broadband handal. Jauh sebelum operator selular menggunakan layanan 3G, Biznet telah mengudara dengan koneksi broadband nya. Perusahaan yang didirikan oleh kecintaannya akan dunia komputer.Biznet menyediakan koneksi internet berkualitas kecepatan tinggi. Perusahaan membidik perusahaan yang lebih loyal. Jika sambungan internet mati, mereka akan mencari Biznet atau merugi. Mereka lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.

Ini berbeda dari operator selular. Mereka cenderung membidik pengguna baru; dengan segala tawaran menarik. Hasilnya, mereka tidak sanggup melayani pelanggan bahkan pengguna baru.

Layanan nomor 1


Lulus SMA, dia pernah sekali meninggalkan komputer demi bersekolah Teknik Industri di Oregon State University. Tetapi tidak bertahan lama, dia kembali menggeluti dunia komputer tanpa mengindahkan keinginan orang tua meneruskan perusahaan baja. Tetapi juga, dari sini, dia mendapat pencerahan bahwa bisnis koneksi juga akan  menguntungkan. Dia membutuhkan sedikit keberanian serta mental untuk memutar otak; mengakali kecepatan internet.

Adi sebelumnya bekerja di perusahaan affiliasi MID Plaza membuka bisnis sambungan dengan US$5 juta. Alasannya adalah faktor prospek, salain itu dia meyakini perusahaan akan menerima idenya; bahwa koneksi cepat merupakan terbaik. Dia menempatkan dirinya menantang penguasa koneksi PT. Telkom yang konon kala itu masih sangat buruk koneksinya.

Ia membangun perusahaannya sendiri Supra Primata Nuzantara dengan merek dagang Biznet. Perusahaan yang fokus membangun jaringan wireless kuat. Palanggannya kebanyakan merupakan mereka kantor- kantor setempat, seperti disekitaran MID Plaza. "Waktu itu kecepatannya kurang lebih 10 Mbps," ujarnya lebih lanjut Ini tidak terlalu besar dengan paket HSPA+ sebesar 21 Mbps.

Supra Primata akhirnya menjawab kesulitan akan kecepatan itu dengan menggunakan server luar. "Menyewa Bandwitch dari luar sangat mahal, karena kabel laut yang masuk Indonesia masih sediki," ujarnya menjelaskan Atau, perusahaan harus memilih membangun jaringannya sendiri.

"Sekarang palanggan Biznet merupakan korporat mencapai 80% " ujar pria berumur 33 tahun ini. Pelanggan Biznet membayar tarif beragam dari Rp.500.000 hingga Rp. 10 juta per- bulan untuk korporasi dan tentunya bukan untuk satu dua komputer. Dia juga yakin prospek bisnis koneksi internet masih akan terus diminati terutama untuk individu.

Ketika membangun Biznet, Adi pernah mengalami tantangan terberat sepanjang usaha. Dia merasakan yang namanya ditolak. Tetapi, di tahun 1998, kenyataan berbalik Biznet kemudian menjadi incaran perusahaan yang beralih dari yang murah. Mereka mengalami krisis keuangan hingga memilih menahan pengeluaran sewa gedung. Mau tidak mau koneksi internet menjadi pilihan utama. Adi sudah bersiap Biznet kala itu memiliki kecepatan maksimal mampu meyakinkan pelayanan menyamai provider lain.

Biznet hanya fokus membangun jaringan kabel optik hingga kecepatan meningkat. Adi enggan menyebut angkanya. Namun, pada saat itu kabel optik biznet telah berjalan dari 10 kilometer dari jalan Sudirman di tahun 2005. Akses internet terus meningkat sehingga membuat Biznet memiliki pelanggan baru walau kala itu harganya cukup mahal.

Akses cepat mendongkrak nilai penjualan Biznet lebih tinggi. Pelanggan mulai sadar memilih kecepatan dibanding harga yang ditawarkan. Mereka tidak leai memilih harga, apalagi dengan ekonomi yang mulai membaik. Percuma jika harganya murah tetapi harus menunggu lama untuk bertransaksi. Biznet tak ragu mematok harga premium kala itu.

Hari ini, Biznet telah memiliki kabel optik sepanjang 1.100 Km dari Serang sampai pulau Bali. Sebagai veteran sekarang karyawan Biznet meningkat dari  empat orang manjadi 1000 orang. Adi juga berpikir untuk mentarget koneksi individual seperti operator seluler. Untuk sekarang, Biznet tetap fokus untuk memberikan layanan internet ke korporasi.

Artikel Terbaru Kami