Jumat, 16 Januari 2015

Tips Usaha Katering Sukses Ala Pemilik Puspa Sawargi

 
Menjadi pengusaha karena terpaksa bukanlah satu mimpi buruk. Bukan pula mimpi dari satu usaha ke usaha lain. Mungkin kamu nanti takut gagal, tapi pasti justru, dalam keterpaksaan kamu tak akan lagi peduli apa itu kegagalan. Seperti kisah sukses Lynda Permatasari, menjadi pengusaha itu tak langsung mereguk untung. Ketika di PHK, barulah ia memutar otak lebih dari bagaimana menyelesaikan masalah. 

Uang pesangon pun dimanfaatkan sebaik- baiknya. Beda ketika kita masih memiliki gaji. Dia cuma memulai usaha katering kecil- kecilan. Dan, menunggu, dari tahun ke tahun barulah usahanya menggurita. Nyatanya perjalanan itu terbayar dengan nilai omzet miliaran rupiah. Awalnya, usaha Lynda lahir disaat krisis monter di tahun 1999. Sebagai seorang karyawan wanita paruh baya ini harus terima di PHK.

Dia waktu itu bekerja di Polaroid dan masuk menjadi salah satu yang di PHK. Terpaksa tak bekerja lagi, dia cuma bisa memenfaatkan uang pesangon senilai 200 juta. Dia lantas membuka usaha katering. Ruang tamu serta garasi di rumahnya disulap jadi kantor. Disana ia melayani pelanggan yang datang memesan. Awalnya dia cuma dibantu 11 pegawai, butuh waktu hingga akhirnya kini, ia memiliki 500 orang karyawan.

Ada 40 orang bekerja di kantor, di pantry ada 50 orang, di gudang ada 30 dan paling banyak ada di luar, yaitu 500 -an waitress. Semua karena event -nya banyak terangnya. Kala itu ia memanfaatkan harga. Target pasarnya murah tapi banyak dari kalangan menengah- ke bawah. Sejalan waktu ia kemudian memasan target menengah- atas. Semuanya dilakukan perlahan namun pasti. Sekitar 5 tahunan untuk kesemuanya.

Pelanggan bawel


Waktu awal- awal Lynda bercerita bahawa pelanggannya bawel- bawel. Banyaknya permintaan namun tidak mau jika harga dinaikan. Memang menawarkan usaha dengan harga semurah mungkin akan menarik banyak orang. Tapi membangun kredibilitas susah terutama membuat mereka benar- benar jadi pelanggan. Ia pun lantas melanjutkan waktu itu dirinya tetap melanjutkan, tujuannya: populartitas dan kepercayaan.

Ada semacam break point event intinya dalam usahanya itu. Kalau ada pun untung sedikit saja bisa sangat bersyukur. Selalu memenuhi keinginan klien tegasnya. Kepuasan merupakan jalan promosia terbaik itu yang menjadi kunci sukses bisnis katering ini. Usaha yang diberi nama Puspa Sawargi ini kemudain menawarkan macam layanan lain. Lynda pun getol untuk mengembangkan inovasi masakan.

Disisi lain, dia bersama usahanya Puspa Sawargia harus mempertahankan kualitas rasanya. Tak percaya? Boleh dicek deh rasa empal gentongnya di forum weddingku.com, yang masih juara sampai sekarang. Ada pula produk dendenga balado, yang pasti semuanya berbeda dengan katering biasa. Kamu tak bisa cuma jualan sekedar orek- orek kentang kami rasa.

Terus berapa omzetnya? Dengan perjalanan panjang membangun rasa dan popularitas, dan Puspa Sawargi benar- benar berjaya!

Lynda menyebut dalam wawancaranya dengan Liputan6. Pernah usahanya bisa menghasilkan omzet tinggi hingga 10 miliar. Dimana itu merupakan angka minimal jika kontrak event mencapai 100. Tapi kadang bisa lebih dari itu, bisa 250, 300, dan tentu omzetnya berkali lipat bisa 20 miliar mungkin. Dia tetap yakin akan usahanya ini. Satu yang patut kamu ikuti yaitu filosofi jika ada kelahiran maka akan ada pernikahan. Inilah yang jadi sasaran kamu!

"Yang penting kita memberi harga yang tidak mahal, kita bisa menjangkau masyarakat baik dari bawah sampai ke atas dengan harga yang tidak terlalu memberatkan mereka, kita memberikan inovasi, kreatifitas dan juga kepuasan kepada pelanggan yaitu jujur," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami