Jumat, 09 Januari 2015

Toko Emas Online Goldgram Indra Manurung

Profil Pengusaha Arie Indra Manurung 



Membaca peluang emas menjadi pria satu ini pengusaha mapan. Berkat analisanya yang tepat ia berhasil mendirikan toko emas online pertama. Kisah Arie Indra Manurung, dialah pendiri sekaligus pemilik toko emas online bernama Goldgram. Meski orang tua berbisnis emas, jangan pikir ia, dulu, mau berbisnis seperti mereka. Dia tipe orang yang mandiri. Arie memilih tidak ikut berkecimpung dengan bisnis keluarganya. Dan ia mengerjakan bisnis lain bukan emas.

Arie mengambil jurusan software engineer di Institut Teknologi Waikoto, Selandia Baru. Selepas kuliah, di tahun 1997, ia pulang ke Indonesia dan langsung bekerja. Berbekal gelar dibidang software ia lantas bekerja di sebuah perusahaan media bernama Forum Keadilan, pekerjaan pertamanya, ia bekerja sebagai supervisor website. Dua tahun bekerja mengembangkan website. Dia lantas ditarik bekerja di setasiun televisis SCTV, ia bekerja dengan Karni Ilyas di sana.

"Di SCTV saya menjadi staf mengurusi konten berita di website," terang lelaki berkacamata ini. Merasa jam kerja disana sangat menyita waktu. Ia akhirnya memutuskan mundur tepatnya di tahun 2000. Selepas itu orang tua Arie langsung menodongnya untuk berbisnis emas. 

Tujuh tahun lamanya ia mengelola toko emas miliknya. Dia lantas mendeteksi bahwa pelanggan datang tidak melulu cuma beli perhiasan. Mereka melirik emas batangan. Biasanya mereka cuma membeli dalam jumlah kecil cuma 5 gram -an, jelasnya. Ia sadar jika lebih dari itu alokasi dananya tak ada. Mulailah dari situ ia lantas terbersit untuk membuka layanan emas mencicil. Akhirnya di tahun 2007, Goldgram lahir, namun tidak begitu antusias.

Selama enam bulan memperkenalkan konsep emas dicicil. Dia tak mendapatkan pelanggan. Hanya ada satu- dua orang saja yang mengikuti programnya. Tak lantas pantang menyerah, Arie mencari tau perihal kenapa programnya terkendala. Alhasil ia menyadari satu hal: tak seperti di bank, tidak adanya jaminan keamanan di konsepnya membuat pelanggan berpikir dua kali. Investasi emas dengan sistem cicilan pun tetap dijalankan.

Toko emas


Goldgram tak memiliki jaminan seperi menabung di bank. Namun, ia tak menyerah, tetap melayani pelanggan yang segelintir. Dari mulut ke mulut, promosi nama Goldgram mulai santer terdengar. Hasilnya ada 700 orang nasabah atau pelanggan baru di tahun 2008. Dan sekarang sudah ada 13.000 pelanggan jelasnya kepada media kontan.co.id. Pelanggan Goldgram tak hanya dari Indoneasi, ada dari Malaysia, Dubai, Hong Kong, bahkan Australia.

Sebuah toko emas biasa di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Hanya saja Arie Manurung mampu melihat apa yang dibutuhkan pelanggannya. Dia pun segera membangun toko emas online bernama Goldgram. Dimana toko emasnya bisa punya pelanggan berkali- kali lipat. Di www.goldgram.co.id, transaksinya bisa menembus 5 kilogram per- hari. Jumlah nasabah pun ikut meningkat.

Arie mengklaim ini sistem baru di Indonesia, dan kami meyakininya. Dia menggunakan sistem yang kemudian diberinya nama Pool Accoun Goldgram. Sistem yang telah sah dipatenkan di Ditjen Hak Atas Kekayaan Intelektual pada 2008. Sebenarnya ia hanya menjalankan bisnis keluarga. Namun pengalaman di bidang IT membawanya jauh melampaui ayahnya dan kakeknya, yang telah menjaga toko emas itu sejak 1971.

Dia anak pertama dari empat bersaudara. Pria kelahiran Jakarta, 6 April 1975, hanya menjalankan tugas dari keluarga. Dengan fasilitas Pool Account kamu bisa membeli emas secara bertahap dengan cara mencicil. Investasi menguntungkan dimana kamu tidak cuma mendapatkan emas tertulis. Kamu mendapatkan emas itu berbentuk, cukup membayar biaya cetak, dimana Goldgram rela membelinya kembali dan semuanya itu bisa dilakukan secara online.

Dengan sistemnya ia pun jadi pemasok emas untuk beberapa perusahaan. Dia mengklaim banyak bank, baik bank Syariah atau konvensional, ikut aktif membeli darinya. Khususnya untuk pemenuhan hadiah kejutan untuk para nasabah. Ayah dua orang anak itu kemudian tak menyebut nama klien- kliennya itu (nama bank). Arie pun berekpansi dalam bisnisnya.

Pada Juni 2012, ia sukse mengakuisisi Bank Perkreditan Rakyat Syariah Attaqwa di Tangerang. Persetujuan Bank Indonesia pun keluar di September dan ia akan mengaplikasikan sistem itu di BPRS miliknya. Meski sudah dibilang pengusaha emas sukses, ada pula kendala ia alami. Salah satunya ialah kasus artikel di sistem Goldgram. Kasus antara Antam dan Goldgram, dimana ada artikel Investasi Cerdas Ala Rencana Emas milik Indra Surya.

Indra Surya (Antam.co.id) dituduh menjiplak karya e-book milik Arie Manurung. Hakim pun memutuskan kasus ini dimenangkan oleh Arie. Terbukti artikel itu jelas menjiplak rahasia dagang milik Goldgram. Dimana pihak Indra menjiplak ebook tersebut, dan mengakui miliknya. Dan untunglah Arie mendaftarkan ebooknya jadi hak cipta.

Artikel Terbaru Kami