Minggu, 18 Januari 2015

Mahalnya Google Glass Bukan Alasan Kegagalan


Menanti masa depan kacamata pintar


Berapa harga Google Glass? sekitar $1.500 atau sekitar 18 juta, ini sudah termasuk mahal jika dibanding kemewahan smartphone terbaru. Bahkan lebih mahal dari smartphon besutan Lamborghini. Namun taukah kamu ini bukanlah alasan kenapa Google menghentikan proyeknya. Ya, Google telah berpaling dari produk kacamata canggih ini. Menurut blog postnya: perusahaan tengah mengeksplor programnya.

Dikutip dari Wall Street Journal, dikatakan bahwa, perusahaan telah memindahkan lab -nya. Telah pindah dari GoogleX lab dan dipisahkan ke unit berbeda yang dipimpin oleh Ivy Ross.  Dan dia akan berkordinasi dengan sosok Tony Fadell.

Fadell sendiri adalah pimpinan Nest Labs, merupakan tempat bagi teknologi terbaru dikembangkan. Sebuah teknologi pintar seperti termostat atau detektor asap. Dimana Google telah membeli Nest Labs seharga $3 juta. Sinyal gagalnya Google Glass menurut versi Huffingtonpost bukanlah akan penolakan harga. Lebih nya karena masalah privasi.

Dengan Google Glass orang bisa merekam apa saja didepan matanya. Bayangkan apa yang terjadi jika ada sesuatu hal tak terduga. Seperti penyalah gunaan. Beberapa kasus serangan terhadap pemakain kacamata ini juga terlaporkan. Bahkan beberapa bar di luar telah nyata- nyata menolak pelanggan yang memakai ini. Lalu apakah yang terjadi pada Google Glass.

"Kami terus membangun untuk masa depan, dan kamu akan mulai melihat versi masa depan dari kaca ketika mereka sudah siap," tulis Google.

Meski jika dipakai secara individu ditolak. Nyatanya beberapa perusahaan melirik adanya kacamata pintar itu. Bahkan Intel secara terus terang tengah mengembangkan versinya sendiri. Perusahaan Virgin Airline telah menyebut ketertarikan akan produk ini. Sebuah masa depan untuk efektifitas sebutnya.

Ditangan Tony Fadell apa yang akan terjadi pada Google Glass. Belum ada pemeritahuan resmi. Namun, disebut oleh The Verge, Fadell tengah memikirkannya, tapi secara resmi dua tahun dibelakang akan ditinggal. Untuk masa depan, belum ada tanda- tanda nya, Meski begitu ada beberapa orang yang masih tertarik untuk membeli Google Glass hingga Januari ini.

Perlu diketahui Fadell dikenal akan campur tangannya pada produk Apple: iPod dan iPhone. Dan Google tengah mencari celah pasar yang disebutnya cocok bagi Fadell.

Artikel Terbaru Kami