Jumat, 02 Januari 2015

Kerajinan dari Limbah Pisang Ternyata Berharga

 
Bagaimana mengolah batang pisang menjadi barang ekonomi. Itulah yang tengah dicoba seorang Sholikin. Dan hasilnya, sebuah lukisan cantik, dari batang pohon pisang yang biasanya dibiarkan membusuk dan jadi limbah setelah buahnya dipetik. Dia hanyalah warga kampung Desa Combongan, Kecamatan Sukoharjo, yang punya cita rasa seni bagiaman agar limbah pohon pisang bisa dimanfaatkan. Caranya bagaimana?

Bagaimana cara mengolah batang pisang menjadi lukisan. Pertama- tama, Sholikin mengumpulkan pelepah pisang yang banyak di belakang rumahnya. Pelepah itu dikumpulkan, kemudian dikeringkan. Setelah benar- benar kering barulah diubah menjadi lukisan. Untuk membuat satu lukisan kamu cukup membutuhkan dua- tiga buah pelapah pisang. Semuanya telah diseleksi dan dibentuk sesuai keinginan.

Setelah bahan pelapah pisang cukup. Cukuplah Sholikin menempelkan mereka diatas sebuah papan. Lantas ia memberikan lem pada pelapah pisang yang disusun sesuai desain lukisan. Satu- persatu itu ditempelkan hingga membentuk gambar. Jika dilihat kita tak akan menyangka bahwa itu terbuat dari pelapah pisang. Sebuah usaha yang telah dilakoninya sejak 1980, dimana ia sukses membantu berbagai gambar lukisan dari bentuk masjid, pemandangan alam, dan bentuk lain.

Pelanggan setianya datang dari tetangga, tidak jarang mereka meminta lukisan khusus. Ayah dari satu anak ini bisa membuat dua buah lukisan kecil dan satu lukisan besar dalam sehari. Ia menyebut sebenarnya bisa saja menggunakan bahan lain. Tapi kelembutan serat pisang membuat lukisannya mudah dibentuk. Hasilnya juga lebih bagus dari bahan umum dengan limbah kayu contohnya. Selain itu proses pembuataany juga jatuh lebih mudah dan murah.

Semua cuma butuh ketrampilan dan kreatifitas.

Harga perlukisan dipatoknya seharga Rp.30.000 hingga termahal Rp.300.000. Semuanya akan tergantung akan tingkat kesulitan, ukuran, jenisnya. Tidak hanya berhenti di usaha lokal. Ia juga telah merambahkan usaha lukisan pelapah pisang hingga berbagai daerah di Jawa dan Bali. Selain sibuk membuat berbagai hal dengan limbah pisang. Ternyata, sosok Sholikin juga dikenal sebagai pembicara, utamanya itu tentang bagaimana mengolah berbagai kerajinan dari bahan limbah.

Artikel Terbaru Kami