Senin, 05 Januari 2015

Aaron Levie Jadi Jutawan Sederhana Karena Box


Lahir 1985, Aaron Levie tumbuh di Mercer Island hingga akhirnya berkuliah dan keluar dari kampusnya (drop- out), University of Southern California. Dia memilih keluar dari kuliah lalu membesarkan perusahaan komputer cloud dari kamarnya. Dia dikenal sebagai entrepreneur muda, entrepreneur Amerika dan inovator komputer. Dia la sang penemu layanan Box, sebuah platform komputer yang kemudian berubah menjadi Box.Inc; sebuah perusahaan penyedia jasa penyimpanan data.

Dari Box.com, Aaron berubah menjadi seorang multi jutawan dengan total aset $100 juta. Seorang CEO dari perusahaan yang berkembang pasat. Box.Inc menawarkan jasa kebebasan penyimpanan data gratis hingga premium. Kliennya sekelas Google dan Twitter yang mewakili era komputeisasi. Aaron yang selalu sibuk menulis kode di depan layar komputer bahkan sekedar keluar dari kamarnya. Dia yang tidak pernah meninggalkan kantor dari malam hingga dini hari.

"Saya berkerja sangat keras berjam- jam, saya suka apa yang saya lakukan. Saya sangat terstimulasi dan bergairah untuk bekerja," ucap Aaron.

"Tetapi di waktu sama, saya menyadari anda harus memiliki level tertentu untuk disiplin dan ketetapan hati untuk hidup sukses- anda harus kerja keras dan membuat lifestyle sebagai pengorbanan. Itu termasuk untuk semua orang."

Sukses instant


Aaron sendiri bukan lah termasuk orang yang suka kemewahan terangnya. Meski, perusahaan miliknya kini telah berkembang secara pesat menghasilkan jutaan dollar seketika. Dia menjalankan semuanya dari kamar di kampusnya dan kemudian pindah ke apartemen ditengah kota. Dia sebagai CEO dan pendiri sedangakan seorang teman Dylan Smith bekerja sebagai co- founder. Mereka berdua tidak pernah lepas dari kehidupan sekitar komputer sejak masa kuliah.

Perlu diketahui, mereka memulai juga dengan bersusah payah, seorang anak kuliahan saat itu yang memiliki sekedar uang untuk makan saja. Mereka mengawali akhir tahunnya dengan banyak berhemat, lalu kembali duduk di depan komputer sepanjang hari, dan makan mie instant. Seperti kebanyakan start- up bisnis, perusahaanya memiliki dana terbatas sebagai modal dan sumber modal terbaik mereka hanyalah kantong mereka sendiri.

"Kami memiliki uang yang sedikit untuk memulai. Saya harus membayar diri sendiri hanya $500 perbulan dan hidup dengan mie instan dan spageti."

"Dan untuk awal dua tahun pertama dan setangah tahun saya harus tidur di matras di kantor. Itu hidup seperti di sebuah kapal selam- Saya akan menggulung matras dan mulai bekerja. Saya akan pergi lebih dari dua hari tanpa keluar kantor."

Melaju empat tahun didepan, Aaron seharusnya hidup mewah dari bisnisnya. Ketika kini di usia 20 tahun, dia mengaku sama sekali tidak tertarik hidup mewah sama sekali. Baginya yang terpenting ia tidak lagi harus tidur di lantai dengan hanya matras. Dia yang memiliki apartemen cukup berkendara sekitar tiga jam ke kantor. Dia juga menikmati spagetinya selain mie instant. Bahkan ia sering terlihat beberapa kali melakukan sebuah pertemuan bisnis di McDonald.

"Saya yakin tidak untuk uang dan wibawa. Untuk saya itu tidak semenarik daripada orang yang berhasil hidup untuk menciptakan suatu produk. Itulah yang mendorong saya."

Box.com sebagai produk menawarkan layanan penyimpanan data, bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Google Apps, Gmail, Netsuite, dan Salesforce. Box.Inc sebagai perusahaan memberikan playanan freemium (free & premium), memberikan layanan gratis hingga berbayar VIP. Mereka sendiri memiliki moto bekerja untuk bekerja sama, dan berbagi untuk setiap file yang disimpan.

Layanan data cloud


Salah satu yang terbaik, jasa OpenBox memberikan sebuah platform berbagi tanpa batsa. Itu memungkinkan orang menyimpan dan membagi filenya di berbagai situs media seperti Twitter. Bahkan, Box hadir diaplikasi android untuk iPad dipertengahan 2012. Kita tinggal mengunggah aplikasi, menginstal, kemudian jadilah sebuah ruang khusus penyimpanan tanpa batas. Kita bisa mengupload agenda, foto, video atau aplikasi lain.

Perusahaan sekedar mencoba mengambil manfaat dari kurang efisiennya penyimpanan data. Levie melalui perusahaanya membuat orang tidak perlu membeli lagi hard drive atau server sendiri. Orang cukup menyewa tempat menaruh semua data ke Box lalu menggunakan gadget mengunduh filenya kembali. Mereka melayani penyimpanan file untuk perusahaan, bisnis kecil, dan bahkan personal. Inti dari layanan Box.Inc merupakan layanan menyangkut file sharing, kolaborasi, dan bekerja untuk file- file yang diupload di Box.com.

Di awal bisnis mereka mendapatkan investasi pertama dari Mark Cuban di 2005, dan naik disekitar $1,5 juta dari Dreper Fisher Jurvetson di 2006. Di akhir 2007, perusahaan mendapatkan beberapa investasi lanjutan sebanyak dua kali. Pertama, perusahaan mendapatkan $6 juta dan seterusnya $7.1 juta dari U.S Venture Partners dan Dreper Fisher Jurvetson. Dari keseluruhan, perusahaan Box.Inc mendapatkan $14,6 juta.

Pendapatan Box hingga sekarang mencapai $70 juta naik 160% dari 2011. Dan itu bernilai sekitar $1 miliar setelah mendapatkan banyak investasi. Itu tidak terlalu buruk sebagai bisnis yang diluncurkan di 2005 oleh dua orang drop- out. Mereka, Aaron Levie dan Dylen Smith, mampu menunjukan bakat mereka diluar masalah akademik.

Dari Oktober 2009, perusahaan mengakuisi Increo Solution, pengembang platform perangkat pembaca dokumen dan media bernama Blackboard dan Embedit. Hasilnya di 2007, Box meluncurkan kemudahan memasang, menimpan dan melihat file langsung dari mana saja kapan saja di seluruh jaringan internet dunia. Pertengahan 2012, perusahaan mendapatkan investasi $120 juta dari General Atlantic. Sekarang, Box.Inc memiliki total aset bernilai $1,2 atau $1,5 miliar.  

Kembali ketika pertama kali diluncurkan, di tahun 2005, banyak sekali orang yang belum pernah mendengar komputer cloud, dan tidak percaya akan teknologi itu. Mereka tidak yakin dengan berbagai isu keamanan serta jaminan kecepatan upload data. Hal itu menjadi tantangan tersendiri ketika Aaron harus bekera keras siang malan untuk membuktikan ini masa depan. "Anda harus mengingat industri komputer sangat berbeda di tahun 2005. Itu adalah lima tahun sebelum iPad lahir."

Box mendapatkan banyak penolakan dari investor. Mereka adalah investor yang potensial tetapi tidak bisa ikut menikmati booming layanan data cloud pertama kali. Tetapi, tetap percaya diri, ia tetap mencari investor yang lain dengan beberapa surat terbuka. Meski dari mereka kebanyakan berkata "tidak", tidak akan pernah menumbangkan semangat. Akhirnya, Box sendiri menjadi perusahaan yang menolak mereka (yang menolak). Aaron dan Box menolak segala pembelian dari sejumlah perusahaan tersebut. Siapa yang tertawa terakhir?

"Disana ada perubahan fundamental terus menerus untuk membangun dasar (dari industri komputer) yang Box miliki kesempatan yang tidak terbatas untuk maju. (untuk menjual) akan sangat menjanjikan di dalam kesempatan kami," dia berkata.

Artikel Terbaru Kami