Jumat, 16 Januari 2015

Industri Tenaga Surya Amerika Menggila

 
Panel surya merupakan masa depan Indonesia. Kenapa? Karena Indonesia hanya punya dua musim. Dan beberapa tempat di Indonesia memiliki suhu kering. Bahkan sulit ditumbuhi tanaman. Kembali ke panel surya, nampaknya, Amerika tengah tergila- gila akan proyek ini. Seiring tumbuhnya bisnis panel surya, begitu pula tumbuhnya lapangan pekerjaan. Tercatat lowongan pekerjaan tumbuh 20 kali dari tahun sebelumnya.

Di Amerika, menurut The Solar Foundation, badan non- profit ini menyebut di 2014 ada 31.000 lowongan pekerjaan baru. Dimana pekerja asal Amerika sekitar 173.807 di tahun 2014, atau lebih besar 21,3 persen dari tahun sebelumnya November 2013. Bahkan solar panel ini telah mengcover 1,3% total pekerjaan di Amerika. Bahkan lebih besar dari pekerja tambang atau minyak. Menarik kan?

Total selama 4 tahun industri solar telah menghasilkan 81.000 pekerjaan. Ini belum dengan bisnis berbasis solar dimana bisa lebih. Sebut saja spa bertenaga matahari, dan lain- lain yang mungkin bisa menambah total lowongan pekerjaan.

Dua peternakan panel surya besar bahkan telah online di California, mempekerjakan sekitar 400 pekerja masing- masing. Untuk tiga kuartal pertama 2014, lebih dari sepertiga (36 persen) dari kapasitas listrik baru dibangun di AS berasal dari sistem tata surya, menurut laporan dari Asosiasi Industri Energi Matahari. Tahun ini sektor surya mengharapkan untuk menambah 36.000 lapangan kerja, menunjukkan pertumbuhan lebih pada tahun 2015, kata The Solar Foundation. 

Pada saat yang sama, industri surya khawatir bahwa jika insentif federal, investasi kredit pajak, diturunkan (itu ditetapkan untuk berakhir tapi bisa diperpanjang) dalam waktu dekat, itu bisa mengekang beberapa pertumbuhan baru- baru ini di sektor ini. Inilah pula alasan kenapa harga minyak terus turun. Namun apakah kita harus santai dengan minyak yang turun.

Hai anak muda, kenapa tak membuka industri solar sendiri, atau membuka bisnis berbasis matahari?

Artikel Terbaru Kami