Kamis, 08 Januari 2015

Salahnya Pengusaha Pemula Disaat Berbisnis

  
Salahnya berbisinis tak salah untuk memulai. Tapi apakah kamu tau pengusaha juga salah. Beberapa hal ini menjadi kesalahan serius ketika pengusaha pemula berbisnis. Meski sepele tapi mematikan itulah kiranya mereka disebut. Dikutip dari Career Realism, pada dasarnya memilih keluar dari pekerjaan dan menjadi seorang pengusaha itu tak salah.

Tapi, bukan berarti kamu akan melakukan hal ini ketika kamu tak lagi bergaji:

1. Memulai bisnis tanpa rencana

Meski penulis bukan termasuk orang yang kaku soal ini. Namun, apa salahnya jika membuat satu rencana, apalagi bagi kamu yang sudah bekerja dan memiliki keluarga. Menjadi spontan bisa saja. Untuk pengusaha pemula yang masih berkuliah, menjadi spontan akan sangat membantu dalam berlatih. Siapa tau sukses?

Perencanaan ketika menemui halangan juga bisa. Beda dengan rencana mau bisnis apa. Ini lebih ke disaat kamu sudah berbisnis, pastikan model pembiyaan saat bisnis berjalan. Cari tau bagaimana cara mengajukan modal dari Bank, apa manfaat asuransi bagi bisnis kamu, atau bahkan, barang apa yang bisa kamu jual nanti ketika kehabisan modal. Ingat pengusaha pemula memiliki biaya minim, proyeksi yang bisa berubah, serta kemungkinan kegagalan pembukuan.

2. Mengurangi biaya iklan

Alih- alih mengurangi biaya iklan lebih baik kamu mulai mencari alternatif. Online marketing bisa jadi salah satu jalan bagi kamu yang berkantung cekak. Atau tradisional marketing dengan door- to- door. Katanya sih, kalau kamu mengurangi biaya iklan maka bisnis yang dijalani akan melambat. Faktanya menjadi agresif dengan cara tradisional dengan membagikan laflet bisa saja berhasil. Penjualan itu masalah komunikasi personal.

3. Tidak beradaptasi

Harus cepat beradaptasi. Pengusaha harus mengikuti ritme kerja sendiri. Nah, beda dengan kamu bekerja di kantor, jadi pengusaha berarti banyak waktu senggang. Dan waktu itu mahal bagi pengusaha! Pastikan kamu tau kapan saatnya bangun, makan sehat, menyusun strategi marketing dan menjual. Adapatasi juga termasuk bagaimana kamu melihat dunia digital.

Gunakan iklan atau marketing modern melalui sosial media, bangunlah klien tanpa tatap muka di Facebook misalnya.

4. Melakukan berbagai hal sendiri.

Pengusaha pemula berarti tak cukup memiliki tenaga ahli disana. Satu kesalahan fatal jika kamu nanti bekerja dengan orang lain, dan tak tau bisnis apa yang kamu kerjakan dengan patner kamu. Pastikan untuk segera beradaptasi sebagai bos diri sendiri. Mulailah dari mengerjakan, mengawasi, dan menjual hasil produksi kamu sendiri.

5. Bergantung pada satu kelompok pelanggan

Jangan berharap saudara kamu akan selalu membeli dari kamu. Janglah kamu terus menerus menawarkan apa yang kamu punya kepada teman- teman dekat. Ini bisnis sungguhan. Kamu harus menyusun strategi yang serius bagaimana menjual ke siapapun, dimanapun.

6. Berekpansi terlalu cepat

Namanya pengusaha pemula, pengusaha muda yang ingin cepat besar, tapi terlalu cepat berekspansi bisa jadi masalah. Fokus dulu dong pada satu bisnis hingga bisa otomatis. Pastikan kemampuan kamu terjamin pasca- bisnis otomatis dimana usaha kamu dijalankan orang lain. Menjaga lebih sulit dari memulai loh. Ekspansi juga berarti biaya meningkat. Kamu akan punya karyawan baru, usaha baru, dan tantangan baru.

Pastikan usaha utama telah kamu serahkan kepada orang yang tepat!

Artikel Terbaru Kami