Senin, 05 Januari 2015

CEO Portal Korea Daum Ekspansi Bisnis Jenius



Portal berita Korea


Lee Jeawoong adalah pendiri Daum Communications Corp, salah satu perusahaan terbesar dibidang web portal dan berbagai layanan internet gratis. Daum diresmikan pada 12 Februari 1995, awalnya hanya berupa layanan portal saja. Tetapi bukan sembarang web portal, ia membuatnya menjadi satu- satunya web portal dengan layanan terbesar. Kata daum sendiri berarti "next" atau "selanjutnya" dalam bahasa Indonesia.

Lee, kala itu, masihlah berumur 27 tahun ketika menemukan Daum Communications Corporation. Sekarang, dia berumur 33 tahun, dan web sitenya telah memiliki 24 juta pelanggan dan dikunjungi lebih dari 200 juta kali. Dia memulai ekspanis besar- besaran ketika berhasil melakukan merger dengan hanmail.net, situs layanan e- mail milik Korea. Setalah merger, dia membuka Daum Cafe, layanan forum yang berfokus pada komunitas anak muda.

Daum.net memberikan layanan bagi pengguna untuk berkomunikasi melalui e-mail dan forum komunitas. Perusahaan juga membuka pusat belanja online malalui ecommerce channel. Lee berfokus pada pengguna membuat kontent (User Created Content) dan pengguna menciptakan layanan (User Created Services). Ia menciptakan web portal yang membuat pengguna merasa memilikinya. Contohnya: pengguna akan menulis review film dimana pengguna lain akan memberikan komentar. Ketika itu pula pengguna bisa menawarkan sesuatu atau memberikan sesuatu.

Selain e-mail, forum, dan web portal, Daum memiliki mesin pencarinya sendiri yang disebut "Fireball". Pengguna akan menggunakanya, dan menghubungkan semua layanan milik Daum menjadi satu. Mudahnya Daum Corp akan menjadi halaman utama bagi pengguna dan pemilik akun tersebut. Dari NetRatings.com, mereka menyebut Daum.net memiliki 2,8 miliar log- ins dan menempati posisi dibawah website besar seperti MNS, Yahoo, AOL, dan Time Warner.

Bisnisnya tidak berubah semenjak peresmiannya oleh sang pemilik. Pendapatannya masih bersumber pada iklan online, e-commerce, dan layanan hosting. "Nilai masa depan itu penting, model bisnis dan struktur menejemen yang mampu mempengaruhi orang secara rasional dibutuhkan," ucap Lee kepada zdnet.com.

Dia mampu menunjukan bagaimana Daum bertahan lebih lama dan terus berkembang. Tahun 2000, Daum mencatat total pendapatan $22,3 juta, menunjukan kenaikan 268% di tahun lalu. Pendapatan yang tumbuh besar membuat nilai saham perusahaan terus naik. Ini juga memperhitungkan bahwa nilai iklan online yang terus bertambah, ekspanis di penjualan online, serta biaya operasional yang relatif kecil. Lee yakin dengan pertumbuhan pendapatan hingga 100 miliar won ($79,1 juta) di akhir tahun.

Ia mengatakan bahwa biaya operasional yang kecil membuatnya tidak perlua memisahkan layanan. Dia tidak perlu memisahkan antara iklan web portal dan e-commerce, keduanya memiliki satu kesatuan dan memiliki terget yang sama. Mudahnya, ini akan mempermudah masyarakat dalam layanan satu tempat. Lee menyebut 63% masyarakat Korea memiliki komputer pribadi dan setengahnya memiliki akses internet.

Bisnis teknologi


Dari 2003, Daum meluncurkan layanan baru yaitu asuransi kendaraan melalui sistem online. Perusahaan subsider yang diberi nama Daum Direct Auto Insurance, dan pada 2008, perusahaanya telah menjalin kerja sama dengan ERGO Insurance Group.

Tanggal 2 Agustus 2004, Lee sebagai CEO Daum Corp, mengumumkan pembelian Lyco.Inc seharga $95,4 juta dan ditutp pada 6 Oktober. Pembelian Lycos.Inc. membuatnya memiliki kepemilikan akan berbagai situs terkenal seperti situs Wired.com, tripod.com, angelfire.com, matchmaker.com, quote.com, dan hotbot.com. Penjualan termasuk kepemilikan akan merek Lycos diberbagai penjuru dunia termasuk di Eropa.

"Merek Lycos sudah diketahui umum dan disegani di seluruh dunia. Mendapatkan Lycos merupakan langkah alamiah untuk maju guna menjadikan usaha kami menjadi yang terdepan di pasar Asia kemudian menjadi yang terdepan di pasar dunia," ujar Jae- Woon Lee, president dan CEO Daum Communications Corp.

Daum menjual Lycos.Inc kepada untuk $36 juta kepada Ybrant Digital pada Agustus 2010. Dilihat harga yang diberikan perusahaan sepertinya mengalami kerugian besar. Tatapi Daum mengaku telah mendapatkan keuntung sejak 2004-2010, atau setekah enam tahun memiliki Lycos.Inc. Mereka melihat pada 2009 bahwa Lycos masih menghasilkan hasil yang berarti.

"Hasil dari penjualan Lycos, Daum akan mampu memfokuskan energinya dan mengembangkan bisnis hingga yang terdalam meliputi pencarian, layanan mobile dan pemetaan," ucap William Chao, CEO of Daum Corp. Daum akan memfokuskan energinya mencari bisnis yang sedang berkembang dan berdasar pada bisnis masa depan seperti mobile, LBS, SNS, dan mesin pencari.

Dimasanya, Lee disebut salah satu pahlawan di bidang internet. Ia merupakan salah satu dari sedikit orang yang sukses di bisnis tersebut. Ditanganya Daum tumbuh tidak hanya berbisnis online saja tetapi berbagai macam usaha (berbasis internet). Daum menjalankan bisnisnya meliputi belanja online, pariwisata dan terkakhir asuransi. Bisnisnya dikatakan menjadi terbaik nomor 1 di pelayanan online di bidang pariwisata.

Ia tidak menghadapi semuanya dengan mulus. Setelah pembelian Lycos di 2004, dia mulai terlihat kehilangan kemampuannya menentukan bisnis. Terakhir Daum Direct Car Insurance, Lycos, dan beberapa bisnis lain mengalami kerugian hingga 15,2 juta dollar. Hasilnya, ketika terjadi isu penjualan anak usaha miliknya, harga saham di pasar pun ikut terjun turun. Meski begitu, Lee mangku lebih suka untuk membeli daripada menjual bisnisnya.

Pada 2007, ia telah menjadi pebisnis sukses dan menjankan tugasnya sebagai CEO Daum Corp. Dia telah mengajukan pengunduruan diri sebagai president Daum. Tetapi ia tidak pernah berhenti bekerja, salain Daum Communications Corporation, dia menjadi CEO dari Daum Foundation. Sebuah usaha dimana kegiatanya fokus pada bidang non- profit (tidak mencari untung) dan layanan media.

Dia adalah pengusaha yang tertarik pada usaha sosial dan industri internet atau media. Dia berperan menjadi anggota berbagai perusahaan internet atau media dan non- profit. Ia memiliki gelar B.S dan M.S dari Yonsei University. Lee juga disebut Young Global Leader dari World Economic Forum. Sekarang, dia fokus pada "sopoong" yang merupakan usaha sosial terutama menetaskan perusahaan- perusahaan baru di bidang usaha sosial.

Artikel Terbaru Kami