Senin, 22 Desember 2014

Tips Membuat Portfolio Foto Bisnis


Portfolio foto online dan offline


Menjadi fotografer itu tentang bebas berekspresi. Tapi, bisnis tetaplah bisnis, kita tetap berekspresi namun tatap menjual. Dalam dunia fotografi di era internet, 10 persen merupakan kemampuan teknis, sedangkan sisanya adalah kemampuan marketing foto. Banyak cara untuk menjual keahlian kamu nantinya. Ada yang namanya portfolio foto. Medianya banyak ada blog atau sosial media.

Portfolio foto pastilah masih asing ditelinga kamu. Ringkasnya ialah kumpulan dokumen atau informasi tentang kamu. Tentang karya kamu dibidang fotografi. Sebuah media dokumentasi hasil- hasil karya kamu. Melalui media ini maka kamu akan mendapatkan penilaian. Penilaian apakah kamu pantas untuk menerima order dari mereka.

Dikutip dari blog.poetrafoto.com, ada bebarapa hal yang perlu kamu tau sebelum membuat portfolio. Sebelum terlalu bersemangat untuk membuat portfolio foto, sebelum mulai untuk menjual foto kamu, berikut 7 hal yang perlu kamu tau dalam membuat portfolio foto:

1. Pilihlah foto yang menggambarkan ciri khas. Ketika membuat portfolio ada baiknya tidak melulu tentang hal- hal terbaik. Yang terpenting itu ciri khasnya menonjol. Fungsinya agar pelanggan tidak berharap terlalu muluk. Disisi lain, dari ketidak terbaikan, mungkin disana ciri khas kita akan lebih menonjol. Selain itu definisi bagu setiap orang berbeda- beda.

2. Fotografer itu tergantung berbagai hal. Ada mood, peralatan, kondisi lapangan, obyek foto dan faktor lainnya. Yang terpenting jaga ciri khas kamu tetap tampil. Jangan pula berlebihan, ingat yang berlebihan itu tidak baik. Seorang fotografer harus mengukur kemampuannya. Jangan membebani diri.

3. Jangan batasi jumlah foto kamu di internet. Medianya bisa banyak sekaligus. Sekali lagi konsistenlah untuk mengupdate foto terbaru sejalan dengan langkah promosi. Tidak harus membuat website sendiri, ada juga blog gratisan atau sosial media. Sebut saja Flickr, Facebook, Instagram, Tumblr, Pinterest.dll

4. Untuk portfolio cetak usahakan beberapa lembar saja. Terkadang pelanggan bisa jenuh membuka- buka tiap lembaran. Dalam fotografi cantumkan apa yang kamu minati: foto model dan fashion, pre- wedding, foto lanscape. dll. Jika bisa pisahkan tiap kategori berbeda folder atau media.

5. Gabungkan offline dan online. Artinya kamu punya berupa album dan online berupa blog atau sosial media. Ingat untuk memperhatikan kualitas foto dalam portfolio, desain background blog atau sosial media, ini akan menunjukan tingkat kreatifitas kamu. Jika dana kamu cukup, untuk album offline, bisa membuat variasi ukuran untuk menambah kredibilitas kamu.

Untuk online perlu diingat susahnya menjadi privasi. Foto kam bisa dicuri atau digunakan untuk hal yang diluar kegunaanya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut gunakan tanda air pada foto. Buatlah untuk seminimal mungkin, jangan lebar menyelimuti foto, taruh tanda air di pinggiran. Isinya itu bisa saja tema, nama model, karya siapa.

Artikel Terbaru Kami