Rabu, 17 Desember 2014

Media Masa Bisa Saja Menipu Kamu Sobat

Rumor trader jenius


Jangan percaya dengan media asing. Atau anda sebaiknya jangan terlalu mudah tertarik akan isu cepat kaya. Meski kenyataanya ada orang bisa kaya mendadak. Tapi apakah mungkin dalam semalam. Seperti kisah minggu ini, seorang anak SMA bernama Mohammed Islam, baru berumur 17 tahun. Islam disebut- sebut dalam sebuah laporan di Majalah New York, dia  telah menghasilkan Rp.864 miliar. 

Sebuah artikel tertulis yang agak berlebih ketika menyebutnya menghasilkan uang itu disaat makan siang. Dia menambahkan dalam artikel tersebut: Islam menggunakan uangnya untuk membeli BMW. Dia bahkan belum punya SIM, tambahnya. Mohammed Islam merupakan anak dari warga imigran. Dia sendiri memang aktif dalam sebuah klub investasi saham bernama Investment Club for Young Trader.

Sementara itu beberapa kenalannya di sekolah menyebut semuanya hanya rumor. Dan, Islam sendiri tak mau mengelak ketika ditanyakan hal ini. Dia hanya menyebut "menghasilkan tujuh digit angka".

"Apa yang membuat dunia berputar?," tanya seorang wartawan. 

"Uang," jawab Islam



Dalam sebuah wawancara ulang oleh Business Insider, temannya Damir Tulemagabetov, menyebut apa yang ada diangka itu tidak sepenuhnya akurat. Meski begitu ia tetap meyakinkan sobatnya itu pantas, dia jenius, dia cerdas dalam bermain saham. Ketika ditanya tentang catatan untuk membuktikan hal itu. Tulemagabetov pun menolak. Sementara itu Islam tak merespon ketika Business Insider menghubunginya.

Rumor yang begitu gencar berasal dari salah satu jurnalis New York Magazine. Dari rumor tersebut, Islam dan sobatnya telah mendapatkan janji wawancara khusus di CNBC. Tapi sekali lagi ketika Business Insider mencoba membuktikan itu kepada teman- teman lainnya; itu hanya rumor.

Investment Club for Young Trader, dimana Islam adalah anggota, mengirim Business Insider pernyataan itu, mengenai angka $ 72 juta atau Rp864 miliar tersebut bukanlah benar. Dalam surat tersebut bahwa pemimpin klub telah meyakinkan bahwa Islam mengakui itu dilebih- lebihkan media masa. Tentang angka sebesar itu hanyalah sensasi belaka.

Kemudian sahabatnya, Tulemagabetov menambahkan itu bukanlah tentang uang. Ketika Business Insider lagi mencoba bertanya tentang P&L Statement (press release angka); lagi- lagi ditolak. Pria ini semakin ngotot bahwa uang bukanlah apa yang penting. Dia dan Islam tengah mengerjakan sesuatu. Tulemagabetov pun meminta pihak Business Insider untuk menunggu wawancara CNCBC untuk semuanya.

Dalam 24 jam, Islam telah menjadi terkenal. Secara tak spesifik dia menyebut tujuh digit angka. Dia tengah menjadi sorotan dunia. Di Senin kemarin, Islam telah menjernihkan semua tentang wawancara dengan majalah itu. Ia kemudian mengaku bahwa apa yang didapatnya hasil dari "simulasi" saham. Dia tidak benar- benar menghasilkan apapun. Bahkan dia belum pernah bermain saham apapun. Apa yang dihasilkannya kala itu mungkin uang simulasi semata.

Islam mengaku kepada Majalah the Observer, bahwa kedua orang tuanya marah ketika artikel itu muncul di Majalah New York. Bahkan kedua orang tuanya tak mau mengakuinya sebagai anak jika apa yang dikatakan di majalah adalah kebohongan.  Islam pun tak tahan dengan tekanan tersebut. Dia jadi depresi. Dia telah mengakui semuanya dalam dua hari sejak artikel itu dipublikasikan. Apa yang mereka telah lakukan hanyalah "bermain" saham, dan itu berhasil.

"Jujur, ayah saya ingin tak mengakui saya. Ibuku pada dasarnya mengatakan dia tidak pernah akan berbicara dengan saya. Moral mereka bahwa jika saya berbohong tentang hal itu dan tidak memperbaiki sendiri nanti maka mereka tidak lagi bisa mempercayai saya. ... Mereka tahu itu bohong dan mereka pada dasarnya ingin membunuh saya dan saya belum berbicara dengan mereka sejak itu, " kata Islam melanjutkan.

Mereka bersama- sama mengatakan bahwa mereka menyesal.

Artikel Terbaru Kami