Sabtu, 13 Desember 2014

Rumah Warna Usaha Kecil Berbasis Orisinalitas

 
Usaha kecil yang didirikan tahun 2013. Sejarahnya, dimulai dari pasangan kreatif, pasangan suami istri yaitu Nanang dan Ane. Keduanya memang hobi membuat pernak- pernik. Salah satu usahanya hanyalah produk frame. Waktu itu keduanya hanya menjual dalam jumlah kecil. Usaha rumahan lah, orderannya hanya 10- 100 pcs per- bulan, itupun dari saudara.


Seiring waktu usaha kecilnya berkembang juga aktif memproduksi produk baru. Mereka memproduksi box dan memperkenalkan ke halayak sebagai industri rumahan. Berawal dari usaha membuat bingkai kecil. Nanang hanya bermodal 50 ribu rupiah. Yang membuatnya laris karena dia dan istrinya membidik anak- anak ABG. Usahanya kemudian disebut Rumah Warna. Usaha itu tumbuh pesat dengan memproduksi berbagai produk lain.

Pada akhir 2003, untuk produk bingkai foto saja, keduanya mampu mendapatkan order 10.000 pcs per- bulan. Nanang semakin berkonsentrasi dengan usaha Rumah Warna -nya. Masih mengusung target pasar yang sama, merek mulai membuat tas, dompet scrapbook, bingkai sampai seprei dan bed cover. Kesemuanya itu dibuat warna- warni lucu. Pada tahun 2004, produk- produk yang dihasilkan oleh Rumah Warna mulai diberi label sebagai pengenal identitas produk.

Saat itu pula Rumah Warna mempunyai 3 orang karyawan tetap.


Pada tahun 2005, mereka mulai aktif mengikuti berbagai pameran di kawasan Yogyakarta. Brand Rumah Warna mulai dikenal. Pegawai pun meningkat sejalan dengan jumlah pesanan jadi 10 orang dalam satu tahun. Sebagai catatan di Yogyakarta pameran industri kreatif memang rajin dilakukan. Ini cocok bagi anda yang sedang merintis bisnis maka datanglah ke Yogya. Pada 2006 sebuah showroom dibangun Rumah Warna di Ring Road Utara.

Tempat showroom ditujukan untuk memajang produk warna- warni mereka. Disana mereka menerima order dari pengunjung. Semua transaksi jual-beli produk- produk dari Rumah Warna ada disana, hingga melalui sistem online. Sementara itu produksi produk- produknya dihasilkan di rumah yang disulap jadi pabrik kecil. Sebagai catatan untuk karyawan produksi total 20 orang pada 2006. Ditambah karyawan di tokonya. Di tahun 2007, jumlah karyawan jadi 40 orang menjadikan usaha kecil ini jadi usaha menengah.

Jumlah karyawan jadi 72 orang, mulai awal tahun 2008, Rumah Warna telah resmi mengontrak sebuah rumah dengan ukuran yang cukup sebesar. Rumah itu dijadikan tempat produksi yang berlokasi di JL. Pandean Sari no.8 Condong Catur Yogyakarta. Hingga saat ini jumlah karyawan produksi yang mencapai 60 orang dan 30 arang untuk non produksi. Jumlahnya ada 2 pabrik di Kutoarjo dan Bantul yang produksi normal hariannya bisa mencapai 35 ribu per bulan.

Ada 6 Show Room yang tersebar di seluruh wilayah yogyakarta, Solo dan Semarang, yaitu : (1) Ring Road Utara, Pandega Satya 15A Yogyakarta; (2) Mal Galeria Lt.2 Yogyakarta; (3) Plasa Ambarukmo, Lt. Lower Ground Yogyakarta; (4) Mal Malioboro, Lt. Upper Ground Yogyakarta; (5) Solo Grand Mall Lt.1 Solo; (6) Mal Ciputra – Simpang Lima Semarang. Dan untuk omzet, Nanang menyebut angka 4 miliaran rupiah.
 
Kini, Rumah Warna juga sudah memiliki 70 outlet di penjuru Indonesia. Malah Rumah Warna sempat membuka outlet di Jepang dan Prancis. Sayangnya, Nanang kurang mempersiapkan diri dengan pembukaan pasar tersebut,  permintaan disana justru terlalu tinggi dan tak sanggup dipenuhi oleh pabrik yang ada. Apa rahasia suksesnya terletak pada fokusnya pada produk hand made. Meski jadi kurang efektif untuk produksi ke luar negeri, nyatanya produk Rumah Warna selalu unik.

Ia masih punya mimpi. Meski tak bisa secepat pabrikan bermesin. Nanang tetap akan mencoba merembah  ke pasaran luar negeri. Dia juga mematok 500 cabang untuk produknya.

Blog: myhomy90.blogspot.com

Situs: rumahwarna.co.id

Artikel Terbaru Kami