Rabu, 31 Desember 2014

Prospek Usaha Green Souvenir yang Ramah Lingkungan

 
Sukses Fathul Maki tampatnya tak bisa diduga- duga. Awalnya sih, mau mengolah limbah saja, nyatanya usaha barunya ini terjual puluhan ribu. Green Souvenir, kiranya itu nama usahanya kini, produk kreatifitas dari tanaman yang kian populer untuk dibisniskan. Ditengah penjualan tanaman hias umum yang terus menurun, adanya green souvenir Maki setidaknya memberikan harapan baru. 

Memanfaatkan hangatnya isu pemanasan global. Menjual tanaman hias yang kecil, mungil, dan imut, dimana kamu gak perlu repot merawatnya. Seperti tagline souvenir, berarti produk satu ini bisa dijadikan oleh- oleh atau hadiah, beda dengan tanaman pot besar lain. Biasanya tanaman yang menggunakan konsep dari green souvenir antara lain adenium, kaktus dan sukulen, adapula soka, melati, serta aglaonema.

Hasilnya cantik, dan dengan kretifitas Maki, hasilnya bisa sangat dekoratif untuk diletakan di meja ruang tamu. Pria yang bekerja sebagai Marketing Manager Istana Alam ini, menunjukan kita usaha ini bisa dikemas apapun. Adapun dia menjelaskan kamu bisa menggunakan rotan, pot keramik, plastik, mika, atau bahkan kita bisa kemas dengan gelas, jelasnya.

Prospek Green Souvenir


Pemanfaatan media berupa hidro gel sangatlah membantu. Pengaplikasian berbagai media inilah yang sukses membuat green souvenir lebih terjual. Maki juga menambahkan kreasi lain, melalui limbah steorofom, yang menumpuk. Limbah- limbah tersebut dibuat sekreatif mungkin olehnya menjadi produk menjual. Harganya? Kamu bisa mendapatkan dengan aneka harga sesuai kreatifitas dan jenis tempatnya selain harga tanaman pada umumnya.

Sebut saja ada souvenir adenium, melati dan soka ditawarkan Maki jadi seharga Rp 6.500,00 sampai Rp 11.500,00/pot. Sedangkan jenis kaktus bisa lebih mahal yang dihargai Rp 7.000,00- Rp 12.000,00/pot, dan untuk souvenir aglaonema dipatok dengan harga Rp 10.000,00 sampai Rp 15.000,00/pot. Untuk pasaran produknya itu umum jadi bisa dijual untuk siapa saja, bahkan si kecil. Target pasarnya dari ibu rumah tangga, sampai perusahaan- perusahaan di Indonesia.

Biasanya, produk green souvenir akan ramai diburu konsumen, biasanya untuk souvenir pernikahan, souvenir acara seminar atau talk show dan workshop, serta sering pula dipesan oleh instansi dan lembaga pemerintah yang didalamnya mengusung Go Green. Harganya yang terjangkau, cara pembuatannya sederhana, maka bisa dibilang ini bisnis cukup menjanjikan. Untuk produk yang banyak dibeli, Maki menjelaskan produk yang menggunakan bahan mika paling laris.

Mika itu akan dibuat menjadi tabung dengan bantuan pralon. Kemudian tabung itu akan dilem dan dilas dengan steorofom. Kamu cukup menambahkan pemanis pita dan tali untuk menenteng souvenir. Peluang dari usaha ini menurutnya masih bagus, hasilnya, Maki sukses memasarkan produknya ke berbagai penjuru daerah. Nama produk ini juga mulai terdengar, menggaung membuatnya banyak dicari masyarakata luas. Jadi bagi kamu yang punya ide buatlah green souvenir kamu sendiri, atau jadikan ini usaha.

Artikel Terbaru Kami