Selasa, 16 Desember 2014

Kisah Pramugari Banting Stir Jadi Pengusaha Spa


Biografi Henny Maria Anastasia


Bagaimana sukses menjadi pengusaha spa, berikut kisah Henny Masi Anastasia. Bagi anda yang mencintai dunia kecantikan mungkin mengenal namanya. Dia dikenal sebagai pengusaha, pakar, dan pelatih. Namanya tercatat sebagai pemilik The Secrets Spa dan Beauty Training Centre. Dia telah tercatat melahirkan banyak entrepreneur dan profesional dibidang kecantikan. Memulai usaha dari salon, bisnis spa miliknya menjulang tinggi. Semua berkat kecintaanya akan dunia kecantikan.

Menjadi pengusaha berarti merasakan pahit getirnya berusaha. Henny mengisahkan perjalanan hidupnya dulu dimulai sebagai seorang pramugari. Dia memulai karir sebagai seorang pramugari Garuda Indonesia sejak tahun 1984. Profesi yang membawanya banyak bepergian ke luar negeri. Beberapa negara tempatnya singgah juga menawarkan perawatan kecantikan tubuh dan wajah. Mungkin dari situlah ketertarikan Henny akan dunia kecantikan timbul.

Ia pernah merasakan gangguan dikulitnya. Dari perjalanan ke luar negeri, serta belajar dari sana- sini, ia jadi paham bagaimana merawat kulit dengen benar. Dia sudah "nyemplung" ke dunia kecantikan di usia 20 tahun. Meski begitu menjadi pengusaha itu lain cerita. Pada 1987, ia akhirnya memutuskan melepas pekerjaannya sebagai pramugari.

"Sejak itu pula saya membuka usaha salon di Jakarta dengan nama Salon Henny. Saya banyak belajar masalah bisnis kecantikan rambut dari Rudy Hadisuwarno. Dalam waktu singkat, saya sudah memiliki kompetensi sebagai hairstylist," jelasnya.

Ya, memulai usaha spa dari nol. Dia bermodal salon bernama Salon Henny. Pandangannya tak hanya terpaku pada bisnis spa. Dia memulai secara total tentang segala perawatan tubuh dan wajah. Saat itu jelasnya masih belum ada kursus kecantikan khusus. Henny kesana- kemari belajar dari banyak beauty class dari produk- produk kecantikan. 

Salon Henny sendiri didirikan pada tahun 1988 di Kelapa Gading, Jakarta. Ini adalah perwujudan keseriusan."Dengan modal seadanya, dan pemahaman yang ada, saya nekat membuka salon sendiri, untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dalami," ujarnya, setahun kemudian, barulah dirinya masuk dunia perawatan kecantikan kulit dan spa. Untuk usaha pertamanya ini anda jangan berpikir mudah. Berbisnis salon bukanlah perkara mudah apalagi tempatnya tak strategis.

Waktu itu ia menjelaskan Kelapa Gading dikelilingi tanaman eceng gondok. Lingkungan usahanya sangatlah sepi. Meski sepi pelanggan tak membuatnya berhenti. Seiring waktu, muka Kelapa Gading berubah, anda pastilah tau perumahan disana ramainya. Akhirnya, usaha Salon Henny mulai didatangi banyak pelanggan. Ia menyebut tempatnya merupakan salon pertama berspesifikasi lengkap. Beruntung dia tak langsng berpikir akan pindah. Semuanya berlangsung cepat berubah rejekinya.

Sukses Salon Henny membuatnya yang menggunakan produk PT. Lankom, ketiban rejeki lain. Mendengar bahwa usaha Henny sukses. Merek mengajak dirinya untuk memperdalam ilmu kecantikan hingga ke Paris. Singkat cerita, Henny belajar di Institut of Lancome selama 3 bulan. Dia belajar bersama Beauty Specialist Lancome, Mrs. Ann Marie, yang selalu merawat kecantikan artis-artis di Paris dan dunia. Disisi lain, ia juga peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.

Usaha spa


Henny mulai mencoba- coba membuka layanan spa di salonnya. Di tahun 1992, usaha spa masihlah belum selaris sekarang. Jadilah usaha kecilnya menjadi besar berkat penambahan bidang ini. Sekitar tahun 1998 -an, dimana spa mulai digemari, usaha ini tumbuh subur tak terkontrol. Usaha spa jadi terdengar negatif bagi masyarakat. Henny sempat merasa kecewa karena justru ketika pesatnya, banyak orang tak bertanggung jawab yang justru mencoba menyalah gunakan spa.

Disaat bisnisnya semakin besar. Ia mendapatkan cobaan lagi, tapi bukan dari bisnisnya. Kali ini, Henny dinyatakan tengah menderita penyakit kanker. Hingga ia harus rutin berobat hingga ke Singapura. Inilah yang membuatnya vakum dari dunia spa hingga tahun 1999. Dalam perjalanan berobat dan pemikiran untuk balik memperbaiki spa. Dia ingin pendidikan tentang kecantikan betul- betul ada. Henny lantas langsung berpikir untuk belajar kembali di universitas.

Kuliah S1 di Universitas Atmajaya jurusan Bimbingan Konseling dijalaninya selepas sakit. Tujuan dari apa yang diusahakannya kali ini ialah agar dia memiliki otoritas untuk mengajar dengan baik dan benar. "Setelah selesai kuliah tahun 2004, saya pun banyak diminta mengajar tentang kecantikan di berbagai instansi seperti karyawan perbankan, pegawai penerbangan, dan instansi lainnya," ungkap Henny. Setelah bisnis spa -nya di Jakarta pesat, ia mulai membangun cabang bisnisnya di Makassar.

Cabang bisnis spa -nya disana diberinya nama Secret Spa. Pemilihan cabang di Makassar sebenarnya tidak lah menguntungkan, kata temannya. Kota itu dianggap kota kecil tak berkembang tapi Henny tak putus asa. Tepat di tahun 2005, usaha spa -nya dibuka dengan 3 karyawan termasuk dirinya. Ia turun tangan langsung dalam bisnisnya di Makassar. Sebelum spa menjadi gaya hidup, dan untuk menghilangkan kesan negatif dari spa, Henny ikut aktif menulis selain mengurusi dua usahanya.

Menulis tentang manfaat spa serta kegunaannya. Ternyata dari cara ini cukup membantu mengikis citra- citra negatif di mata masyarakat.

"Akhirnya spa yang saya kelolah di Makassar semakin pesat. Dan pada tahun 2006 saya menamba pegawai sebanyak 20 orang, karena pelanggan saya semakin banyak," terangnya.

Mengembangkan industri spa, Henny harus terus belajar, dan dibuktikan dengan melanjutkan kuliah S2 di jurusan magister kebijakan publik. Ia memilih jurusan ini karena ingin membangun industri spa dari kacamata kebijakan publik. Melalui program magister itulah ia menjadi sosok yang disegani. Pendapatnya begitu kuat di dunia spa, bahkan bagi pembuat kebijakan publik. Selepas program pasca- sarjana, ia menyusun apa- apa yang disebutnya upaya membangun bisnis spa.

Tahun 2010, ia bergabung dengan Asosiasi Spa Indonesia (ASPI), hingga ia ditunjuk menjadi ketua Aspi di daerah Sulsel. Henny terus memberikan kontribusi untuk kemajuan industri spa di tanah air. Dia terus menulis bagi anda yang ingin berbisnis spa. Ini terbukti dengan buku yang berjudul "Cantik, Sehat, Dan Sukses Berbisnis Spa". Berkat karyanya tersebut, Henny kemudian dipanggil oleh Kementerian Pariwisata dan memberikan penghargaan karena aktif mengembalikan citra spa ke arah positif.

Untuk membantu Kementrian Pariwisata waktu itu. Ia bersama ikut menyusun apa yang namanya Standar Usaha dan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Ini semuanya diciptakan untuk membanguns satu standar yang jelas tentang spa. Harus ada kualifikasi dan profesionalisme yang baik. Konsep itulah yang kemudian digodok menjadi Peraturan Menteri.

Jika ditanya apa yang membuatnya menjadi pengusaha sukses. Itulah yang kita sebut prinsip. Prinsipnya yang harus terus belajar memperdalam ilmu. Dia juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Dia tak mau sendirian sukses. Buktinya ia membuka tempat pelatihan kecantikan tubuh dan wajah. Henny punya apa yang disebut standar kompetensi yang baik sebagai pengusaha spa. Berkat kerja kerasnya ia dapat menjadi dirinya yang sekarang. Sukses menghasilkan omzet 200 juta per- bulan, itu hanya dari tiga cabang spa di Jakarta dan Makassar.

Profil pengusaha


Nama: Henny Maria Anastasia S.Pd.M.E

Usaha : -The Secrets Spa dan Beauty Training Centre
            - PT. Tritunggal Megacitra Harmony Realty
            - PT. Tritunggal Pandusakti Bhakti Pertiwi

Pendidikan:

Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, bidang Managemen dan Perencanaan Kebijakan Publik

Organisasi : -Ketua Bidang Marketing Lembaga Sertifikasi SPA Nasional Indonesia
                  -Ketua V Bidang Komunikasi  Informasi dan Teknologi,  HIPKI

Artikel Terbaru Kami