Kamis, 25 Desember 2014

3 Bisnis Pengusaha Kepepet Indonesia

Jurus Pengusaha Itu Kepepet




Ia dikenal sebagai salah satu pelopor waralaba di Indonesia. Bisnisnya simple yaitu bakso khas Malang yang didapatkan dari berguru langsung. Apa yang membuatnya menjadi pengusaha? Tepat sejak 1997, Eko telah banyak menjajal berbagai jenis usaha termasuk MLM. Namun ia tetap pasrah meski sedikit trauma karena selalu berakhir kegagalan.

Kepepet mambuat hidupnya berbalik 180%, dimana kini dirinya menjadi pengusaha sukses. Dimulai dari sebuah usaha dompet dan tas produksi Tanggulangin, Sidoarjo. Dari bisnis ini, ia mendapatkan kesuksesan lumayan dimana berhasil menjual hingga mal- mal di Jakarta. Kembali gagal dan terpepet atas kebutuhan hidup, ia pun memulai bisnis lagi dimana sasarannya ialah warung bakso. Tak mau setengah- setengah untuk mengusai pasar, Eko rela berguru ke sumbernya hingga membuka warung bakso pertama di 2006.



Kisahnya dimulai dari kesusakaanya akan sepatu sneaker. Bukan hanya sepatu pasaran namun ia mengincar yang paling langka. Dari sanalah Farah belajar tentang arus ekspor impor barang dan akhirnya menjadi penjual sendiri. Perjalanan itu panjang hingga dirinya mahir berbisnis tanpa rasa takut berbisnis. Bisnis jenis dropship miliknya memang rawan dan harus memiliki bekal memadai.

Dari akun Twitter (@farcee) ia pun mencari tau strategi bisnis terbaik melalui akun seorang pengusaha muda, Bong Chandra. Dari Bong Chandra, Farah mulai membuka wawasan lalu mulai berkenalan dengan banyak pengusaha muda. Ia pun bertemu Jaya Setiabudi yang memang ramah dalam urusan bisnis. Jaya tak segan menceritakan bisnisnya kepada Farah. Dari buku The Power of Kepepet, ia memutuskan untuk berbisnis sendiri bahkan mengeluarkan merek sepatunya sendiri Farceee melalui toko online.

3. Yasa Singgih


Ia yang melihat ibunya sering sakit- sakitan meras perlu ikut bekerja. Sejak kelas 3 SMP, ia memberanikan diri sebagai seorang pembawa acara. Di umur semuda itu ia telah membawakan berbagai acara termasuk acara sebuah merek rokok. Setelah kontrak selesai Yasa memilih keluar dari pekerjaan itu. Dia yang masih muda kemudia berbisnis lampu warna- warni. Dari satu bisnis ke bisnis lain namun belum memenuhi hasrat kewirausahaannya.

Dia menjadi sosok yang tangguh dan berani. Melalui sebuah buku yang berjudul "The Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi dimulailah sebuah ide gila. Ia ingin membuktikan teori tersebut. Hanya bermodal nekat dan 500 ribu dimulailah perjalanannya menjual kaos bergambar Soekarno. Bisnis dadakan ini gagal total. Namun, tak berhenti disitu, dia bahkan menghabiskan 4 juta untuk membeli berbagai kaos di Tanah Abang. Tak berjalan lancar lagi bisnisnya laku sangatlah lama hingga bisa balik modal, bahkan untung besar.

Dari The Power of Kepepet, ia mendapatkan pengalaman marketing tanpa belajar formal. Dia lalu memulai bisnis lainnya dengan modal kaos dari Tanah Abang. Bisnisnya diberi nama "Ini Teh Kopi" ternyata sukses besar ditambah liputan media masa. Ia dikenal sebagai pebisnis yang sukses menjual puluhan juta hanya dari kaos- kaos asal tanah abang

Artikel Terbaru Kami