Selasa, 02 Desember 2014

Oleh- Oleh Khas Jogja Coklat nDalem


Meika Hazim Fokus di Rasa Lokal


Dibalik bisnis coklatnya ada unsur budaya lokal yang tengah dilestarikan. Begitulah jelas Meika Hazim (32) yang mengungkapnya melalui produk coklat nDalem. Unik, khas Yogyakarta sekali produknya tidak hanya menyuguhkan coklat sebagaimana mestinya. Meski diolah modern cita rasanya etnik memanjakan lidah kita yang rindu suasana Kraton.

Ketika bertraveling ia bersama sang suami, Wednes Aria Yuda, secara tak sengaja menemukan produknya. Dia dan suaminya, yang kala itu tengah bertraveling, menemukan sosok olahan biji dari pohon Theobroma Cacao sangat prospektif. Tak disangka- sangka pemikiran sekilah tersebut diseriusinya. "Oleh- oleh coklat yang paling gampang, dengan Indonesia sebagai penghasil kakao ketiga terbesar di dunia kenapa tidak kita membuat produk coklat sendiri," ungkapnya.

Coklat Yogyakarta


Meski bisnis coklat telah menjamur. Itu tak menyurutkan langkah Meika dan Yudha. Sebagai penghasil produk kakao terbesar ketiga, baik rumahan atau korporasi besar tentu melirik si buah manis ini. Penikmat coklat tak lagi cuma anak- anak, itu jadi nilai coklat nDalem. Rasanya yang beda tentu lebih menyerap ke semua lapisan masyarakat. Melting dimulut, dihati masyarakat Indonesia.

Mengusung nama produk "Coklat nDalem", keduanya berkolaborasi membuat bisnisnya. Fokusnya ialah jadi ikonik asli Yogyakarta. Usaha yang didirikan 1 Maret 2013 memang terus fokus menjadi produk oleh- oleh khas Yogya. Hasilnya, dibanding produk coklat lain, produknya punya keunikan seperti dimana tempat mereka dibuatnya. Bukan cuma rasa tapi kemasannya sangat unik.

Kemasan yang bercerita tentang budaya yang tumbuh dan berkembang di tanah Yogyakarta, Jawa dan Indonesia.Menurut Meika coklat tak sekedar jadi bisnis bagi mereka. Ada idealisme didalam tiap batang produknya. Lewat perantara coklat, ia ingin mewujudkan rasa cintanya kepada Indonesia. Menurut wanita berhijab ini rasa coklatnya khas Indonesia yang berbeda dengan nagara lain. Ke Indonesiaan yang tercipta dari rasanya, cara penyajian, dan dekorasinya.

Ia melengkapi ilustrasi disetiap produknya. Pada bagian belakang kemasan coklat miliknya ada arti tentang setiap ilustari. Uniknya tulisan arti dibelakang kemasan itu ada dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Tujuan dari keduanya apalagi kalau bukan untuk menempatkan produk go international.

"Kami berharap agar cerita tentang budaya Indonesia ini makin banyak yang bisa menerimanya," ujar Meika.

Nilai pembeda yang manerik para pelancong Kota Gudeg untuk mampir, mencicipi lezatnya Coklat nDalem. Gerai usahanya ada di jalan Kauman, Seturan, dan dimana ada belasan toko cenderamata di kota ini. Di luar Yogya, ada di KemChick’s Pasific Place, Jakarta, umbuhnya.

Usaha mereka tak semudah yang anda bayangkan. Karena mengerjakan semua dari nol, keduanya harus aktif berbagi tugas. Untuk hal produksi sekarang ada ditangan wanita lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM ini. Sedangkan sang suami, ada dibagian marketing. Sebelumnya Yudha lah yang mengurusi bagian riset produk sedangkan dirinya menyangkut legalitas. Begitulah keduanya bekerja sama membangun usaha coklat ini.

Kerjasama ini berjalan harmonis sampai sekarang. Keduanya fokus pada satu bisnis ini, saling berbagi tugas dijalankan agar tetap memproduksi produk inovatif.

Oleh- oleh khas


"Mas Yuda lebih banyak stay di Jogja untuk mengawal pemasaran online dan segala urusan bisnis coklat, dan saya sendiri lebih aktif keluar untuk mengikuti pameran baik di sekitar daerah Jogja, luar kota bahkan sampai luar negeri," kata pengusaha wanita ini.

Produk coklat nDalem ada 18 rasa yang dikelompokan jadi lima lini. Setiap lini akan memiliki tiga variasi rasa. Lanjutnya, kelima rasa tersebut:

1. Rasa Klasik Dark, Extra Dark, Less Sugar Dark Chocolate, dimana menggunakan motif batik pernikahan ala Yogya

2. Pedas Cabai, Jahe dan Mint yang kemasannya ada dekorasi wayang kartun Bima, Wisanggeni dan Gathotkaca. Filosofisnya ada pada kesamaan karakter “pedas” di telinga jika berbicara.; (3) Rempahnesia, terdiri dari rasa Cengkeh, Sereh dan Kayumanis yang berdekorasi gambar Bregada (prajurit) Keraton Yogyakarta

4. Wedangan terdiri dariWedang Ronde, Wedang Uwuh dan Wedang Bajigur yang berdekorasi landmark terkenal di Yogya di mana wedang-wedang tersebut bisa diperoleh, yaitu Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan dan Imogiri

5. Kopinesia yang merupakan perpaduan cokelat dengan isian biji kopi Arabica yang diambil dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia seperti Gayo Aceh, Merapi Jogja, Kintamani Bali, Bajawa Flores, Kalosi Toraja dan Wamena Papua. Untuk lini Kopinesia didekorasi dengan ilustrasi tarian daerah dari mana kopi tersebut berasal.

Unik.

Jika dilihat dari cara mengemas produknya, Coklat nDalem, memang sangat serius. Pasangan ini serius untuk mengkonsep mereka secara matang. Nyatanya, kedua pengusaha suami- istri ini memanglah memiliki latar belakang kebudayan dan pariwisata kental. Dimana Meika itu MBA di UGM, sedangkan sang suami, lulusan Teknologi Pangolahan Pangan di kampsu yang sama. Keduanya memang asli orang Yogya, istimewa.

Dirunut balik di 2013, Meika berani mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Ia telah sangat mantap ingin menjadi seorang entrepreneur. Sang suami yang seorang entrepreneur tepatnya jadi pengusaha dibidang agen perjalanan wisata. Sosok wanita cantik berkacamata ini, sudah melirik coklat sudah semenjak ia dinobatkan jadi Diajeng Jogja tahun 2005. Baru kala itu, idenya begitu kuat, sampai- sampai rela melepaskan pekerjaan.

Keduanya lantas bersama membangun konsep bisnis mereka. Bersama mereka lantas mendirikan sebuah perusahaan CV. nDalem Mulyo Mandiri. Bagi Meika sendiri, soal pemasaran bukan masalah, pengalaman dalam dunia marketing beberapa perusahaan menjadi andalan. Ditelisik salah satu perusahaan tempatnya ternyata unik pula yaitu Dagadu Djogja. Bermodal uang tabungan 40 juta keduanya mantap menatap bisnis coklat.

Agar mudah dikenal tidak hanya online tapi offline dilakoni. dengan mengikuti berbagai pameran di dalam Kota Yogya, luar kota, bahkan juga keluar negeri. "Tahun 2013, kami berkesempatan mengikuti pameran di Hong Kong dan Malaysia. Maret tahun ini, kami telah mengikuti pameran di Jepang," ujarnya bangga.

Artikel Terbaru Kami