Sabtu, 20 Desember 2014

Berobat Menggunakan Sampah Kisah Dokter Gamal


Social entrepreneurship atau kewirusahaan sosial memang masih jarang terdengar. Tujuan utamanya bukanlah tentang uang saja. Tapi tentang bagaimana anda menangkat harkat hidup manusia untuk khususnya. Pernah mendengar ada para tahanan yang membuat kerajinan? Mereka lalu menjualnya kepada masyarakat melalui orang lain di luar. Inilah cara sosial entrepreneurship yang membantu orang lain, memberdayakan manusia.

Inilah kisah Gamal Albinsaid. Seorang dokter muda yang menggagas asuransi sampah. Tujuannya bukanlah tentang uang. Tujuannya adalah memberikan kesadaran untuk hidup sehat. Hal lain, ini membuktikan sampah bisa diberdayakan dan menghasilkan. Lebih lanjut, siapakah Gamal, dia yang sukses merebut perhatiaan dari masyarakat Indonesia hingga ke luar negeri. 

Bahkan Pangeran Charles dari Inggris memberinya penghargaan sebagai pengusaha sosial.

Kisah asuransi sampah


Dr. Gamal kelahiran Kota Malang, 8 September 1989, dokter muda yang memiliki banyak catatan. Dia telah memiliki semua yang dibayangkan. Muda, cerdas, dan memiliki karir yang baik, ditambah dengan jiwa sosial tinggi membuatnya tampak "wah". Dia tercatat telah menyelesaikan sekolah dasar di MI Jendral Sudirman, Malang. Setelah itu ia masuk dan lulus dari SMP Negeri 3 Malang. Ketika sekolah menengah, di SMA Negeri 3 Malang, ia sukses mendapatkan program akselerasi di tahun 2005-2007.

Setelah itu, Gamal melanjutkan dilanjutkan kuliahnya di Universitas Brawijaya. Dia tercatat menyelesaikan sekolah di Fakultas Kedokteran, dan lulus Cum Laude IPK 3,69. Asuransi sampah sendiri dimulainya sejak 2010. Ia bersama empat orang teman dan seorang dosen bernama Rita Rosita. Kisahnya waktu itu ia sedang membahas bersama tentang konsep asuransi sampah. Semua berawal dari cerita yang sangat menggugah hati Gamal.

Suatu hari, ia menjelaskan, ada seorang pria bernama Triyono membawa putrinya yang 3 tahun. Putri pria itu tengah menderita diare. Sementara itu bapaknya Triyono cuma seorang pemulung yang punya uang hanya 10.000. Alhasil, putrinya tersebut tak terobati. Setiap hari Triyon tetap mengajaknya memulung meski badan tengah sakit. Putrinya pun akhirnya meninggal dunia, jelas Dr. Gamal. Dia akhirnya menyadari satu hal bahwa perlu adanya asuransi.

Gamal mulai mencari bagaimana. Informasi bahwa penduduk Indonesia sebagian hanya menghasilkan USD.2 per- hari. Ini tidak bisa dibiyarkan. Merefleksi semuanya, ide kreatif Gamal tentang sampah muncul. Dia ingin menciptakan sistem keuangan sampah. Dan, apakah melalui sampah sebuah sistem pelayanan kesehatan bisa didapatkan. Hasilnya klinik asuransi sampah dilahirkan dari kepedulian itu. Ia memandang bahwanya setiap rumah tangga pasti memiliki sampah.

Setiap harinya orang bisa mengumpulkan sampah mereka sendiri ataupun orang lain. Hampir semua layanan yang ada di kliniknya dibayar dengan sampah.

"Ada pemeriksaan kesehatan, dapat obat juga. Termasuk konsultasi lewat telpon, pemeriksaan anak, penyakit kronis orang tua hingga kontrol ibu hamil," jelasnya.

Klinik asuransi sampah ini sempat berhenti sekitar enam bulan. Tapi, dilanjutkan kembali karena ada banyak perhatian yang datang. Dalam kurun waktu itu mereka yang mengikuti klinik sampah meningkat 500 orang. Klinik sampah ini kemudian berada dibawah organisasi Indonesia Medika. Sistemnya menggunakan konsep premi sampah kering. Jadi bukan segala sampah bisa diterima. Menggunakan sistem mikro diman semakin banyak anggota semakin berlangsung lama.

Nyatanya, banyak warga tertarik ikut masuk menjadi anggota. Contohnya saja Ibu Ani Purwati yang bekerja sebagai penjahit. Dia mendaftar menggunakan sisa- sisa hasil jahitannya. Selama dua minggu Ibu Ani yang punya penyakit tekanan darah tinggi ini mengaku cukup terbantu. Dia bisa mengecek kesahatannya tiap dua minggu sekali. Saat ini, Gamal fokus untuk membuka cabang di setiap- tiap cabang terkecil. Membuka di kawasan keluarahan merangkul para ibu rumah tangga.

Dr. Gamal sendiri tak menghitung berapa volume sampah yang dibawa warga. Namun, dengan bekerja sama dengan Bank Sampah, hitungannya jadi lebih baik. Ya, Asuransi Sampah Gamal menggandeng usaha sosial lain seperti Bank Sampah. Melalui Bank Sampah, sampah akan dipilah, dan tentunya diuangkan. Hasilnya itu kemudian dibelika Dr. Gamal obat- obatan untuk pemilik premi asuransi sampah.

Sekolah sampah


Selain memikirkan konsep asuransi sampah. Ternyata ada hal lain yang ingin dicapai Dokter Gamal nantinya. Yaitu ada sistem sekolah sampah yang jadi tujuannya kelak. Bersamaan itu Gamal pun terbang ke Inggris untuk mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles. Perlu anda tau bahwanya Dr.Gamal masuk ke nominasi untuk Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards. Ajang penghargaan pertama yang mencari pemuda peduli diseluruh dunia.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Dia menjadi salah satu dari tujuh orang lain yang dijagokan. Diterimanya Gamal Albinsaid adalah setelah ia melalui seleksi ketat dari tujuh finalis, yaitu Anu Sridharan dari India, Blessing Mene dari Nigeria, Surya Karki dari Nepal, Isabel Medem dari Peru, Curt Bowen dari Guatemala, dan Manuel Wichers dari Meksiko. Dia pun sukses memperoleh hadiah sebesar 50.000 Euro sebagai dukungan finansial.

Selain itu ia mendapatkan paket mentoring dari Universitas Cambridge. Disela- sela penghargaan tersebut ia bercerita kembali tentang konsep terbarunya yaitu sekolah sampah.

Sementara itu, di Indonesia, konsep klinik sampah semakin menguat sejalan denganya. Secara bersamaan ia telah menajarkan konsep pendidikan hidup sehat. Selain mengobati Gamal dan teman- temannya ini akan aktif memberikan penyuluhan kesehatan. Diperjalanannya ada saja hal baru seperti masyarakat yang ingin agar langsung memberikan uang 10.000 untuk berobat. Tak perlu mengkumpulkan sampah hingga memenuhi preminya.

Namun hal itu nampaknya tak sejalan dengan konsep awalnya. Mereka dibawah satu organisasi Indonesia Medika memang fokus pada edukasi juga. Diamana Gama dan teman- temanya juga aktif memberikan satu pendidikan kesehatan. Sejak Mei 2013, klinik ini difokuskan bagi mereka yang tak mampu. Dimana adanya uang 10.000 juga bisa jadi susah. Medika juga fokus membangun klinik- klinik lain di kota- kota lain. Masih dengan konsep sebelumnya social entrepreneurship.

Biodata Dokter Gamal Albinsaid

Penghargaan:

1. Ashoka YoungChangeMaker 2012
2. "Anugrah Karya Inspiratif 201"1 dari Menristek Republik Indonesia
3. Mahasiswa Teladan FKUB 2010
4. Finalis Tabriz International Medical Science Congress di Iran
5. Finalis Internatioinal Student Medical Congress Kosice di Slovakia
6. Beasiswa International Union Health Promotion and Education Membership
7. Juara I LKTI Nasional Akupuntur Medsmotion 2010
8. Juara I Poster Ilmiah Medical Fiesta 2010
9. Juara II LKTI Nasional SMSO 2010
10. Juara III LKTI Nasional Tetralogy of Fallot 2010
11. Juara IV MITI Papar Challenge 2011 Tingkat Nasional
12. Juara Harapan I LKTI Chronic Disease Medical Fiesta Se Jawa Bali 2010
13. Finalis LKTI Nasional Scientific Atmosphere 2010
14. Juara 1 Lomba Karya Tulis Al-Quran 2010
15. Juara Harapan 1 PKM GT 2008
16. Duta Anti Rokok FKUB 2010
17. Peraih dana Penelitian Mandiri 2010
18. Peraih dana PKM-M 2009-2010
19. Peraih dana PKM-P 2010-2011
20. Peraih Beasiswa Pendidikan dari Bank Indonesia 2010
21. DM tipe II: Sebuah Upaya Pembuktian QS. An-Nahl 68-69 melalui Kajian Biokimiawi.

Artikel Terbaru Kami