Selasa, 02 Desember 2014

Es Krim Durian Mendem Duren Sukses Seketika


Profil Yustinus Agung Nugroho


Makan durian itu hobi tapi apa bisa jadu duit gak. Itulah yang coba ditunjukan pria yang bernama lengkap Yustinus Agung Nugroho. Bersama istrinya, Anne Kartika, sukses mengembangkan bisnis es durian. Nama usahanya Mendem Duren berarti juga mabuk durian. Dalam bahasan Jawa menunjukan bagaimana memang nikmatnya rasa durian yang memabukan.

Meski gagal karena bisnis handphone, lobster, dan laundry -nya bangkrut. Ia tetap bangkit. Berkat hobi makan durian jadi uang miliaran berkat konsep waralaba. 

Idenya datang ketika suatu ketika sang istri ingin membeli durian. Sulitnya, Anne meminta es krim rasa durian yang memang disenangi suaminya. Lalu terpikir kenapa tidak membuatnya sendiri saja. Lalu pria kelahiran Palembang, 8 Januari 1980, itu menggunakan idenya tersebut dalam bisnis berikutnya. Waktu itu pula, empat tahun lalu, dirinya juga sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Gagal berbisnis membuatnya berhutang hingga ratusan juta rupiah.

Solusi dalam kegundahan memberikan harapan bagi Agung. Dia dan istrinya Anne akhirnya bertekat untuk berbisnis es durian ini. Bermodal gerobak kayu, tanpa rasa malu, ia menjalani usahanya ini dari nol. Mengusung kata Mendem Durian dimaksudkan agar para pembelinya jadi ketagihan. Modalnya Rp.7 juta hasil jualan motor sang istri. Tak disangka respon masyarakat luar biasa. Dalam dua jam saja, dagangannya bisa laris manis terjual.

Es durian


Usaha yang dirintis sejak 10 Oktober 2009, menyediakan dua jenis rasa, yaitu rasa susu coklat dan putih. Ia kemudian membagi produknya dalam tiga ukuran berbeda: Kids (70 gram), Large (125 gram), dan Jumbo (200 gram). "Bisnis ini didirikan benar- benar dari ketidak sengajaan," cetusnya. Nampaknya Agung tidak mau kehilangan momentum. Memasuki 2010, ancang- ancang waralaba sudah ada dana akhirnya jadi.

Saat itu, es krim Mendem Duren sukses sukses tembus 14 gerai dalam satu tahun saja. Dimana 6 gerai miliknya sedangkan 8 milik mitra. Semakin tak terbendung, dari Desember 2011 sampai akhir 2012, sudah ada 58 gerai berhasil didirikan oleh Mendem Duren. Bahkan per- Mei 2013 sudah ada 90 gerai jadi, yaitu 7 cabang milik sendiri, dan 83 gerai lainnya dimiliki mitranya (franchisee).

Perkembangan yang begitu pesat tak lepas dari pemasaran masif. Agung memanfaatkan berbagai media baik offline atau online, melalui media sosial. Ia juga rajin menjalani kerja sama dengan majalah/ tabloid waralaba nasional serta ikut acara kuliner nasional. Fokusnya ialah agar mendemers sebutan bagi fans Mendem Duren, agar tetap mendukung perkebangan produknya dan pelayanannya. Ia pun menyebut modal awalnya bagi para franchiser sekitar 45 juta.

Ia menjelaskan dari semua mitranya yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia mencatat bahwa gerai Tarakan, Kalimantan Timur dan Karawang, Jawa Barat, menjadi gerai pemegang rekor balik modal. Hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun saja sudah balik modal. "Untuk penjualan 50 cup/hari balik modal bisa 11 bulan, 75 cup/hari balik modal 7 bulan, dan 100 cup/hari balik modal lima bulan," ujar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini.

Durian yang digunakan adalah durian lokal jadi kadar alkoholnya lebih kentara. Es krim buatannya memang bikin mendem tapi bukan memabukan loh. Perbulannya ia bisa menghabiskan 30.000 butir durian. Apa yang membuat usahanya maju pesat, ternyata terletak dari sedikitnya pengusaha yang bermain. Andai ada, mereka tak berkonsep, berjualan dengan gerobak seadanya, belum lagi kualitas jualannya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Agung. Mendem Duren, kini telah memiliki varian produk, dari es mendem duren putih, es mendem duren cokelat, juice mendem duren putih, dan juice mendem duren coklat. Namun,  masih sama cara berjualannya dalam ukuran gelas. Harga jumbo bisa dijual dari Rp.10.000 hingga Rp.18.000 per- cup.  Dia juga meyakinkan kita bahwa stok durian untuk tiap garai terjamin. Meski buah musiman ia meyakinkan kita ada stok bagi setiapnya.

Bahkan jika tak musim, Agung memastikan harga tak akan ikut naik, jelasnya lebih lanjut.

Bagi yang berminat investasi pre- bootnya mebayar cukup Rp.35 juta, isinya gratis fee kemitraan 2 tahun, tenda 2x2, frezer 200 L, gerobak stainless, ice chruser, blender, neonbox 2pcs, bahan awal ±700cup, peralatan, perlengkapan, promosi, buku panduan dan DVD video pelatihan. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi fans page -nya di Facebook.

Artikel Terbaru Kami