Senin, 15 Desember 2014

Antara Karir dan Bisnis Spa Anita Feng


Susahnya berhenti dari karir


Menjalankan suatu usaha berdasarkan hobi memang mengasikan. Sambil mendalami hobi yang dimiliki juga menghasilkan. Dia hanyalah gadis biasa yang punya banyak rencana dalam hidupnya. Anita Feng, yang kini berusi 31 tahun, telah menjalani masa mudanya hingga sukses sekarang. Dari muda usah berusaha hingga jadi pengusaha muda mapan. Anita telah melewati banyak tantangan dalam perjalanan karinya.

Ia pernah bekerja sebagai brand manager di sebuah perusahaan multi- nasional. Namun dia memilih menjadi entrepreneur sepenuhnya. Kini, perlu kamu tau, dia menghasilkan omzet Rp.1 miliar dari bisnisnya. Bisnis spa dan refleksi yang bernama Royal Garden Spa. Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 telah menjadi tempat wanita memanjakan diri.

Anita Feng kelahiran Solo, 14 Juni 1981, dengan percaya diri merantau ke Jakarta. Ia mengejar pendidikan S-2, lulusan berprestasi Magister Management Prasetiya Mulya Business School (PMBS), meraih Dean’s List Predicate ber- IPK 3,62 pada tahun 2005. Meski memiliki intelektual tinggi, bukan itu yang membuat dirinya hebat dimata kami. Karakter kuat yang melekat dalam dirinya menjadi bekal utama. Dia berhasil meraih sejumlah penghargaan perempuan inspiratif.

Ia selalu menginginkan tantangan- tantangan baru. Memulai karir di korporasi besar menghantarnya ke posisi tertinggi. Sudah banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga telah didapatnya. Meski telah sukses dalam berkarir di korporasi, dimana dia menjadi manajer. Masih ada ruang yang belum terisi. Anita seolah mendapatkan satu dorongan besar untuk jadi entrepreneur atau wirausahawan.

"Saat saya mengikuti Young Caring Profesional Award, setelah presentasi, juri berkomentar, dengan passion seperti ini, mengapa tidak bikin usaha sendiri. Komentar ini menjadi salah satu motivasi saya sebagai langkah pertama membangun bisnis," tuturnya.

Anita pernah menjadi salah satu dari sembilan perempuan muda inspiratif ajang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011. Gelaran yang diadakan Martha Tilaar Group untuk kalangan wanita profesional muda berprestasi. Dari gelaran profesional muda, justru Anita Feng terpikirkan tentang entrepreneurship. Inilah yang disebut kesempatan. Meski sudah berkecimpung di dunia korporasi, menjadi seorang entrepreneur itu perkara lain. Tak mudah baginya tiba- tiba jadi pengusaha setelah segala pencapaian di karirnya.

Entrepreneur wanita


Namun bukan Anita jika dirinya tak bekerja keras atas kemauannya sendiri. Meninggalkan zona nyaman dari seorang karyawan menjadi entrepreneur. Saat ia tengah meniti "karir" sebagai pengusaha, justru ada tawaran bergaji tinggi. Meski begitu ia konsisten pada maunya. Ia fokus dengan apa yang disukai dan passion -nya ketika kita berbicara bisnis.

Sebagai seorang wanita pastilah Anita menyukai dunia kecantikan. Spa dan refleksi merupakan bagian dari hidup wanita. Selain untuk kecantikan, spa dan refleksi juga menyangkut kebugaran. Menyenangkan diri sendiri ala wanita setelah bekerja melakukan rutinitas sehari- hari. Sadar akan itu, ia memilih usaha spa dan refleksi yang juga dia sukai tersebut. Sering melakukan spa, ia jadi tau bagaimana keadaan pasarnya di luar sana.

Meski tak bersentuhan langsung di karir sebelumnya, namun pengalaman sebagai brand manajer membantu.  "Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat spa tersebut dan juga manfaatnya," jelas Anita. Pengalamannya menjadi spa lover atau pencinta spa, membuatnya sadar akan potensinya. Agar tak gagal, ia langsung berpikir keras untuk menyuguhkan perbedaan. Dia bermodal pengalaman karirnya, kala itu tengah mencoba membangun brand -nya sendiri.

Ia menggabungkan treatment dari banyak spa yang pernah dikunjungi. Serta memberbaiki yang menurutnya kurang dari pelayanan mereka.

"Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh," ujarnya.

Usahnya dirintis sejak Desember 2009, bermodal Rp.200 juta digunakan untuk membeli perlengkapan spa dan refleksi lengkap. Ia mengumpulkan segenap modal dari jerih payahnya sebagai pegawai. Meski kini dia sukses, ditelisik lebih dalam; ini bukan usaha pertamanya. Ia juga mendirikan coffee shop. Namun, itu bukan usaha andalannya karena ia tak tau benar tentang itu. Rasa suka akan usaha itulah yang membuatnya jadi lebih condong ke usahanya kini.

Satu yang menarik dengan prinsip hidupnya. Ia selalu yakin bisa. Ketika kamu bertanya apa yang membuat dirinya begitu yakin menjadi entrepreneur. Dengan yakin ia berkata,"Kita sama-sama makan nasi; orang lain bisa, kita pun bisa; asal jangan menyerah. Kalau tidak pernah melangkah tidak akan bisa sukses. Rencana apa pun bisa gagal, tapi kalau tidak bikin rencana sama sekali, kita tidak pernah akan mencapai impian. Jadi, revisi terus rencananya sampai berhasil, berani bangkit menghadapi dunia."

Itulah kisah Anita Feng yang berdiri antara karir cemerlang dan bisnis menjulang.

Artikel Terbaru Kami