Jumat, 26 Desember 2014

Prospek Bisnis Komputer Bekas Baru Imtech

 
Komputer tengah menjadi kebutuhan mendasar manusia masa kini. Dengan segala atributnya, dari sekedar mouse, keyboard baru, atau sarana pendukung seperti sound system. Meski seolah tak bisa terlepaskan kita masih kekurangan satu hal. Kemampuan untuk mengaksesnya secara menyeluruh. Ini bukan seperti pakaian yang bisa gonta- ganti. Tak pula bisa didapatkan dimana saja. Untuk itulah Imtech hadir ditengah- tengah masyarakat.

Khususnya bagi mereka kaum pelajar. Mereka yang lebih banyak bersentuhan langsung. Berdiri pada 2007 -an, Imtech mencoba meraup pasarnya. Menjadi one- stop service bagi kamu yang berada di lingkungan berbasis IT. Memasarkan komputer lengkap dengan aksesorisnya. Imtech telah diketahui memiliki empat cabang di kawasan Jawa Barat dan satu cabang ada di Riau.

Dengan menyasar kaum pelajar diharapkan bisnis Imtech akan tepat sasaran. Mereka adalah bagian pasar yang baik untuk didalami. Siapa lagi yang membutuhkan layanan komputer sesering mereka. Selain karena kebutuhan kuliah, mereka juga relatif lebih konsumtif. Kalo ada yang baru selalu saja ditelisik. Meski begitu pasar pelajar tetaplah pasar yang tak menghasilkan nilai besar. Meski konsumitif mereka mendukung. Jalan terbaik sedikit- sedikit tapi banyak.

"Jadi permata kali  kali Imtech buka cabang kita ngambil lokasi yang dekat kampus kecuali yang di Dumai Riau karena memang disana tidak ada kampus" kata Iman Haris, pengelola Imtech saat ditemui di cabang Imtech Inhoftank.

Dalam pelayanan jual- beli komputer Imtech fokus pada penyedian untuk Personal Computer (PC). Mereka memilih menyediakan laptop bekas. Menurut Iman, seperti yang diatas, daya beli masyarakat itu tak terlalu tinggi terutama kaum pelajar. Ia kemudian mengakui bahwa komputer bekas penjualannya lebih meningkat dibanding komputer baru. Perbedaan sampai 70% untuk penjualan bekas dan hanya 30% untuk laptop yang baru.

Komputer bekas itu maksudnya: komputer dengan selisih bekas dan baru 50- 50%. Meski pasar bekas itu menjanjikan, pasar laptop baru juga ada tempatnya tersendiri. Untuk itulah Iman harus pandai- pandai untuk menggabungkan keduanya. "Barang yang baru cuma mengisi saja sebagai persiapan kalau ada permintaan," tambah pria kelahiran 23 Maret 1979 ini. Selain laptop baru bekas ada pula aneka aksesoris untuknya.

Bisnis laptop


Jadi apa yang dijual Imtech: ada laptop baru dan bekas, aneka aksesori yang baru, lalu ditambah layanan untukperbaikan lepatop. Dari bisnis ini Iman mengaku mampu mengantongi omzet 300 juta setiap bulannya. Cara yang terbaik untuk bisnis Imtech ialah menekan harga serendah mungkin. Meski begitu pasaran untuk barang elektronik masihlah terpengaruhi faktor nilai tukar rupiah. Slogan pun disematkan Iman agar usahanya semakin mantap "bandingkan harga sebelum beli!"

Menjadi tagline murah Iman harus pandai- pandai memilih produk yang dijualnya. Mereka akan mencoba menawarkan laptop bekas semurah mungkin. Perputaran uang yang cepat diharapkan bisa mensuport bisnis ini. Namun siapa yang mau beli laptop setiap hari. Sementara itu Imtech butuh membayari karyawan. Untuk itulah perlua adanya anek aksesoris yang dijual. Tapi aksesoris itu untungnya kecil dibandingkan penjualan laptop bahkan bekas sekalipun.

Tambahan berupa ekstra garansi pun diberikan lulusan Universitas Sunan Gunung Jati, Bandung ini. Garansi satu bulan penuh dipastikan ada ditangan kamu. Bahkan garansi ini berlaku untuk laptop bekas dimana jika toko lain sulit menerima. Cara promosi Imtech tergolong sederhana. Seperti pada toko umumnya, mereka menggunakan brosur iklan yang dibagikan gratis. Sisanya melalui fanspage di Facebook dan  www.imantechnology.blogspot.com dan www.lebihmurahlebihbaik.blogspot.com.

Selain itu ada tambahan dari iklan di beberapa situs penyedia iklan gratis. Iman pun mengejar paket- paket pesananan borongan untuk warnet. Melalu ini mereka menawarkan komputer, aksesoris, dan layanan servis. Mereka juga ikut membantu servis untuk toko- toko kecil lain bukan warnet. Yang paling utamanya untuk warnet ialah headset yang saring rusak. Layanan yang baik selalu ada untuk memastikan jika mereka (pengusaha warnet) mengalami kesulitan, maka akan langsung dilayani.

Iman cukup sadar bahwa di Bandung persaingan bisnis sejenis ketat.

Artikel Terbaru Kami