Kamis, 25 Desember 2014

Bagaimana Cara Menjadi Entrepreneur


Bagaimana cara menjalankan bisnis sendiri. Mungkin itu yang kamu tengah pikirkan. Cara terbaik untuk jadi entrepreneur muda. Jika begitu kisahnya, mungkin kamu butuh artikel satu ini, "bagaimana cara menjadi seorang entrepreneur". Menjadi entrepreneur itu resiko tinggi, tapi posisi yang menghasilkan. Posisi yang penuh dengan tensi stress tingkat tinggi. Tapi, kamu juga akan mendapatkan hasil yang sepadan. Akan ada banyak pencapaian dalam sebuah entrepreneurship.

Selama kamu itu ketekunan, kesabaran, dan, tentu saja, ide yang bagus, kamu akan menjadi bos sendiri lebih cepat dari yang pernah kamu pikirkan!

Caranya menjadi entrepreneur:

1. Memikirkan sebuah ide besar

Kebanyakan bisnis datang dari satu ide luar biasa. Baik itu tentang bagaimana menservis pembeli, atau kamu akan menciptakan produk yang mempermudah hidup, atau bahkan keduanya. Ingat sebarapa banyak ide yang dimiliki itu tak penting, yang terpenting apa yang kamu lakukan untuk itu!

a. Jika ide itu datang. Pikirkanlah apakah ide itu realistis. Perhitungkan biaya, berapa lama produksinya, dan tentunya apakah akan populer. 

b. Selalu terbuka untuk ide- ide lain. Bertanya atau amati apakah orang akan benar- benar membeli produk kamu.

c. Jika kamu tak punya ide, itu baik untuk mengamati pasar dulu. Maksudnya kamu harus melihat- lihat ada peluang. Mulailah membangun ide tentang toko mana yang laris, dan apa- apa yang mungkin orang akan sukai. Kemudian tajamkan jadi tiga contoh, berapa biaya, waktu produksi, dan populeritas nya di pikiran kamu.

2. Tulis bisnis plan kamu

Termasuk semua deskripsi dan detailnya, dan pastikan semuanya realistis. Ambil waktu dan mulailah kamu mengevaluasi produkmu ditiap sisinya. Sisi mana yang perlu kamu perhatikan:

a. Deskripsi produk: kembangkan produk kamu. Seperti apakah hasilnya? bahan apa yang kamu butuhkan? Buat produk kamu tampak keren.

b. Analisa pasar: siapa target pasar kamu (cth. ibu rumah tangga)? Dimana biasanya mereka biasanya beli barang? Dimana lokasinya?

c. Kompetisi: siapakah kompetitor kamu? Dimana letak kekuatan mereka? Lalu, bagaimana cara kamu akan mengalahkan mereka?

d. Marketing: Bagaimana cara kamu menjual produk? Imej seperti apa yang ingin kamu tampilkan? Dimana kamu akan beriklan? Apa tagline kamu? Kemasan seperti apa yang akan kamu gunakan?

e. Penjualan: Dimana kamu akan menjual? Bagaimana cara pembeli akan membeli? Kapan kamu akan menjualnya? Apa estimasi penjualan yang dihasilkan?

f. Memproduksi: Bagaimana cara kamu membuatnya? Jelaskan step -nya secara detail. Bahan apa yang kamu butuhkan untuk membuatnya? Kapan dan dimana kamu akan memproduksinya? Berapa nilai harga persatuannya?

g. Finansial: Berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai? Berapa banyak omzet yang didapatkan?

3. Atau, kamu tak perlu menulisnya

Sebuah bisnis plan itu pekerjaan fiksi, bagaimanapun, jika kamu tidak punya pengalaman dalam bisnis, atau pasarnya baru dan tidak jelas, sebuah bisnis plan mungkin buang- buang waktu, atau, yang terparah, jadi satu jalan kehancuran. Rencana cukuplah untuk penjualan pertama.

Tujuan utama: hal utama adalah membuat setidaknya satu pelanggan senang, dan menyelesaikan seluruh siklus "membuat produk, menjual produk" secepat mungkin. Kemudian kamu akan memiliki bisnis, dan kemudian kamu mungkin akan berada dalam posisi memahami beberapa masalah dari jenis perencanaan yang luas dapat membantu memecahkan. Itu semua berjalan dalam waktu.

4. Dapatkan investor

Buat persentasi kepada investor untuk mendapatkan modal untuk memulai bisnis kamu. Jika ide bisnis kamu bagus, mereka akan senang dan akan berinvestasi ke dalam perusahaan kamu.

a. Buat persentasi Power Point, jelaskan produk kamu dengan sebaik mungkin, termasuk setiap bisnis plan yang ada diatas dan berapa banyak mereka (investor) mendapatkan kembali.

b. Mulailah dengan hal yang terkecil dan menyenangkan sejumlah kecil pelanggan pada awalnya adalah cara terbaik untuk kemungkinan sebuah investasi.

5. Jual

Menjual dan mendistribusikan produk kamu segera. Jika kamu telah mendapatkan penghasilan, maka kamu telah berbisnis. Kamu bisa menguji teori tentang pasar milikmu, mencoba mencari tahu apa yang benar- benar bekerja dan apa yang tidak melalui proses terjun langsung, dan kamu akan mendapatkan bahan bakar untuk lebih banyak ide dan perbaikan. Jika kamu tidaklah menghasilkan apapun, ilmunya telah ada dalam kepala untuk memulai kembali.

6. Network!

Bertemu dengan entrepreneur lain. Dalam hal ini kamu akan mendapatkan kontak dan mendengar banyak hal lagi tentang kesempatan. Belajar banyak bagaimana mereka berbisnis dalam hidupnya. Tiru bagaimana cara mereka bertindak, kepekaaan atas kesempatan, kemauan mereka untuk menyelami ide kamu dan bagaimana tanggapan mereka, cara mereka melakukan diversivikasi dalam bisnis.

Artikel Terbaru Kami