Jumat, 05 Desember 2014

Aksesoris Perhiasan Massicot Produk Lokal Mendunia


Produk Massicot nampaknya semakin menggelobal. Dengan mencul diberbagai media, berbagai kesempatan salah satunya melalui Jakarta Fashion Week. Mereka lah, Amanda Mitsuri dan Ramadhan Muhamad, pendiri dan pemilik usaha pembutan perhiasan dari resin tersebut. Keduanya sama- sama merupakan lulusan Desain Produk, Institut Teknologi Bandung (ITENAS).

Tak hanya kalangan muda, produk buatan Massicot juga digemari orang tua.Mereka memang menawarkan desain yang berani dan tak biasa, anek warna- warna unik. Bahkan produk mereka sukses menarik perhatian pengusaha asal Jepang. Awalnya keduanya telah memiliki usaha masing- masing. Amanda pernah bekerja sebagai desain grafis yang bernaung dibawah karya bernama Orna- Orana di tahun 2007 -an.

Saat Amanda berpacaran dengan Ramdhan, keduanya mendapatkan ide untuk membuka usaha sendiri. Ya, usaha yang tak jauh- jauh dari dasar ilmu akademis mereka.

"Kebetulan kami pacaran, dan kita berdua suka eksplorasi bentukbentuk dan sering buat konsep sama-sama. Akhirnya, kita putusin buat usaha bareng aja," ujar Amanda.

Kebetulan Ramdhan suka bereksperimen dengan resin. Resin sendiri adalah istilah untuk zat cair sintetis (atau non- sintetis) yang memiliki sifat akan mengeras menjadi padat. Melalui apa yang dia bisa lakukan, ditambah kemampuan Amanda dalam mendesain. Massicot adalah produk batu permata tiruan yang kemudian akan dibentuk perhiasan. Desainnya, kini, bahkan mulai merambah ke produk lain, seperti gelang, sepatu, dan clutch.

Dalam produknya, Amanda bisa menghasilkan 50- 100 model resin dengan bahan 20- 30 kg. Massicot juga menawarkan produk premium. Nama brand Massicot+ menawarkan perhiasan resin berpadu dengan emas. Tepatnya ada dua jenis produk yang ditawarkan: premium dan luxury.

Brand lokal juara


Berdua mereka mengerjakan semuanya sendiri. Semua idenya mereka kembangkan sendiri. Sumbernya, bisa dari banyak hal, keduanya bekerja sama membangun produk Massicot dari bawah. Dari desain dan master produknya adalah Amanda dan Ramdhan yang membuatnya. Kemudian produknya dikembangkan jadi produk- produk siap pasar.

Soal ide, Ramdhan mencontohkan ketika keduanya berlibur di Bali. Ketika mereka melihat birunya ombak, nah, dari sana muncul ide. Warna biru itu diaplikasikan dalam resin kemudian dibentuk sedemikian rupa. Jika bicara tentang berapa lama produknya dibuat. Ramdhan menyebut ada kendala tersendiri. Terutama memang usaha mereka yang masih produk hand made. Tergantung cuaca, karena studio mereka ada di Bandung yang udaranya dingin, resin bisa lama mengering.

Produk Massicot mengandalkan pemasaran melalui online. Walau akhirnya mereka akan mendapati resiko produknya jadi mudah ditiru. Dan, akhirnya, banyak usaha lain yang sejenis bermunculan. "Wah banyak ya yang mirip sama kita tapi ya kita biarin saja," ungkap Amanda. Ramdhan menambahkan bahwa produknya benar- benar berbeda. Orang pasti akan tau produk Massicot yang asli.

Menggunakan sistem hand- made, produk Massicot memiliki jiwa. Setiap ide produknya berasal dari apa yang pembuatnya temukan. Itulah yang menjadi pembeda dari para peniru tersebut. Amanda menambahkan dari online juga ada kelebihannya. Produk mereka lebih cepat untuk dikenal, jelasnya. Saat ini Massicot juga dapat ditemui di The Goods Dept untuk penjualan offline, dan beberapa butik di Jepang, New Zealand, dan Australia.

Kesempatan bagus datang ketika merek mendapatkan slot di acara Jakarta Fashion Week. Stand mereka saat itu berdampingan dengan Majalah Cleo. Produk yang sudah stand- out ditambah diposisi yang strategis membuat mata tertuju pada produk Massicot. Dari dulu hanya kalangan tertentu yang ngeh akan marketing online mereka. Kini, melalui Jakarta Fashion Week, banyak artis- artis pecinta fashion mulai tertarik untuk memakai produk mereka.

Melalui Fashion Week pula produk Massicot dilirik oleh pangusaha asal Jepang. Dari pasar lokal saja, kini, produk mereka bisa ditemui di Jepang mulai tahun 2013. Kisahnya ketika itu ada satu pameran untuk sebuah toko di Jepang. Amanda hanya bermaksud untuk menitip produknya. Eh, ternyata Massicot berhasil meski tak disangka- sangka jadi salah satu brand yang dijual disana. Sistem bisnis mereka di Jepang jelasnya lagi ialah produk harus ada desain baru tiap dua minggu.

Dan akhirnya, Massicot juga mulai merambah pasar lain seperti New Zealand dan Australia.

Prospek bisnis


Masalah copy style atau produk tiruan di pasaran nampaknya tak sanggup mematahkan semangat Amanda. Buktinya ia malah semakin bersemangat termasuk untuk produk baru Massicot+.

"Sekarang ini kami juga sedang mengembangkan Massicot+, perbedaan dengan yang biasa sebenarnya dari bahan. Kalau yang biasa kami tidak pakai emas sedangkan yang Massicot+ ini pakai emas. Kalau soal harganya kisarannya Rp600.000 – 1.500.000 per- buah," imbuhnya.

Memandang masa depan brand Massicot bukan lagi soal produk bisnis. Keduanya memiliki visi dan prinsip sendiri dalam mengembangkan produknya. "Kadang pembeli kami ketika melihat potongan kue atau melihat apa selalu bilang wah ini Massicot. Ini bagi kami sangat penting karena saya ingin Massicot ini bukan hanya dilihat sebagai sebuah brand atau kalung saja tapi lebih dari itu." Meski kesempatan untuk menjual produk atau memamerkan di berbagai pemaran, Massicot nyatanya tak gegabah.

Mereka tak mau sekedar menjual. Meski banyak toko- toko di luar negeri yang mau bekerja sama. Selama itu sesuai visi mereka bisa saja. Proses bisnisnya masih jauh. Masih banyak ide yang belum dieksplorasi oleh mereka berdua lagi. Meski pilih- pilih keduanya masih bersemangat membangun pasarnya. "Rencananya tentu kami akan memperbesar pasar kami ya kalau bisa memperluas pasar luar negeri," jelas Ramdhan.

"Selain itu kami ingin sekali mencari orang yang pas untuk bekerja dengan kami, mungkin ini agak susah karena kami mencari yang benar-benar satu visi karena Massicot ini kan kami buat dari awal sampai marketing berdua saja. Kami ingin menemukan orang yang benar-benar cocok dengan kami. Kami juga ingin cari investor untuk lebih mengembangkan bisnis kami," imbuh Amanda.

Produk- produk perhiasan dan aksesori Massicot ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu produk premium dan luxury. Untuk premium dibanderol dengan harga Rp 200.000 – Rp 350.000 dan luxury dijual dengan harga Rp 600.000-Rp 1.500.000. Margin keuntungan yang didapat dari Massicot ini pun besar. "Keuntungannya bisa mencapai 50%," kata Amanda.

Artikel Terbaru Kami