Selasa, 09 Desember 2014

Pakar Marketing Handoko Hendroyono Berkarya



Bisnis periklanan nampaknya tak akan menarik tanpa Handoko Hendroyono. Meski dikenal sebagai "pakar" membuatnya tak berubah. Ia masih tak mau disebut pakar periklanan. Lebih condong menyebut dirinya ke Creative Storyteller. Dia juga pembicara di berbagai kesempatan di forum- forum kreatif. Dan juga, kerap menjadi penulis di berbagai media, seperti SWA, Marketeers, dan Kompas Klass.

Dua buku kreatifnya yaitu Brand Gardener dan DO. Untuk DO, anda disarankan untuk membacanya, unik berisi 100% Doodling alias teks berilutratasi karyanya sendiri.

Handoko memang berlatar belakang art dan desain. Jadi pantaslah ia mampu begitu kreatif di setiap sisi- sisi hidupnya.  

"Saya suka mengamati perilaku konsumen dan menduga apa yang terjadi ke depan. Empat tahun lalu, pengamatan terhadap fenomena yang ada membuat saya merasa sekarang bukan eranya iklan lagi tapi era story. Maka dari itu saya menggunakan konsep storytelling," tuturnya.

Dunia Kreatif


Jakarta Do Art, menggabungkan bisnis dengan seniman itulah yang kami tangkap. Handoko menjelaskan ini merupakan tempat bagi para desainer muda bertemu para pengusaha kecil dan menengah. Lihatlah pameran yang dilakukan oleh Jakarta Do Art, yang menghiasi sudut- sudut Pondok Indah Mall, Jakarta, 3-9 November lalu. Semua yang dipajang itu bukanlah pameran furnitur tapi hasil karya seni. Furnitur yang dijual merupakan hasil kolaborasi seni.

Komunitas yang berdiri guna mengangkat brand lokal. "Kami ingin meningkatkan value dari produk yang dihasilkan brand-brand lokal yang masuk kategori UKM," ujar pria yang sukses membuat tagline untuk satu produk minuman ini.

Melalui komunitas ini selain desainer muda bisa mengembangkan bakat, juga ikut membantu usaha kecil- menengah. Handoko sadar bahwa era produk asing telah tiba. Sebagi praktisi periklanan dan desain, ia telah melihat kelemahan itu pada usaha kecil- menengah kita. Kurangnya dalam sisi desain dan promosi begitulah kiranya penjelasannya. Karya seniman yang terpilih akan diterapkan ke UKM jika diperlukan. Nilai jual dari produk akan meningkat melalui komunitas tersebut.

Tenang, Handoko menjelaskan ada royali bagi para desainer muda.

Ia menyimpan optimis dalam generasi muda nanti. Apalagi menurutnya generasi sekarang telah akrab dengan berbagai gadget. Melalui Jakarta Do Art, ia berharap dari 20 seniman (desainer) yang ikut menjadi agen perubahan. Perubahan bagi brand lokal dalam rangka persaingan global. Ada sekitar 10 pengusaha yang telah resmi ikut di acara pameran Jakarta Do Art tersebut.

"Di industri kreatif semuanya berubah. Tidak itu periklanan, media, polling, atau toko buku. Kita harus mengikuti arus tersebut," jelasnya.

Pengelola mal pun ikut membantu. Ini berkat kelihaian seorang Handoko Hendroyono. Mereka setuju tak membebankan biaya sewa yang tinggi seperti halnya untuk acara ekshibisi umumnya digelar. Sudah banyak pengusaha yang telah merasakan terbantu keberadaan Jakarta Do Art. Sentuhan desain yang menarik dari para seniman kebanyakan bisa membuat para pengusaha meningkatkan nilai jual produknya. Apakah anda berminat mengikuti?

Info Hendroyono

Twitter: https://twitter.com/Handoko_H

Instagram: http://instagram.com/handoko_h

Facebook: https://www.facebook.com/handoko.hendroyono

Website Do.Inc

Website Brand Gardener 

Artikel Terbaru Kami