Minggu, 02 November 2014

Usaha Kecil- Kecilan Boneka Tangan Usaha Jutaan


Pengusaha itu Siapa Saja

 
Untuk urusan kegigihan dia lah sosok patut kamu kagumi. Suratinah tak berhenti berkreasi meski cobaan menghadang. Usaha Suratinah bisa menghasilkan Rp.50 juta, ironisnya, dia sukses justru setelah dipecat dari pabrik boneka, dan usahanya sendiri adalah pembuatan boneka. Angka itu dibilang cukup fantastis. Ibu dua anak yang biasa dipanggil Mbak Tin ini tidak mengenyam pendidikan tinggi tapi gigih.

Meski hanya lulusan SD, ia mampu sigap memanfaatkan ketrampilannya membuat boneka.

Pendidikan rendah membuatnya terpacu untuk memberikan pendidikan lebih baik. Mbak Tin kelahiran 1972, mengadu nasib merantau dari kampunya di Magelang ke Bandung. Pekerjaan pertamanya menjadi buruh di sebuah pabrik boneka. Tin rajin bekerja hingga 10 tahun berlalu begitu saja.

Sayang krisis moneter membuatnya diberhentikan oleh perusahaan. Ia jadi salah satu korban pengurangan karyawan. Mbak Tin mengaku sempat patah arang. Bahkan, selama dua bulan berlalu, ia terus berdiam diri dan memilih tidak melakukan apa- apa. Baru setelah dua bulan, akhirnya dia mau tergerak untuk membuat usaha sendiri, di area yang dikuasainya yakni membuat boneka.

Mbak Tin mengungkapkan pertama kali menawarkan produknya kepada toko pariwisata. Mereka pemilik usaha pariwisata di kawasan Malang malah menolaknya. Tak terhitung berapa kali dirinya ditolak, namun ia tetap gigih menjajakan produk bonekanya.

Usaha dan kegigihan itu menemui titik keberhasilan. Toko- toko yang menerima boneka bernama Tin Panda Collection akhirnya mulai banyak. Bahkan, saat ini, dia bisa menghasilkan uang Rp30 juta dalam satu bulan. Usaha yang modalnya dulu dikumpulkan dari sisa pendapatannya, sekitar Rp 2,5 juta, dia memulai membuat boneka. Usaha kecil-kecilan ini menjadi harapan dan tumpuannya untuk menopang hidup

"Kalau sedang hari biasa mungkin Rp30 juta, tetapi ketika sudah memasuki masa-masa liburan, per bulan bisa mencapai Rp50 juta," katanya.

Usaha kecil- kecilan


Tak terasa ia menggelontorkan modal 2,4 juta. Berkat usahanya itu meski krisis ekonomi, bersyukur, ia tetap bisa berjalan meski ada halangan. Dia juga mendapatkan bantuan dari bank. Menjadi modal tambahan bisnis Tin makin maju.

"Alhamdulillah, walaupun krisis, masih bisa jalan. Istilahnya, berhenti sebentar. Terus saya berpikir kalau gini terus nggak maju, lalu saya pinjam ke bank. Tahun 1999-lah, saya meminjam ke bank." Waktu meminjam pertama kali, ia mendapat modal Rp 5 juta. Setelah itu, kucuran dana yang diberikan bank pun bertambah karena melihat majunya usaha Tin, "Setelah itu, kan naik, bisa Rp 10 juta. Sekarang sudah dipercayalah," imbuh Tin.

Anak- anaknya menjadi motifasi baginya untuk tetap bertahan. Ia ingin mereka punya pendidikan tinggi. Saat memulai usaha ia pernah berpikir "apakah usahanya akan laku atau tidak". Meski begitu karena memang tak ada pilihan atau kepepet istilahnya, ia tetap berusaha. Kendala utama yaitu modal serta pemasaran. Ia juga tanpa malu masuk keluar toko.

Sampai setahun lamanya usahanya dikenal oleh toko- toko di objek wisata Malang. Mbak Tin menjelaskan semua berkat "ngotot", ia terus meminta agar dipertemukan para pemilik toko. Usaha keras yang jadi satu pelajaran akhirnya membuahkan hasil. Kini, selain bekerja Tin yang kini berumur 40 tahun memilih mengajar membuat boneka tetangga- tetangganya.

Usahanya mempekerjakan 8 orang karyawan. Mereka semua direkrut untuk membuat pola, menjahit, serta membuatnya jadi boneka. Patokannya jangan sampai jelek dan mengecewakan. Seorang ibu bisa membuat 100 boneka kecil atau 30 boneka berukuran besar. Bu Tin kemudian lebih fokus pada pemasaran terhadap boneka yang sudah dibuat ini.

Produknya dibuat tetap tidak fluktuasi sesuai pesanan. Ia mengatakan, itu dilakukan agar ada stok ketika pesanan sedang melonjak, seperti di masa liburan dan lebaran. Mengenai pemasaran, boneka "Tin Panda Collection" ini juga sudah merambah daerah di luar Pulau Jawa, yaitu sampai ke Sorong dan NTT. Boneka bisa didapatkan tidak hanya berdasarkan pesanan, tetapi juga tersedia di supermarket, misalnya saja di Trio Plaza.

Ia menuturkan "Sebenarnya toko- toko yang lain mau, tapi saya cari yang cash soalnya modal saya masih kurang."

Mbak Tin pun membuka cita-cita, bonekanya bisa sampai ke luar negeri suatu hari nanti. Usaha boneka yang ia lakoni ini sekarang telah memberikan hasil. Karena keseriusannya, saat ini per bulan Suratinah mendapat pemasukan antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Pengusaha boneka asal Magelang itu pun menyabet gelar Citi Micro Entrepreneurship Award (CMA) di tahun 2007.

Artikel Terbaru Kami