Senin, 10 November 2014

Situs Kencan Mahasiswa Sang Pengusaha Muda

Jika kamu melihat betapa glamornya seorang pengusaha, inilah cerita Tom Thurlow. Seorang remaja gila yang berbisnis "cerdas" sejak kecil. Pernah mendapat gelar sebagai 5 pengusaha muda terbaik di UK. Bernama asli Thomas Michael Thurlow terlahir pada tanggal 11 Desember 1989. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha muda, presenter TV, dan juga selebriti. Tom pernah muncul di acara realiti show pengusaha bertajuk Tycoon; dia menjadi peserta pertama yang gagal di awal acara.

Usaha pertama yang paling dikenal ialah perusahaan buku anak- anak, OBS Books, perusahaan yang fokus pada buku anak- anak bertanda tangan penulis aslinya. Fokus usahanya pada buku terbitan pertama yang telah terlebih dahulu dibubuhi tanda tangan. Buku- buku yang kelak mungkin jadi best seller. Dia bersekolah di  Cheltenham Bournside School and Six Form.

Dan, di umurnya ke 13 tahun itulah sebuah cerita menghantarkan dirinya menjadi seorang pengusaha muda. Waktu itu, saudara perempuannya tidak bisa datang ke acara penandatanganan buku- buku larya J.K. Rowling. Tom dimintanya menggantikan pergi ke Chepstow. Dari acara tersebut ia kemudian membeli 10 eksemplar buku Harry Potter. Tom memiliki ide untuk ikut mengantri berulang- ulang. Jadilan ke 10 buku tersebut sukses ditanda tangani. Saat tiba di rumah, Tom hanya memberikan satu buku ke saudarinya. Sisanya justru dia gunakan sebagai modal bisnis.

Dia lantas melakukan sebuah pencarian di situs lelang ebay, dan menemukan bahwa satu eksemplar buku Harry Potter dengan tandatangan asli Rowling dihargai sebesar 400 pounds. Bukan jumlah yang sedikit. Ia kemudian meminjam £.110 dari ayahnya, mendirikan perusahaan bukunya sendiri secara online, Epic- Culture, fokusnya menjual buku anak- anak edisi pertama yang sudah ditanda tangani. Tom Thurlow mendadak menjadi salah satu pengusaha muda terkenal di Inggris.


Di tahun 2009, namanya masuk dalam daftar Top 5 UK Young Entrepreneurs. Sayang, berjalannya waktu bisnis miliknya tak seindah yang dibayangkan.

Bisnis sensasi


Pada bulan Desember 2007 Tom Thurlow terjebak dalam kehebohan dari film The Golden Compass. Dia mengklaim menerima ancaman pembunuhan dari ekstremis Katolik Amerika karena telah menjual buku- buku milik Philip Pullman melalui perusahaan bukunya. Ia kembali menjadi sorotan ketika mengikuti acara reality show bisnis (seperti acara Berani Jadi Miliarder, Metro TV) bernama Tycoon di tahun 2007. 

Tak seperti yang diharapkan Tom justru menjadi peserta pertama yang disingkirkan. Apa yang salah?
Di acara yang berkonsep mirip "the Apprentice" milik televisi Amerika ini. Program besutan Pater Jones pengusaha yang dikenal sebagai "Dragon Den", yang fokus mengumpulkan para pengusaha muda untuk mencoba menawarkan ide bisnisnya. Sayangnya, ide Tom tentang surat kabar gratis untuk remaja tidak menempatkan dia ke tiga semi- finalis, juga tidak membuatnya sekejap menjadi "bintang reality TV".

Tapi, acara itu telah menempatkannya di jalan menuju ketenaran TV digital.

Tom sekarang memiliki perusahaan produksi sendiri, Star Teen Inc, yang ia gunakan untuk menampung segala acara dan hak-haknya, termasuk 'The Freshers'.

"Saya gembira menjadi film seri saya sendiri untuk tahun ketiga, dan bahkan lebih sehingga memiliki rumah baru di MTV," terangnya.

"Ketika saya mengkonsep formatnya, itu adalah pertunjukan pertama yang merekam para mahasiswa dan menggali sisi buruk siswa - mengungkapkan hal- hal yang setiap remaja ingin mendengar tentang, tetapi tidak setiap ibu."

Acara serial ini berpindah dari Bebo ke MTV menjadi transisi yang benar- benar menarik bagi Tom. "Tidak ada batas, tidak ada batas - tapi pasti banyak kata-kata kotor," katanya. "Ini rangkaian 'The Freshers' telah masuk ke sisi terluar dan tekotor dari kehudupan para  mahasiswa, yang saya pikir sangat sempurna untuk dinikmati penonton mtv.co.uk."

Tanpa tedeng aling- aling menunjukan apa adanya. Acara serial ini akan menunjukan setiap sisi universitas ke prespektif umumnya. Dan Patton, Direktur Digital Media, MTV Networks UK & Ireland mengatakan: "Tom adalah personifikasi dukungan MTVN Inggris dari dan untuk para talent, bergabung dengan MTVN Inggris menjadi produser muda yang pernah ada." The Fresher disebutnya sebagai fakta hari ini, inspiratif dan program original yang lebih ke sosial media bukan sekedar siaran tradisional.

Jaringan sosial memang telah melahirkan generasi orang- orang berbakat dan kreatif yang pernah membuat diri mereka didengar dan populer secara online. MTVN UK tengah mengidentifikasi bakat muda paling menjanjikan dan mendukungnya untuk membuat ide baru, konten premium dimana penonton akan menghargai.cDiadaptasi dari acara Bebo -nya 'Meet the Freshers', gaya aneh dan ceplas- ceplos Tom telah memenangi para penggemar di kalangan masyarakat online di Inggris

Jika anda pernah mendengar tentang 'Carry on Camping'? Nah, acara ini lebih 'Carry di Kampus', seperti ketika Tom memunculkan berbagai gestur agak nakal dan, terus terang, tanpa basa- basi memberikan pertanyaan untuk komunitas universitas dan mahasiswa di UK. Lupakan belajar, lupakan tentang kuliah, Tom menemukan bahwa yang pertama dan terutama dalam pikiran rata- rata para mahasiswa adalah bagaimana untuk memiliki waktu bersenang- senang.

Bisnis nakal


Situs kencan kasual menjadi deman kala itu. Bahkan telah merembet ke urusan sexual. Itulah kisah nyata dari seorang Tom, pendiri DateAtUni.com dan kemudian situs ShagAtUni.com. Berbeda dengan situs saudarinya, Date At Uni, ShagAtUni memilik target bagi mereka para mahasiswa atau mahasiswi yang berminat pada hubungan tanpa ikatan. Hanya sebuah kencan atau seks singkat.

"Saya pikir mungkin ada pasar untuk siswa yang hanya ingin hubungan seksual," kata pengusaha muda ini menjelaskan. "Dan setelah persiapan besar saya telah masuk ke sukses besar setelah dua bulan diluncurkan, saya pastikan ada pasar disana."

Meskipun situs memiliki anggota lebih banyak laki- laki daripada perempuan (60-40), di halaman selamat datang hanya akan menampilkan profil para perempuan. Tapi Tom menegaskan: "Sangat penting bagi kita untuk menunjukkan pengguna laki-laki (pendengar kita yang lebih besar) yang ada di situs kami.

Lebih dari 700 perempuan dari Oxford University telah mendaftar ke situs sejak pertama kali diluncurkan, sementara saingannya, Cambridge, menjadi pemilik akun dengan jumlah terendah dari seluruh negeri.

"Aku tidak terkejut," kata Thurlow Daily Mail. "Ketika saya tur negara syuting MTV Freshers siswa Oxford selalu yang paling liar."

"Mereka selalu tegang di siang hari tapi pada malam hari mereka selalu paling gila itu. Itu tidak mengejutkan saya mereka memiliki proporsi tertinggi wanita mencari seks." Situs Shag At Uni memang menyatakan menjadi satu- satunya tujuan adalah untuk "membantu siswa bertemu untuk seks".

Biaya keanggotaannya berkisar £ 5 untuk laki-laki dan gratis untuk perempuan.

Situs kontroversial


Shagatuni.com didirikan pada September 2012 untuk membantu para mahasiswa untuk memenuhi hasrat seks mereka, tetapi pendiri Tom Thurlow, 23, kini mendorong dosen untuk bergabung - dan situs bahkan menawarkan mereka keanggotaan gratis selama setahun.

Namun, situs tersebut kemudian dikritik karena "mendorong dosen untuk menyalahgunakan posisi mereka kekuasaan".

"Kami baru- baru mensurvei 1.773 dari anggota kami dan lebih dari setengah dari mereka (54%) mengaku telah tertarik secara seksual kepada dosen mereka. Dan ini siswa horny, tiga-perlima (61%) mengaku terlibat dalam perilaku genit 'dengan dosen yang bersangkutan."

Sebuah kontroversi mengingat posisi para dosen sebagai pendidik. Tapi, nyatanya banyak dari member yang merasa mereka yang berdiri didepan papan tulis itu seksi. Dan, ShagAtUni mencoba untuk mengakomodasi hal itu. Bahkan situs ini memberikan saran untuk berkencan disini. "Mencoba dan menghindari memiliki hubungan dengan siswa yang anda ajar untuk menghindari perbedaan atas hasil ujian atau nilai gelar. "

Hubungan antara dosen dan mahasiswa tidak ilegal, tetapi banyak universitas yang memiliki kode etik yang mencegah staf dari memiliki hubungan romantis dengan siswa. Seorang juru bicara dari University of Gloucestershire mengatakan: "The University of Gloucestershire, seperti universitas atau bisnis lainnya, memiliki kode etik yang stafnya harus menjunjung tinggi.

"Ini termasuk kewajiban untuk mengungkapkan hubungan dengan mahasiswa sehingga kita dapat mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi integritas dari mengajar dan belajar."

Artikel Terbaru Kami