Rabu, 26 November 2014

SamWon House: Masakan Korea Peluang Usaha

Branding menjadi modal kuat bagi seorang Albert Sentosa. Yang artinya memperkuat merek (brand) produk atau pun jasa yang kita miliki. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas. Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika kita berbicara tentang Korea maka branding K- Pop lah jadi yang pertama terngiang. Tapi, dibalik semua itu, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini. Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

Masakan K- Pop


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ketika mendengar makanan Korea akan berpikir mereka para artisnya, atau jika mereka berpikir artisnya maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana. Kedua hal yang saling berkaitan. Salah satu yang melihat peluang ini ialah Albert Santosa. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Pada saat membuka usaha ada dua pilihan yang dihadapinya. Mau bisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini. Usaha kuliner Korea yang bernama SamWon Express. Menu yang ditawarkan adalah kuliner khas Korea, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralabanya pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk anda yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utamanya. Dan juga ditawarkan untuk anda yang
berminat. Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert mengatakan, SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut. Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta. Anda cukup menyediakan lahan seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran akan disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, ada renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat. Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola- bola kenyal atau yang biasa disebut bubble drink. Memang sudah populer di Indonesia akhir- akhir ini. Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Dia juga sudah lebih dulu menjalani bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Meski baru resmi meluncur pada 5 September tahun ini. K-Drink langsung membuka tawaran kemitraan. Saat ini sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, namun lokasinya masih satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta. Usaha yang berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Artikel Terbaru Kami