Sabtu, 15 November 2014

Roti Empuk, Gurih, Mengenyangkan Ada di Breadlife


Manisnya bisnis roti juga menjadi incaran perusahaan besar. Bahkan, perusahaan private equity yang sekelas Northstar tertarik untuk mencicipinya. Di tangan Northstar, produk roti Breadlife hanya dalam waktu setahun saja, dari 21 jaringan toko menjadi 54 yang tersebar di berbagai kota. Toko roti yang berkonsep Jepang itu memang telah terkenal akan cita rasanya. 

Perusahaan Northstar telah mengakuisisi PT. Dunia Makmur Jaya, pemilik brand Breadlife, sejak September 2012, menggelontorkan investasi senilai Rp.1 triliun.

Tampilan toko Breadlife mudah dikenali. Tokonya didominasi warna oranye yang memberikan kesan fresh, sama seperti sajian roti yang dijualnya. Roti Breadlife juga terasa lebih gurih, enak, dan kaya rasa, berbeda dengan roti-roti sejenisnya.

Kemajuan toko roti Breadlife tidak bisa jauh dari sang presiden direktur, Kuswanto Gunandi. "Kami ingin menjadikan Breadlife sebagai pemain utama dalam bisnis food and bakery," tutur Kuswato dalam sebuah wawancara untuk BeritaSatu. Bagi seorang Kuswanto Gunandi, bisnis bukan sekadar mencari untung. "Saya juga terdorong untuk ikut menciptakan lapangan kerja. Punya kebanggaan sendiri jika berhasil menciptakan lapangan kerja," ujar pria kelahiran 17 Mei 1962 itu.

Pasar Indonesia 


Sebagai salah satu brand atau merek roti ternam, Breadlife, punya konsep sendiri untuk toko rotinya ini. Konsep- konsep berbeda itualah yang ditawarkan oleh produk ini. Meski sang direktur baru masuk di 2013, nyatanya produk ini berhasil masuk jajaran produsen roti terpopuler kawasan Jakarta. Tak mau tanggung- tanggung, kini gerai Breadlife telah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

"Saat ini, BreadLife memiliki 66 gerai dan masih akan terus berkembang sejalan perkembangan pasar konsumen dan tren di Indonesia," jelas Kuswanto melalui keterangan tertulis kepada VIVAnews.

Dia mengatakan dasar bisnis Breadlife pada data statistik pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dimana, ia lalu menyebut bahwa pertumbuhan itu paling banyak menyumbang ialah kebutuhan domestik. Dalam riset itulah bisnis roti bisa menjadi pasar terbaik.

Menurut riset Acorn, seperti yang dikutip dalam rilisnya, hal tersebut mendorong peningkatan pasar retail, termasuk di segmen food and beverages (F&B), khususnya di industri bakery.

Salain itu, Kuswanto menjelaskan pertumbuhan pasar di Indonesia mengikuti tren gaya hidup. Ini kemudian dijelaskannya bahwa semakin banyak restoran dan gerai makanan yang menawarkan menu atau produk bergaya asing, terutama menu Asia. Fokusnya tidak lagi rasa, tapi pilihan yang bervariasi dan presentasi yang menarik. Ada pula gaya hidup sehat yang diikuti oleh masyarakat kini, adanya keinginan adanya panganan sehat pula.

Untuk itulah Breadlife hadir dengan berbagai inovasi, yang mepertimbangkan variasi, kualitas produk, dan konsep gerai.

Tiga gerai Breadlife


BreadLife punya tiga konsep outlet yang menawarkan pengalaman membeli kepada konsumen. Pertama ialah gerai yang berformat store. Di luas gerai 90 meter persegi, pengunjung bisa berbelanja secara swalayan. Di outlet ini, BreadLife menyajikan menu roti dengan roti Jepang sebagai produk khas, seperti danish, dan kue. Kedua, outlet yang berkonsep kafe. Pengunjung bisa menikmati hidangan roti di gerai yang luasnya 120 meter persegi. Menu yang disajikan adalah roti, danish, kue, minuman, dan makanan ringan lainnya.

Dan yang terakhir ialah gerai berformat kios. Di outlet seluas 30 meter persegi, konsumen bisa berbelanja dengan cepat. Pilihan produknya adalah roti, minuman, dan es krim.


"Konsep gerai ini juga disebut konsep grab and go," sambungnya.

Jika soal kualitas jangan diragukan lagi. Brand roti ini menggunakan bahan baku berkualitas, dan tanpa bahan pengawet. Salin itu resepnya juga berasal dari master chef dan master baker terbaik. Adapun produk- produk unggulan BreadLife adalah Rugby, The Ring, Mamamia, Mayo Chix Stix, dan Tiger Roll.

"Kehadiran dan perkembangan BreadLife dengan konsep barunya telah memberikan nuansa segar dalam bisnis modern bakery di Indonesia," kata dia.

Breadlife sendiri adalah artisan bakery Jepang, memiliki konsep dapur terbuka atau open kitchen. Ini yang memungkinkan para konsumen melihat proses pembuatannya langsung. BreadLife sangat memperhatikan kualitas produksinya, proses produksi yang terstandardisasi secara mendetail, maupun keahlian chef dalam menciptakan berbagai variasi produk yang enak, penampilan yang menarik dan menggunakan bahan baku yang terpilih, berkualitas dan tanpa bahan pengawet.

"BreadLife juga selalu berusaha mengikuti tren gaya hidup urban yang dekat dengan keseharian konsumennya," kata dia.

Artikel Terbaru Kami