Rabu, 26 November 2014

Mengungkap Rahasia Bitcoin Uang Anti- Kapitalis


"Ibu saya menyukainya," ucap Amir Taaki, pria 25 tahun yang dikenal sebagai master kode dan visioner uang digital. Tahun 2014, cukup berkesan, bukanlah pencapaian yang diharapkan ketika namanya dimasukan ke daftar Forbes. Berdiri diantara para start- up muda yang katanya merubah teknologi dunia. Apa yang telah dia lakukan hanyalah mewujudkan visinya tentang kapitalisme dan Bitcoin.

"Karena ibuku selama bertahun- tahun belum mengerti apa yang saya tuju". Ibunya selalu saja komplain, "Mengapa kamu berhenti universitas, kamu perlu untuk mendapatkan pekerjaan, ah kamu pengangguran". Tapi sekarang dia, ibunya, seolah berkata dengan bangga "anak saya di Forbes."

Namanya disejajarkan CEO Mashable Pete Cashmore, 27, "raja" sosial media asal Aberdeenshire yang dimana kekayaannya diperkirakan bernilai lebih dari $95 juta, dan dua multi- jutawan pendiri Snapchat, Evan Spiegel, 23 tahun, dan Bobby Murphy, 25, yang menolak akuisisi $ 3 miliar dari Facebook. Mereka, katanya memiliki kehidupan "wah", nyatanya tak semua begitu adanya.

Revolusioner Bitcoin


Kembali ke Taaki, dikenal umum sabagai salah satu hacker bertalenta di Inggris. Dia dikenal atas usahanya tentang Bitcoin. Menciptakan sebuah program bernama Dark Wallet -tempat menyimpan Bitcoin- dimana dengan program ini, Bitcoin akan aman untuk transaksi. Software Dark Wallet pada smartphone kamu, yang memungkinkan untuk bertransaksi secara anonim. Terhindar dari pantauan pemerintah. Meski itu terdengar akan seperti alat pencucian uang, Taaki tak bergeming.

Putra kelahiran London dari seorang ayah berdarah Iran, yang bekerja sebagai pengembang properti dan ibu Skotlandia-Inggris, Taaki, yang diusir dari sekolahnya karena menghacking jaringan milik sekolah dan juga putus universitas atau drop- out sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya muncul sebagai bintang otodidak dari open-source pemrograman. Dia berdiri dalam gelapnya kebebasan internet.

Pekerjaan pertamanya bernama SDL Collide, sebuah open source untuk game developer. Di tahun 2006, Taaki fokus mengembangkan program Crystal Space dibawah nama samaran "genjix" Ya, seperti halnya mereka yang bersentuhan dengan komputer. Sosoknya juga dikenal sebagai pecinta game. Dia mulai bekerja dengam membuat beberapa software, game, dimana kesemuanya adalah game- software gratis. Yang terbaik dari karyanya, sebuah game bernama Crystal Core dan game balapan futuristik, Ecksdee.

Pada tahun 2009 dan 2010, Taaki mencari uang sebagai pemain poker profesional. Pengalamannya dengan judi online menarik dia untuk proyek Bitcoin. Ia mendirikan money- exchange untuk Bitcoin di Inggri yang kemudian disebut "Britcoin", yang berhasil kembali pada tahun 2011 dengan exchange Bitcoin asal Inggris bernama Intersango, di mana ia adalah aktor utamanya.

Penemu Bitcoin?


Memperluas komunitasnya di London dari mereka para spekulan Bitcoin, pengusaha dan penggila, sosok Taaki dipandang mereka sebagai anak jenius, yang kadang- kadang kontroversial. Salah satu pemilik Bitcoin di Spitalfields bahkan bergunjing ketika bertemu sosok Taaki. Mereka mulai berpikir bahwa Taaki lah sendiri dibalik nama Satoshi Nakamoto -nama online untuk orang misterius atau kelompok msiterius penemu Bitcoin pada tahun 2009.

Bertengger di sofa depan dan sekarang nyaris tak terlihat dalam kegelapan atmosfer, Taaki lalu mengatakan kepada standard.co.uk, bahwa "tidak ada yang tahu siapa dia [Nakamoto] sebenarnya", sebelum akhirnya mengakui sedikit, ia kenal. "Kami sangat berbeda," katanya menambahkan. Bagi sang penemu dan Taaki itu bukan tentang profit atau kekayaan. Bahkan ada yang berpikir bahwa Nakamoto hanya menciptkana, lalu membakarnya hangus, hilang. 

Di dunia diperkirakan ada 12 miliar uang Bitcoin dalam regulasi dan perdagangan, dan masih ada yang bisa digali lagi dari sumbernya.

Bernilai kurang dari satu dolar pada tahun 2011, harga naik -melalui berbagai pasang surut- sebanyak $ 1.100 di tahun lalu karena lebih banyak perusahaan dan kelompok non-profit mulai menerima Bitcoins. Ada pula fenomena miliarder Bitcoin. Sama halnya dengan nilai uang di dunia nyata, Bitcoin juga punya pasang surutnya, ada juga isu- isu yang ikut mempengaruhi perdagangannya. Berapa kah yang dimiliki seorang Amir Taaki, begitu mungkin kamu berpikir.

Taaki masuk ke Bitcoin pada musim panas 2010, dan dimiliki $ 600 ketika nilai tukarrnya masih 10 sen saja masing- masing (jadi sekitar 6.000 Bitcoins). Mengharapkan spekulasi besar, dia menjual mereka untuk keuntungan $ 100, mungkin sekarang nilanya di bawah $ 6 juta. Dia masih memiliki beberapa koin dari berbagai pekerjaan pemrograman dan berbagai perusahaan Bitcoin, tapi proyeknya sekarang bersama satu komunitas bukanlah tentan uang. 

Faktanya dia menolak pekerjaan yang sangat menguntungkan dari perusahaanbesar di Silicon Valley untuk Bitcoin. "Ada nilai lebih banyak dalam hal-hal yang kita lakukan dari hanya beberapa sen, beberapa jutaan," katanya.

Dibuat oleh Amir Taaki dan Cody Wilson, Dark Wallet menyediakan alat baru untuk privasi keuangan, termasuk sistem built-in pencampuran koin dan alamat dompet "siluman". Serta membuat lebih mudah bagi orang untuk menyamarkan transaksi mereka dari pemerintah, Dark Wallt juga torpedo ditujukan untuk mereka dalam komunitas bitcoin yang telah melakukan kerjasama menguntungkan dengan regulator, baik pemerintah atau perusahaan besar.

Diciptakan tahun lalu dan sebagian didanai oleh $ 50.000 dari dana donasi di situs IndieGoGo, dompet dikembangkan oleh unSystem. Dark Wallet secara resmi diluncurkan di 1 Mei 2014.

Artikel Terbaru Kami