Minggu, 23 November 2014

Peternakan Kecoa Sebuah Bisnis Menggelikan di China

 
Kamu pasti sudah sering mendengar berbagai makanan unik di berbagai belahan dunia -dari cacing, belalang, ulat, atau apapun itu. Bagaimana dengan kecoa, sensasi makan yang katanya sama gurihnya dengan sepiring ayam. Wang Fuming, secara blak- blakan menyatakan hasratnya tentang makanan satu ini. Pria asal China, menyebut dirinya sebagai rajanya kecoa di Jinan, China, siap untuk membuat kamu bergidik geli.

Mimpi Wang: menaruh kecoa dalam piring dan mangkuk untuk satu masakan kaya protein.

"Saya cinta keco- kecoa ini, saya merasa dekat dengan mereka," dia berkata dalam satu artikel di cnn.com.

Di sisi kota industri di perkotaan Jinan, Wang telah menternakan ribuan kecoa. Bisa ada sepuluh juta kecoa dalam satu kali panen suatu hari kenangnya. Dia membesarkan mereka para kecoa dalam sebuah gudang dengan koridor sempit dan berdindingkan beton semen yang tampak menggelikan. Melangkah lebih dalam adalah seperti mimpi buruk sebelum terbangun, atau sebuah adegan dari film "Alien." Ada bau yang kuat dari amonia dan suara bergerit kaki- kaki kecil mereka, kecoa.

Wang berternak kecoa Amerika, yang sebenarnya asli dari Afrika. Ukurannya sangat besar tak sebanding, lebih besar dari kecoa Asia seperti di rumah kita. Dia kemudian menjual mereka ke industri perusahaan farmasi di Cina sampai berton- ton

Mereka biasanya digiling dan dimasukkan ke dalam pil dan diiklankan sebagai obat untuk segala macam penyakit seperti perut, jantung, dan hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menjadi bahan pokok di toko obat Cina, meski tak tercantum kecoa dalam bungkusnya -lebih memilih nama latin dalam label bahan, menjanjikan hasil yang menakjubkan. Obat kecoa menjadi "booming" tersendiri dari kayanya China dalam industri.

Kecoa goreng


Meski dijual untuk pengobatan, sejujurnya, Wang lebih suka mereka dalam disajikan dalam piring. Dan lebih gila ketika ditanya tentang dimasak apa, dia suka yang digoreng. Dalam wawancara, pewarta disuguhi satu mangkuk kecoa dengan minyak olif.

Ia pun mencoba menyuapinya. Dua kali penggorengan ungkap Wang disela- sela ramah tamah itu. Tak begitu diterima oleh sang pewarta, Wang memilih melumatnya sendiri, tampak begitu menikmatinya.

Dia benar-benar tampaknya menikmati itu. "Saya merasa jauh lebih baik setelah saya mulai makan kecoa," katanya.

Habislah sudah kecoa satu mangkuk ditanganya, tersisa sedikit. Wang lalu menunjukkan bagaimana yang terbaik, cara memakannya. "Sayapnya sudah tidak ada, sehingga lebih mudah untuk makan," katanya.

Pewarta dari CNN mulai menjejalkan sisa kecoa ke dalam mulut dan mulai mengunyah - kecoa Amerika, sayangnya, terlalu besar untuk ditelan seluruhnya.

Rasanya, mereka renyah, seperti kentang goreng yang terlalu matang dari Perancis, dan mereka, keco- keco itu, meninggalkan rasa yang memiliki daya tahan yang lama akan hilang dari mulut kamu. Kecoa mungkin bukanlah cara terbaik untuk meyakinkan kamu untuk menjadi pemakan petualang, tapi menganggap mereka sebagai pembawa standar, bahwa di luar sana ada petualangan.

Atau mengambil kata Wang untuk itu.

"Jika anda tidak mencobanya, anda akan menyesal seumur hidup anda," tutup David McKenzie dalam satu sesi petualangan kuliner.

Peternak kecoa


Lain lagi dengan Tian Tinglei, yang memilih pensiun dari pekerjaan di di kota Liaocheng untuk kembali ke negaranya dan hidup di antara para perayap menyeramkan.

Dia benar-benar menjadi sedikit dari penggemar mereka, beternak dalam hampir satu mil persegi hanya untuk kecoa. Rupanya, dia lebih menyukai mereka yang berminyak, kulit mengkilap mereka, dari bekerja normal dengan kertas dan puplen. Mmmmm!

Sebuah hidup penggila kecoa menyeramkan, pengusaha berusia 32 tahun mendapatkan ide untuk peternakan kecoa setelah seorang teman yang bekerja di apotek bercerita tentang penggunaan serangga ini menjadi sumber protein yang murah dan obat- obatan.

Tapi, mengapa, oh mengapa, kamu mau melakukannya? Nah, Tian menjual sebesar $16 kilo, dimana kulit dan minyak kecoa digunakan dalam pengobatan Cina untuk mengobati segala sesuatu dari penyakit jantung hepatitis dan luka bakar.

Tidak mengherankan, bagaimanapun, banyak orang yang tidak begitu tertarik untuk mengolesi dirinya dengan minyak kecoa, buktinya tetap populer, dengan sedikit variasi agar tak seseram yang kita bayangkan.

Tian tampaknya cukup bangga akan kerajaan kecilnya, dan cukup menjanjikan. Dimana mungkin ketika akhir dunia, dan ia dan kecoaknya akan paling bertahan, dia akan menjadi orang yang terakhir tertawa. Satu fakta tak bisa diabaikan kecoa adalam mahluk paling tahan serangan nuklir, dan bisa beradaptasi di berbagai keadaan, mudah diternakan.

Artikel Terbaru Kami