Minggu, 30 November 2014

Pengusaha Bumbu Masak Sukses Serba Waralaba


Obsesi Bisnis Mandiri


Yanty Melianty Isa, salah satu pengusaha wanita sukses di Indonesia mengisahkan kisahnya. Sosok dibalik perusahaan PT. Magfood Inovasi Pangan. Usaha yang telah didirikannya semenjak Februari 2001, telah memiliki pengalaman 17 tahun menangani berbagai perusahaan multi- nasional sebagai mitra. Bidang yang ditangan ialah food seasoning dan product development. Sudah berbagai perusahaan menyerahkan bisnisnya ditangan Yanty.

Bisnis bumbu instan


Bisnisnya dibidang bumbu instan bukan berarti usahanya juga instan. Ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan mapan di berbagai perusahaan multi- nasional. Semua karena kecintaanya akan dunia kuliner, dan hasratnya untuk memiliki perusahaan sendiri. Lulusan Institut Teknologi Bandung (1994) tersebut tercatat 17 tahun berkiprah di bidang pengembangan produk beberapa perusahaan multinasional. Tiga diantaranya adalah di PT Mayora Indah Tbk, PT Nestle Indonesia, dan PT Mustika Ratu Tbk.

Kembali lebih jauh sebelum Megafood didirikan, lebih jauh sebelum dia bekerja di perusahaan. Sosok Yanty adalah bocah 10 tahun yang sudah gemar memasak dan berwirausaha. Kecintaanya akan kewirausahaan telah muncul dan tumbuh sejalan waktu bersama kesenanganya memasak. Waktu masih kelas 3SD, ia telah memenangkan lomba di majalah Femina dimana lomba itu diperuntukan untuk orang dewasa. Dia waktu itu membuat resepnya sendiri, yakni Sop Tahu Sawi Asin. Dia meminjam KTP ibunya untuk mengikuti lomba.

Seusai kuliah, pekerjaan pertamanya adalah konsultan teknik lingkungan dalam proyek pengolahan limbah dan air. Tapi, Yanty hanya bertahan 1,5 tahun bekerja di perusahaan konsultan ini. Terjun ke banyak proyek pemerintah begitu mengusik nuraninya. "Banyak proyek dikorupsi, jadi saya memutuskan membuka perusahaan konsultan sendiri, khusus untuk proyek swasta,"€ ujarnya.

Pada tahun 1992, istri Isa Surya ini kemudian bekerja di sebuah perusahaan sanitasi. Lagi- lagi tak awet, ia hanya bertahan setahun dan memutuskan pindah ke Nestle. €"Agar bisa terus berinovasi, saya harus bekerja di perusahaan fast moving product atau consumer goods," tuturnya, mengikuti nalurinya yang memang gemar memasak.

Kecintaanya akan berwirusaha terasah sampai sudah bekerja sekalipun. Ia masih menyempatkan diri untuk mempunyai usaha di bidang water treatment tapi gagal. Dia juga punya usaha pakaian yang masih ada sampai sekarang. Barulah di tahun 2001 usahanya sukses moncer jadi bisnis besar.Semuanya karena ia tak mau lagi hidup di zona nyaman. Dimana dia memilih berhenti bekerja. Usaha yang bermodal sedikit menjadi tantangan besar selepas tak lagi jadi karyawan.

Yanty memulai usahanya dengan usaha Magfood Inovasi Pangan hanya ditemani satu karyawan. Usaha yang dirintisnya sejak 2001 membuahkan hasil dan merembet ke beberapa bidang usaha lain. Perusahaan pertama yang didirikannya 8 tahun lalu itu bergerak dalam bidang pengembangan varian bumbu serta produk baru industri makanan dan minuman.

"Saya kasih karyawan saya PR untuk men-develop produk, jadi kalau saya ngantor ada orang yang melanjutkan pekerjaan di bisnis saya ini," terangnya menambahkan.

Tidak puas akan apa yang dicapai usahanya di awal. Dua tahun berselang, dibuatlah satu usaha baru yang bernama Magfood Red Crispy pada 2003. Yanty menginvestasikan sekitar Rp10 juta sebagai modal awal Magfood Red Crispy. Bisnisnya ada dibisnis makanan cepat saji, yaitu bisnis ayam goreng. "Sempat berhenti bekerja satu tahun, dengan modal minim saya mulai dari satu gerobak di Bintaro," ujar Yanty.

"Dulu saya berbisnis tetapi kebanyakan gagal. Ada yang karena berantem, tutup, lalu saya pilih usaha sendiri. Saya memang memiliki cita-cita membuat bisnis dari rumah, tetapi mereknya nanti harus multinasional," ujarnya.

Kesemua usahanya dimulai dari sebuah garasi mobil yang dijadikan kantor sekaligus tempat produksi. Usaha itu tumbuh mempunya 40 orang karyawan yang berdesakan di tempat itu. Bukan perkara mudah bagi wanita berjilbab ini, ia butuh satu inovasi. Dia tak menggunakan cara konvensional dalam berbisnis ini. "Jadi bukannya saya jaga gerobak satu, itu lama besarnya. Saya orang manajemen, jadi saya selalu berpikir untuk mendidik orang, membuat sistem dan menjaga sistem," jelasnya.

Waralaba sukses


 Ia menekankan kepada kita: pengembangan bisnis itu penting sebagaimana sulitnya itu. Sedikit demi sedikit telah ia rasakan bagaiman cara menngendalikan segala sesuatu tanpa harus hadir di tempat yang bermasalah.

"Walau kantornya di rumah dan masih berantakan, tetapi kita harus cari cara mengembangkan bisnis. Di kondisi seperti itu dulu saya mengusahakan ikut pameran waralaba yang besar-besar, mana bayarnya berat pakai dolar AS lagi."

Mengembangkan usaha rumahan memang butuh konsentrasi dan dedikasi yang besar. Pasalnya, privasi hidup sudah tentu terganggu oleh bisnis yang dikembangkan itu. Tidak hanya itu, tetapi juga ada saja kendala pada masa merintis usaha datang silih berganti. Begitu yang dirasakan Yanty selama mengerjakan dua usaha yang berbeda. Usahanya di Magfood dan Magfood Red Crispy buktinya bisa dia kawal hingga total ada 400 karyawan.

Salah satu kendala diawal adalah tidak adanya pekerja yang kompeten. Mereka yang terdidik biasanya akan mundurk jika melihat usahanya masih usaha rumahan. Tapi jangan lantas membangun kantor besar jelasnya. Dia lebih memprioritaskan kepada keberlangsungan usahanya dulu. Dia lebih memilih memfokuskan pikiran kepada pengembangan produk. Pemasukan hasil usaha pun tidak dicampuradukkan dengan penggunaan dana pribadi.

"Saya menahan diri selama 7 tahun untuk bisa punya tempat usaha sendiri, mobil juga masih sewa pada waktu itu." terang Yanty

Kunci kesuksesan baginya ialah pengembangan usaha dan pengembangan diri sendiri. Keduanya merupakan investasi terbesar bagi Yanty. Dalam mengembangkan diri pengusaha penting untuk selalu menjaga reputasi. Menurut dia, tidak berguna kelihaian berbisnis yang disertai kemampuan berinovasi, kreatif, dan produktif tanpa disertai kemampuan menjaga nama baik dalam berbisnis.

Kini, reputasi baiknya dipertaruhkan dalam mengembangkan merek baru Magfood Amazy, makanan cepat saji yang dirintis sejak 2 tahun lalu. Peluang usaha tersebut menawarkan beberapa pilihan gerai penjualan dan skala usaha. Tipe usahanya berupa booth standing, food court, kafe mini hingga kafé dengan menyetor dana Rp40 juta-Rp163 juta-an.

Untuk biaya royalti, Yanty mematok 3,5% dari omzet untuk masing-masing pilihan.

"Ini bisnis uang receh, tetapi saya yakin break even point (BEP/titik impas) untuk setiap tipe yang dipilih hanya memakan waktu sekitar setahun. Kalau mau berhasil di bisnis ini kuncinya adalah harus punya minat di bisnis makanan dan pelayanan." terangnya.

Omzet gerai- gerai itu, baik yang berbentuk booth maupun restoran cukup lebar dan cukup untuk kita pikirkan prospeknya, yakni antara Rp 300.000 -Rp 12 juta per hari. Sayang, Yanty enggan membeberkan laba bersih yang berhasil ia kantongi dari kedua bisnis waralabanya, Magfood Red Crispy dan Magfood Amazy. "Usaha kami masih akan berkembang terus," katanya beralasan.

Lantaran memulai bisnis dari nol, di tiga tahun pertama, Yanty harus jatuh bangun membangun bisnis bumbunya. Untuk mencari pemasok atau menawarkan contoh dan formula bumbu ke calon klien, ia terpaksa mengerahkan supir. "Mencari pemasok bahan baku juga sulit karena saya cuma usaha kecil," katanya. Untuk menyiasati kesulitan ini, Yanty mencari calon pemasok lewat internet.

Yanty juga gencar menjadi agen penjual bumbu. "Saya menawarkan ke agen bahan makanan dengan mengirimkan formula buatan kami," katanya. Para agen itu kerap didatangi adalah produsen makanan kecil. Ternyata, sebagian besar menyukai formula bumbu dari Magfood. "Kami juga punya rasa yang tailor made, sesuai dengan pesanan," katanya.

Agar lebih merasakan kualitas bumbu buatannya, pada tahun 2001, Yanty mendirikan jaringan penjualan ayam goreng Red Crispy bersama seorang teman sebagai pendorong bisnis bumbunya. Tujuannya agar orang tua. bagaimana rasa bumbu racikan mereka di Megfood Inovasi Pangan. Sayang, kongsi itu pecah dan ia memutuskan meneruskan sendiri dengan merek baru, Magfood Red Crispy dan Magfood Amazy.

Kini, Yanty tengah berambisi membangun perusahaan hilir dengan menjadi produsen minyak goreng. Dimana dia telah memiliki kebun kelapa sawtinya sendiri. Bisnis lain? Ia memiliki ide membuat perusahaan biskuit, menakjubkan.

Artikel Terbaru Kami