Minggu, 02 November 2014

Kerajinan Batok Kelapa Solusi Keuangan dan Limbah


Kreativitas mahiswa Universitas Negeri Yogyakarta menasional jadi tajuk artikel di berbagai media online. Mereka adalah Lely Suci Rahmawati, Hesti Sulistyani, serta Maryanto, mahasiwa dan mahasiswi dari jurusan pendidikan sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNY. Mereka menghadirkan inovasi pemanfaatan bahan- bahan limbah. Produknya memanfaatkan serabut, kopeng, dan batok kelapa.

Ini mungkin bisa jadi solusi daur ulang yang menghasilkan. Mereka meciptakan nilai jual dari sampah industri semacam batok dan serabut. Lebih lanjut, apakah yang mereka buat, produk kreatif berupa bunga dari bahan batok. Hasilnya sangat unik dan memiliki nilai seni. Menurut Lely, produk kreatif berupa bunga kering dari serabut, kopeng, dan batok kelapa tersebut dapat dijadikan alternatif hiasan yang cantik dan menarik untuk ruangan.

"Selain itu, produk ini dapat mengangkat potensi sumber daya alam yang belum optimal dimanfaatkan dan menjadi unit usaha berkelanjutan sebagai modal dasar dalam berwirausaha," sambungnya, Kamis 15 Agustus 2013, melalui situs vivanews.co.id.

Hesti menjelaskan lebih bahwa serabut, kopeng, dan batok itu mudah ditemukan. Bahkan di tempatnya itu cenderung melimpah tidak dimanfaatkan masyarakat. Dan, modal investasinya memang tidak terlalu besar, dapat diusahakan sebagai usaha sampingan maupun ditekuni sebagai mata pencaharian pokok menghasilkan. Cara membuatnya juga sederhana.

Pertama- tama kita membuat pola seperti pola mahkota bunga untuk batok kelapanya menggunakan pensil,  penghapus, dan kertas karton. Kemudian, batok kelapa dipotong batok kelapa akan sesuai dengan pola menggunakan gergaji besi lalu dihaluskan menggunakan amplas. "Lubangi pada bagian ujung batok kelapa menggunakan solder, lalu batok-batok kelapa dikaitkan menggunakan benang dan lem menjadi mahkota bunga dan dipernis," jelasnya.

Lanjutnya, Hesti menjelaskan, pisahkan serabut kelapa beserta kulitnya. Caranya cukup dipukul- pukul menggunakan martil dan dipisahkan menggunakan pisau, kemudian baru dibentuk menjadi kelopak- kelopak bunga. Setelah jadi kaitkan menggunakan kawat dan disatukan menjadi mahkota bunga. Setelah itu buat kawat menjadi batangnya, caranya balut kawat dengan pelepah pisang kering.

Lekatkan kawat yang sudah dibalut dengan kopeng dan mahkota bunga yang sudah dibuat sebelumnya. Gunaka lem untuk melekatkan masing- masing bagian. Putik bunga dibuat dari biji salak yang dibalut dengan lem dan ditaburi pasir putih, namun putik bunga juga dapat dibuat dari bunga pinus sebagai variasi jenis bunganya. "Tahap terakhir, menyatukan putik dengan kawat yang dibalut pelepah pisang yang sudah dibuat, dan bunga kering siap dipasarkan," ujarnya lagi.

Artikel Terbaru Kami