Kamis, 13 November 2014

Jual Air Mancur Bambu Bisa Jadi Ide Bisnis Baru


Bambu biasanya cuma digunakan untuk membuat pagar. Paling banter kamu bisa menggunakan bambu untuk membuat kursi, meja, dan sejumlah kerajinan tangan lain. Nilai ekonomisnya lumayan tinggi loh jika kita bisa memanfaatkannya. Satu kisah sukses kali ini berhasil memanfaatkan kayu- kayu bambu berbeda dari kita biasa bayangkan.

Namanya Suranto (43) warga asal Gading Harjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih untuk memanfaatkan bambu menjadi kerjinan air mancur. Usaha yang telah dirintis sejak 2013 itu sekarang laris manis di pasaran. Semua berkat promosi online yang dilakukanya melalui situs- situs yang memberikan layanan iklan. Awalnya dia hanya ingin berinovasi saja, untuk mengembangkan ketrampilan tangan yang dimilikinya.

Kerajinan bambu


Pada awalnya dia hanya coba- coba membuat contoh kerajinan tangan dari bambu. Kerajinan bambu itu kemudian dijualnya seharga  Rp.200.000 untuk bambu air mancur ukuran 40 centimeter kali 30 centimeter dan Rp400.000 untuk bambu air mancur dengan ukuran 41 centimeter kali 45 centimeter.

Tak disangka hanya dalam satu minggu produknya sudah laris manis terjual. Pembelinya justru berasal dari luar Kota Yogyakarta seperti Jakarta maupun Surabaya, bahkan, ada yang dari luar Jawa. Pangsa pasarnya memang cukup menarik yaitu sebagai hiasan rumah. Karena bentuknya yang mini serta pemilihan bahan yang bersih produk Suranto menjadi primadona. Ketika kami mencoba menelisik produk air mancur bambu milinya, ya, memang produk tersebut unik dan eyes catching.

"Sambil berjalannya waktu, dalam satu minggu kita mampu melayani permintaan kerajinan bambu air mancur hingga 10 pieces dengan berbagai ukuran dengan harga antara Rp.200.000 hingga Rp.400.000," jelasnya.

Bahan bakunya selain bambu cendani yang didatangkan langsung dari kawasan Wonosono, Jawa Tengah, adapula hiasan jamban kecil dari gerabah, pompa air ukuran kecil seperti yang digunakan untuk aquarium, daun-daun dari plastik, batu kerikil berwarna putih yang berasal dari Jawa Timur.

Untuk bambu cendani sendiri harga per- batang dengan panjang dua meter Rp.5.000, kerikil berwarna putih per kilogramnya Rp.3.000, daun dari bahan plastik per untainya Rp.500.000 dan yang pompa air kecil dengan harga sekitar Rp.50.000. Dan yang terpenting semua bahannya sangat mudah didapatkan. Jika ada pesanan dari luar Yogyakarta biasanya dikirim melalui paket dan pengemasannya sudah menggunakan box dari kayu agar barang tidak rusak sampai ke alamat tujuan.

Suranto mengaku pesanan tidak hanya datang dari pulau Jawa, bahkan telah dijual hingga manca negara. Ia berkata produknya 30 buah dikirim ke Amerika melalui Bali. Dia menyebut selain soal untung- rugi ini juga tentang mempekerjakan lebih banyak orang. Dari bisnisnya mampu menyerap banyak tenaga kerja terutama pemuda di sekitar kampungnya. Setiap hari, setiap pekerja, dibayar Rp.35.000 per- hari, selain itu, ia juga memberikan uang makan.

Artikel Terbaru Kami