Senin, 10 November 2014

Felix Tansil Sukses Diaspora Kopi Panggang Langsung


Pengusaha Felix Tansil, salah satu diaspora Indonesia yang sukses berbisnis kopi. Siapa sangka, dari kota kecil bernama Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, sebuah kedai kopi asli Indonesia bernama Nagadi Coffee berdiri. Atase Perdagangan dan Kepala Bidang Fungsi Penerangan KBRI pun berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pengusaha diaspora asal Indonesia ini.

Ni Made Ayu Marthini, Atase Perdagangan (Atdag) KBRI di Washington DC, dalam keterangan persnya, mangatakan kopi merupakan produk andalan kita. Dan, melalui keberadaan Nagadi Coffee sedikit banyak akan membantu jumlah pengirimin produk satu ini. Didirikan sejak tahun 2011, Nagadi Coffe mengambil  satu konsep bisnis unik. Dimana oleh pemiliknya lebih sering disebut sebagai Coffee Laboratory, berfokus pada wholesale kopi spesial, diantaranya Takengon, Aceh, dan Mandailing, Sumatra Utara. 

Setiap hari Sabtu, laboratorium Nagadi Coffee dibuka untuk umum bagi pencinta kopi untuk membeli kopi secara ritel atau mengikuti kelas apresiasi kopi (cupping, tasting) agar konsumen dapat menghargai dan memahami specialty coffee, khususnya yang berasal dari Indonesia.

"Penikmat kopi saat ini tidak segan- segan mencari tahu asal kopi yang mereka minum, siapa yang memiliki kebun kopi tersebut, bagaimana suasana sosial/lingkungan dan ekonomi wilayah tersebut, bahkan nama petani yang memetik kopi tersebut. Dengan kata lain, terjadi ikatan batin antara konsumen dengan produsen," ujar Felix Tansil menjelaskan.

Memang gaya hidup warga Amerika tak jauh dari kopi apapun jenisnya. Inilah yang dibidik seorang Felix, lebih dari separuh warga Amerika meminum kopi jelasnya lagi. Bahkan berdasarkan satu studi pengeluaran untuk minum kopi bisa mencapai 18 miliar per- tahun. Pria berkaca mata ini memulai usahanya dari sebuah apartemen kecil di Maryland, modalnya sebuah pemanggang kopi kecil. Tak kurang 10 kilogram kopi bisa diolahnya,

Ia membuka usaha kopi sejak april 2011 setelah bermigrasi dari pekerjaannya sebagai insinyur sipil, dengan omset 3000-5000 dollar Felix mengakui membuka usaha baru saat ekonomi AS belum pulih bukanlah hal yang mudah.

"Membuka usaha saat ekonomi baik maupun buruk, kalau mental siap mulai saja",ujar Felix.

Istri Felix, Patrisia, yang juga dari Brasil tempatnya kopi, juga membantunya berbisnis kopi. Dari berjualan dengan sistem langsung, ia dan istrinya mulai berjualan secara online. Hasilnya? Sebuah kedai kecil di  Maryland. Untuk jenis kopi yang dijual jarang ditemui di toko lain, karena kopi yang dijual berasal dari berbagai negara termasuk indonesia.

Untuk menjaga kualitas Felix menyeduhkan secara sederhana yakni dengan menyaring kopi. Pelanggan tidak keberatan untuk menunggu lama, dibandingkan dengan  kopi yang dibuat mesin penyeduh. Ia juga siap sedia menyediakan kopi luak, tetapi karena harga kopi luak mencapai 10 kali lipat dari harga kopi biasa; ia baru akan memangganya setelah ada yang memesan. Tentu berbanding terbalik dengan negara asalnya Indonesia, dimana kopi luwak masih bisa terjangkau.

"Kita hanya fokus dalam jumlah kecil, kita hanya jual fresh kopi yang tidak lebih dari dua minggu lamanya", ujar Felix.

Kopi dijual secara grosir dikemas sesuai dengan pesanan, semantara untuk kemasan kopinya sendiri Felix menamakan kopinya NAGADI,yang dalam bahasa Euthopia berati "pengelana". Felix memakai bahasa Euthopia untuk merek kopinya karena Euthopia adalah negara pertama kali tempat kopi ditemukan. Agar kualitas tetap terjaga dan menekan harga kopi, Felix mengaku membeli langsung dari petani Indonesia.

Sukses setelah lebih dari lima tahun berjualan kopi. Felix Tansil dan Nagadi Coffee ditunjuk menjadi salah satu inkubator dalam program kementerian perdagangan. Incubator project ini dilakukan untuk mendorong semangat kewirausahaan diaspora sekaligus mempromosikan produk ekspor unggulan Indonesian. Selain kopi, produk makanan dan minuman Indonesia, serta usaha koperasi juga menjadi salah satu bisnis inkubator Atdag

Kopi Indonesia sendiri telah mengikuti pameran kopi spesial terbesar di Amerika Utara "Specialty Coffee Association of America (SCAA) Events" yang ke-26 yang akan diselenggarakan di kota Seattle pada 24-27 April 2014.

Artikel Terbaru Kami