Selasa, 04 November 2014

Bisnis Karangan Bunga Tak Seseram Tampaknya


Tak pernah terpikir dibenak Hidayat Maulana akan menjadi seorang florist. Pekerjaan nyamannya di kantor, bekerja sebagai pegawai bagian pemasaran internet tidak membuatnya berpuas hati. Justru ketika menjadi seorang pengusaha membuatnya senang dan lebih banyak menghasilkan pundi- pundi uang tentunya. Hidayat mengaku kepada vivanews.com, dia sama sekali buta tentang bunga, baik pengetahuan mendasar, baik ragam maupun cara penjualan.

Hanya bermodal nekat ia minta diajari oleh orang yang sudah lama berbisnis ini. "Saat itu, saya menerima order, lalu memberikannya kepada perajin. Saya dapat komisi," ujar Hidayat di kediamannya, Rawabelong, Jakarta.

Ia mengaku tidak berpikir untuk mendalami bisnis ini. Setelah mencicipi bunganya barulah ia mencoba lebih dalam lagi. Manisnya bunga mempunyai prospek yang menggiurkan jelasnya. Akhirnya pria asli kelahiran Bukittinggi ini berani membuka satu toko bunga pada 2011. Toko Bunga Cantik, dikelola oleh Hidayat membutuhkan Rp5 juta untuk modal awalnya.

"Waktu itu, saya dapat 29 pesanan bunga sekitar Desember 2010 hingga Januari 2011," kata dia.

Bisnis bunga menggiurkan alasnya karena bunga selalu "hidup". Maksudnya bisnisnya akan selalu ada pesanan dari sana- sini. Setiap upacara terkait fase kehidupan manusia selalu dilambangkan dengan bunga aneka jenis, mulai dari kelahiran hingga kematian.

"Waktu ada bayi lahir, ada bunga sebagai ucapan selamat kelahiran. Ada bunga selamat ulang tahun. Bunga saat wisuda. Bunga saat pernikahan. Bahkan, saat meninggal pun diberi bunga," kata dia.

Bisnis bunga


Toko Bunga Cantik hanya mempekerjakan 19 orang karyawan antara lain kurir, tukang bunga, karyawan administrasi, customer service, dan marketing. Usahanya cukup mendapatkan pasokan dari berbagai tempat. Biasanya dia mendapatkan pasokan dari Cipanas, Lembang, Bandung, dan Malang. Bahkan, untuk bunga tulip, pasokannya didatangkan dari Belanda sendiri.

Bisnisnya meliputi karangan bunga, hand bouquet, dan bunga meja. Bunganya pun bervariasi. Mulai dari bunga lokal seperti mawar, matahari, gerbera, hingga bunga impor seperti  lili dan mawar hitam. Soal harga, ia membandrol angka Rp.5 juta. Untuk serangkaian bunga meja harganya paling murah Rp250 ribu, dan terdiri atas 10-20 batang. Namun, jika rangkaian bunga impor, harganya bisa mencapai Rp1-3 juta.

"Bunga yang paling banyak diminati itu bunga krisan, lili, gerbera, tulip, matahari, dan mawar," kata dia.

Sayang, pria lulusan D-3 akuntasi pajak ini tak mau menyebut angkanya berapa omzet bisnis ini. Menurutnya cukup untuk jalan- jalan keluar negeri dan membesarkan 3 anak. Benar- benar bisnis berprospek bagus. Ia menambahkan pesanan bunga ini bisa variasi,  seperti karangan bunga untuk ucapan pelantikan pejabat dan peresmian kantor baru. Sementara itu, bunga meja untuk keperluan pernikahan, ucapan selamat ulang tahun, atau perkawinan.

"Karena saya bukan ahlinya, saya kurang paham. Tapi, prosesnya lumayan lama sekitar 2-3 jam untuk membuat karangan bunga. Kami menempelkan bambu dengan styrofoam, lalu diberi lapisan kain foam, selanjutnya diberi bunga," kata Hidayat.

Hidayat bercerita tentang pengalamannya menghadapi pasanan bunga mawar hitam. Ya, bunga mawar hitam ini memang langka, sangat jarang di pasaran dan termasuk bunga impor. Jumlahnya terbatas, sekali impor, dia hanya mendapat sepuluh tangkai. Karena langka, ia pun sempat- sempatnya menjelaskan hal ini kepada para pembeli. Harganya mahal ujar Hidayat.

Harganya cukup fantastis dikisaran harga Rp.1 juta hanya untuk sepuluh tangkai. "Biasanya pembeli kaget. Dikiranya harganya sama saja dengan mawar biasa," kata dia. Tantangan bisnis bunga menurut Hidayat ialah  harus selalu berpacu dengan waktu ketika pesanan datang.

"Harus cepat. Kalau tidak, pembeli bisa pindah ke tempat lain," kata lulusan Universitas Trisakti ini.

Meskipun menggiurkan, Hidayat mengatakan bahwa bisnisnya pun tidak luput dari pasang surut. Pria kelahiran 1980 ini mencermati bahwa bisnis ini kurang laku ketika bulan puasa. Justru penjualannya lebih laris pada akhir tahun dan Lebaran Haji.

Hidayat menyebut bunganya sudah banyak dipesan dari dalam maupun luar negeri, seperti Amerika, Inggris, Eropa, Singapura, dan India. Karena bunga tidak tahan lama  -misalnya bunga mawar yang hanya tahan 2-3 hari, Hidayat menjalin hubungan kerja dengan penjual toko bunga di berbagai tempat, misalnya Yogyakarta, Papua, dan Padang.

"Kalau di Jabodetabek, kami yang bermain. Kalau di Papua, ada di Jayapura. Tapi, kalau di Biak, ya, tidak ada. Susah," ujarnya kepada VIVA News.

Ia membuka situs www.tokobungacantik.com sebagai sarana pemasaran online. "Semua orang butuh cepat. Jadi, kalau sedang sibuk dan ingin memesan bunga, tidak harus membuka-buka katalog bunga," kata dia. Sementara itu Toko Bunga Cantik sendiri berlokasi di Jalan Berdikari Nomor 37, Rawabelong, Jakarta Barat. Pemesanan juga bisa melalui telepon (021) 91579440 atau via email di order@tokobungacantik.com.

Artikel Terbaru Kami