Rabu, 05 November 2014

Anak- Anak Miliarder Jadi Tren Dunia Barat

Remaja Berpenghasilan Miliaran


Klub miliarder kini menjadi tak seeksklusif dulu. Forbes sendiri menyebut bahwa 1.646 miliarder di dunia sejak krisis 2008. Jumlahnya naik 2x lipat dibandingkan Maret 2009, bahkan di 2015 diperkirakan jumlah itu sudah berlipat- lipat. Dilansir dari laman resminya, tercatat total kekayaan dari 1.645 konglomerat dunia yang didata tersebut mencapai USD 6,4 triliun.

Khusus untuk kawasan Asia lonjakan terjadi 9,4 persen year-on-year menjadi 3,68 juta orang pada 2012 saja, atau masih mengekor jumlah orang kaya di kawasan Amerika Utara sebanyak 3,73 juta orang. Mereka bahkan muncul secara tiba- tiba, sukses tiba- tiba, dan menduduki jajaran orang paling kaya sedunia dalam kurun beberapa tahun saja.

Merujuk dari 10 peringkat orang kaya baru teratas, bisnis berbasis internet menjadi sumber mereka meraup laba dan paling cepat pertumbuhannya. Industri teknologi saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memudahkan kehidupan. Maka dari itu, tidak heran jika perputaran uang di industri ini sangat kencang. Dari internet pula lahir miliarder baru yang menembus batas rasial, agama, dan umur. Diantara mereka ada yang pantas kita sebut para anak ajaib.

Beberapa mash belasan tahun, dalam sekejap menghasilkan miliaran, dan mereka bukanlah anak orang kaya atau anak orang kaya baru. Mereka yang berkisara 17 tahun adalah pembuat kekayaan mereka sendiri atau self- made millionaire atau jutawan sendiri, yang mana menghasilkan jutaan dollar atau miliaran rupiah. Siapa saja mereka?

1. Nick Daloisio


Sumber utama kekayaan Nick berasal dari aplikasi bernama Summly. Aplikasi yang dibeli Yahoo dikisaran angka $30 juta atau sekitar Rp.290 miliar lebih. Selain mendapatkan uang ia juga disebut diangkat menjadi pegawai di Yahoo, menjadikannya programer termuda dalam perusahaan itu. Tak betah menjadi karyawan, Nick memutuskan keluar setelah 18 bulan bekerja.

2. Laenna Archer


Disebut sabagi orang termuda dalam sejarah bursa NASDAQ, ketika itu ia baru saja berusia 17 tahun. Ialah seorang CEO muda memulai semua ketika berumur 9 tahun dari bisnis perawatan rambut. Dari resep nenek, perusahaan perawatan rambut itu tumbuh. Leanna tercatat menghasilkan laba $100.000 per- tahun secara online kepada pelanggannya di 80 negara. Sementara, penjualan bersihnya bisa mencapai USD 3 juta.

Leanna menjadi sosok inspirasi mereka yang seusianya. Ia sering dipanggil menjadi pembicara dan motivator diberbagai konfrensi,serta lokakarya 2009 NAACP Youth. Gadis kecil yang juga dikenal sebagai seorang filantropis atau dermawan. Dia mengumpulkan uang untuk membuka sebuah organisasi pendidikan di Haiti. Organisasi milik Leanna memberikan makanan, penampungan, dan pendidikan pada 200 orang anak tiap hari.

3. Robert Nay


Pernah mendengar game Bubble Ball? Aplikasi game yang telah di-download lebih dari dua juta kali, dalam waktu dua minggu sejak aplikasi itu diluncurkan. Permainan ini bahkan berhasil menggeser Angry Birds dari posisi teratas di toko aplikasi gratis. Menariknya, permainan itu ternyata dikembangkan oleh seorang anak yang baru berusia 14 tahun.

Saat itu, dia baru pertama kali mengembangkan aplikasi game, dan jadi sukses besar. Robert menghasilkan nilai $2 juta. Uang itu didapat setelah permainannya berhasil menarik ratusan orang untuk mengunduhnya. Tiga tahun sesudahnya, permainan tersebut tercatat telah diunduh 16 juta kali.

Ia menjelaskan fokusnya kini ada pada perusahaan bernama Nay Games. Perusahaanya sendiri yang kini mengerjakan berbagai game termasuk game edukasi Sight Words and Spelling Practice, yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Selain itu Robert juga menambahkan 15 level baru untuk gamenya Bubble Ball.

4. Moziah Bridge


Moziah Biridge sukses meluncurkan bisnis fashionnya sendiri, Mo's Bow. Menariknya bocah laki- laki yang baru berumur 15 tahun ini tidak mendalami khusus jahit menjahit. Kemampuannya ada berkat dorongan sang nenek. Terinspirasi Ralph Lauren yang berjualan dasi, Moziah memilih dasinya sendiri yaitu dasi kupu- kupu warna- warni.

Mo's Bows berdiri saat dia masih berusia 9 tahun. Produk dasinya mampu menghasilkan USD 150.000 per tahun. Saat ini, Moziah telah berumur 12 tahun dan mempekerjakan 5 karyawan. Kesuksesan Moziah telah membuatnya tercatat dalam Vogue, O Magazine, dan Shark Tank.

Moziah memang becita- cita mempunyai produknya sendiri sebelum berumur 20 tahun.

5. Sanjay Kumaran dan Shavran Kumaran


Sanjay dan Shavran adalah kakak beradik pemilik perusahaan permainan bernama GoDimensions. Shavran sang kakak masih berumur 12 tahun, sementara, Sanjay berumur 10 tahun. Mereka berdua telah sukses mengembangkan empat aplikasi di Apple Store dan telah diunduh 10.000 kali. Beberapa produk permainan mereka seperti Catch Me Cop dan Alphabet Board, seperti yang dilansir dari laman Merdeka.com.

Artikel Terbaru Kami