Kamis, 30 Oktober 2014

Sosok Bong Chandra Miliarder Muda Penuh Asa


Biografi Motifator Muda Bong Chandra


Mendapatkan gelar motivator termuda se- Asia bukanlah gelar tanpa asa. Namanya adalah Bong Chandra, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar "motivator termuda se- Asia" yang saat itu usianya masih 23 tahun. Suksesnya telah dimulai dari menjadi pebisnis, pembicara, dan akhirnya menjadi motivator populer se- Indonesia. Siapa kah dia? Apakah ada cerita asa dibalik kehidupannya yang sudah mapan.

Dia adalah penulis buku berjudul Wealth, sengaja tidak menyelesaikan kuliah memfokuskan diri menjadi motivator dan pembicara.

Sosoknya yang masih muda bukan berarti tak punya cukup pengalaman. Bong sudah terbiasa hidup bekerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, ia telah memilih fokus berbisnis daripada bersenang- senang seperti mereka seumurnya. Dengan slogan hidupnya "live begin at 20", Bong membangun mentalnya untuk menjadi panutan orang banyak. Kerja kerasnya dimulai ketika krisis ekonomi tahun 1998.

Di usia 11 tahun, kehidupan Bong kecil bisa dibilang hidup di dalam kemapanan. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putra dari seorang pengusaha kue pasangan Aditya dan Bong Sungo. Mereka hidup cukup baik hingga krisis 98. Krisis yang mulai menggerogoti usaha kue ayahnya hingga terancam gulung tikar. Sejak saat itu hidup semakin berat bagi keluarga kecil ini.

"Rumah sampai nyaris dijual," katanya saat ditemui di salah satu usaha miliknya, Free Car Wash Serpong, Tangerang Selatan.

Bong kecil mulai merasakan kegundahan sang ayah. Empatinya tergugah untuk ikut membantu usaha kedua orang tuanya. Tapi bagaimana? Ia hanya bocah 11 tahun kala itu, tak mau kehilangan akal, Bong kecil mulai menjual sisa potongan kue dari pabrik ayahnya ke sekolah. Tak banyak bisa dihasilkan dari usaha itu, tapi ini lebih baik daripada berpangku tangan pikirnya. Pertama kali menjual kue, ia merasakan gengsi, tapi ia tidak indahkan itu.

Meski menderita penyakit asma dan tubunya ringkih, bukan berarti dia tak berani berjualan. Dia makin giat mengembakan bisnis seiring waktu berjalan. Saat itu, dari sekedar menjual kue beralih ke menjual aneka parfum. "Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat)," kenangnya. Setelah masuk SMA, ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung untuk dijual kembali meski waktu itu tak punya duit. "Modalnya kepercayaan," katanya gampang.

Pagi sekali mereka berangkat, sore kembali ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya. Bong sadar betul dia harus membuang jauh- jauh sifat peduli akan cemooh orang- orang disekitarnya. Ia sadar betul hidup tak lagi mudah, dan mereka cuma akan menjadi satu hambatan jika didengarkan.

Seorang teman menyindirnya, "Seumuran kita harusnya bersenang-senang," ujar Bong menirukan temannya. Tapi ia berkukuh pada pendiriannya. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat tentang arti kesabaran. Bong dikenal gemar membaca buku- buku motivator dunia seperti sosok Donald Trump, membuatnya punya impian sendiri. "Keinginan sukses makin besar," jelasnya. Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.

Koneksi bisnis


Ada satu yang ia sadari setelah sekian lama berbisnis. Ia memiliki asa untuk menyemangati hidup orang lain. Bong pun mengajak lima orang rekannya, bersama mereka membuka event organizer kecil. Fokusnya waktu itu memberikan pelatihan motivasi. Jujur saja, kala itu sebenarnya Bong dan rekan sendiri ragu mau dibawa kemana usahanya itu nanti.  Sasaran pertamanya mereka orang- orang terdekat. "Saya diminta beberapa rekan satu jemaat di gereja," ujarnya.

"Ini investasi saya," katanya lebih lanjut. Apalagi tujuan bisnis ini tidak melulu tentang mencari uang. "Saya memperluas pertemanan," katanya. Dan lewat sebuah kesempatan ia mulai menjalankan event pertama nya di sebuah perusahaan di Jakarta. Bong awalnya memotivasi para karyawan pemasaran. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional saja. Di event itu, Bong sendirilah yang berdiri di depan mic membawakan motivasi.

Ternyata usahanya yang tak ngotot melulu tentang uang membawa uang. Maksudnya dari hanya memungut biaya operasional, ia berkenalan dengan banyak orang disana. Pergaulan Bong bertambah luas menggurita. Alumnus SMA Kalam Kudus Jakarta ini mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakan para pelaku bisnis sukses. "Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses," katanya. Keyakinannya yang kerap mengisi pelatihan di kalangan pebisnis properti ini benar.

Ia mulai diajak sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur. Awalnya sih Bong cuma sekedar mencarikan investor untuk pembangunan properti seluas 5,1 hektare di kawasan Ciledug, Tangerang. Meskipun gagal, rekannya itu tak kecewa, justru memintanya bergabung menjalankan bisnis ini. Cukup mengejutkan karena dia bisa dibilang orang baru di bisnis properti. Dia bersama kedua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari 2011.

"Ini modal networking," katanya. Setiap orang harus menyetorkan modal Rp.500 juta. Lalu, Bong bersama kedua temannya membeli tanah seluas lima hektar seharga Rp30 miliar di Ciledug. Modal sekitar Rp1,5 miliar digunakan sebagai tanda jadi pembelian tanah di Ciledug. Bong dan kedua temannya itu membeli tanah dengan cara mencicil dua tahun sambil mengembangkan tanah dengan membangun Ubud Village. Kemudian mereka membangun bendera bernama Trinity Property.

"Cari nama untuk perumahan yang bagus dan memiliki konsep yang kuat. Setelah itu pecah jadi unit-unit kecil agar harganya bisa bersaing. Berikan program cicilan yang lebih panjang," kata Bong membocorkan sedikit dari rahasia suksesnya kepada VIVAnews.

Berkat kemampuan bicaranya pula, Bong berhasil memasarkan sekitar 300 rumah dan 65 ruko di daerah Ubud Village dengan berbagai cara marketing dalam setahun. Caranya antara lain mengkonsep perumahan berbeda, yaitu dengan nuansa Bali, dan membuat berbagai unit-unit ekslusif. Saat ini di Ubud Village, Trinity Property mempunyai nilai investasi sebesar Rp180 miliar. Keberuntungannya terus bergulir setelah terus bekerja keras. Pelan tapi pasti banyak tawaran mengajaknya berbisnis bersama.

Menulis buku


Selain properti, Bong mendirikan bisnis pencucian mobil. Usaha ini dibangun di Buah Batu, Bandung, dan Serpong. Kini ia menjalankan tiga usaha dengan karyawan mencapai sekitar 100 orang. Menjadi pembicara motivasi menyibukan hari- hari Bong selain sibuk berbisnis. Ia akhirnya memutuskan berhenti kuliah di Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara. Setelah tidak kuliah, satu- satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses, terus memotivasi orang- orang diluar sana.

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong tetap menyebut dirinya sosok pribadi yang tertutup. "Saya tidak mudah akrab," katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. "Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir."

Menyempurnakan karirnya, Bong menulis buku berjudul "Unlimited Wealth dan The Science of Luck". Berbagai perusahaan, termasuk perusahaan nomor 1 versi Fortune 500 tahun 2009 menggunakan jasanya sebagai motivator. Saat ini Bong telah memimpin sekitar enam perusahaan. Ia bahkan dikabarkan tengah membangun hotel bintang lima di Jimbaran, Bali dengan nilai investasi Rp1 triliun.

"Semua pencapaian dimulai dari nol bahkan utang. Ini membuktikan bahwa yang terpenting bukan siapa anda sekarang, tetapi ingin seperti apa anda besok," katanya.

Saat ini Bong Candra menempati posisi sebagai pimpinan dari tiga perusahaan besar yaitu PT. Perintis Triniti Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia. Kesemuanya merupakan hasil kerja keras dari Bong yang ia mulai benar benar dari Nol. Memang sukses tidak akan menunggu usia, manfaat kan apa yang ada sekarang, dan raih apa yang anda impikan. Itulah kenapa usia dua puluh tahun merupakan awal bukanlah akhir.

Bio Data Bong Chandra


Nama Lengkap: Bong Chandra
Nama Panggilan: Bong
Profesi: Motivator , Pengusaha, Penulis
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Minggu, 25 Oktober 1987

Pendidikan:

- SMA Kalam Kudus Jakarta
- Universitas Bina Nusantara (Tidak Tamat)

Penghargaan:

- "Forty under Forty", 40 tokoh sukses  dibawah usia 40 tahun, Majalah Fortune Indonesia tahun 2010
- Motivator Termuda di Asia, tahun 2010 (usia 23 tahun)

Social Media

www.facebook.com/bongchandra
www.twitter.com/BongChandra
www.bongchandra.co.id

Artikel Terbaru Kami