Minggu, 26 Oktober 2014

Madu Kalimantan Asli Kisah Bakti Seorang Ibu

 
Cairan emas ini memang sangat berharga terutama bagi kesehatan kita. Produk yang dihasilkan lebah ini telah menjadi rahasia umum menyembuhkan beberapa penyakit. Selain rasanya enak kandungan gizinya mantap. Pengusaha itu bernama Yuhanna, ibu berumur 53 tahun, yang sejak tahun 1980 mengumpulkan madu dari pedalaman hutan Kalimantan. Apa berbeda adalah madu- madu tersebut berasal dari bunga-bunga yang dihisap lebah langsung yang belum tercemar oleh polusi.

"Sudah sejak tahun 80-an, ibu mulai menjual madu. Dulu, biasanya ke pasar setiap minggunya," katanya.

Dulu memang seorang pegawai negeri, kini, ibu Yuhanna adalah seorang pengusaha kecil sukses. Bermodal madu Kalimantan, ia sukses membawa ke empat anaknya untuk menjadi sarjana. Selama puluhan tahun sudah ia menjual madu- madu tersebut, kini pemasok pun makin banyak, sehingga pasokan madu bisa stabil tidak seperti dulu. Kondisi ini yang membuatnya berbeda seperti pedagang madu alam lainnya di Kalimantan. Dia punya brand -nya sendiri.

Pertama kali usaha


Waktu pertama kali memulai usaha ini, Yuhanna mengaku hanya membeli 23 liter madu dari orang Dayak pedalaman Kalimantan. Itu pun, dengan pasokan yang tidak pasti ada di setiap minggunya. Karena memang madu pedalaman bisa dibilang langka, karena dari bunga liar. Dia mulai dari mengumpulkan madu- madu dari botol- botol bekas untuk pertama kali. Harga madunya berkisah di Rp.150 ribu per- satu liter dan harga Rp.75 ribu untuk kemasan berisi 500 liter.

Selain itu, ia yang ikut menikmati program CSR (corporate social responsibility) dari PT Adaro Indonesia Tbk, memilih membuat kemasan yang baik untuk setiap produknya guna menjamin kebersihan dan mutu. Setelah mendapatkan pasokan tetap bisnis Yuhanna mulai mulus. "Dulu, kami hanya menggunakan jeriken yang dijejer di depan rumah. Setelah ada penyuluhan, kami mulai tahu bagaimana nilai kebersihan dan keamanan dari sebuah produk," ujarnya.

Madunya bernama madu Tiga Wanyi. Madu yang kini dijual tidak terbatas di Kalimanta melainkan ke seluruh Indonesia. Alasannya karena madu hutan terkenal lebih berkasiat, rahasia umum di seantero Indonesia. Dia mengaku untuk menghasilkan sekelas industri masih banyak kendala. Sebab, karena madu hutan itu sangat tergantung oleh lebah dan musim bunga di hutan. Yuhanna meyakinkan kita bahwa madunya 100% asli.

Dia mengatakan bahwa banyak di luar sana banyak mengaku menjual madu hutan kalimantan, padahal telah ada percampuran dengan air gula ataupun madu lainnya. Madu miliknya ini, menurutnya, bisa tahan hingga lima bahkan tujuh tahun tanpa diberikan bahan pengawet hanya perlu pengemasan khusus. Syaratnya hanya satu, madu disimpan ditempat yang baik dan tidak dimasukkan ke dalam lemari es. "Kalau dimasukkan ke dalam lemari es, bakteri-bakteri yang ada di dalam madu itu akan mati," katanya.

Madu hutan Kalimantan ini, dia melanjutkan, semakin lama disimpan akan semakin baik. Bahkan, kadang ia menyediakan madu hitam kalimantan yang berguna untuk meningkatkan vitalitas. "Kalau madu hitam ini sulit mendapatkannya, karena harus disimpan selama lebih dari lima tahun," ujarnya. Jadi, jika Anda kebetulan bepergian ke Kalimantan Selatan, tidak ada salahnya untuk mencoba madu khas ini. Sebab, Madu Tiga Wanyi ini tidak membuka cabang lain.

Kamu bisa berkunjung ke toko mereka di Jalan A. Yani, RT V, Kelurahan Jangkung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Artikel Terbaru Kami