Kamis, 30 Oktober 2014

Kemeja Pria Manly Susahnya Bisnis Keluarga


Jika kamu pria kantoran maka mungkin kamu tak asing dengan produk satu ini. Produk yang mengusung kemeja pria beremerek Manly, dulunya pernah ngetop di seantero Jawa Timur loh. Kalau pun kamu baru sadar atas keberadaanya; coba baca ceritanya. Dulu produk yang hanya dikenal seantero Jawa Timur kini menjadi produk kelas nasional dan bersiap untuk merambah pasar Asia Pasifik. Kemeja Manly yang dulu pernah ada dan sekarang berbeda. Bukan cuma karena siapa pemiliknya sekarang.

Produk Manly, dulu, merupakan industri kelas rumahan yang dibesut oleh seorang bernama Lioe Kiat Tjoeng di tahun 1958. Tak disangka, usaha kecil- kecilan di Jalan Talun, Kota Malang tersebut berkembang pesat hingga berubah menjadi perusahaan nasional yang disegani. Padahal, kalau ditelisik, dulu produk Manly masih dibuat sangat tradisional di tahun 1970 -an. Produknya hanya mengerjakan keperluan pakain anak- anak, celana panjang pria sekaligus kemeja.

Generasi kedua


Hingga tahun 1980 -an, produk Manly hanya berfokus memenuhi kebutuhan kemeja pria saja. Akhirnya kemeja Manly semakin dikenal, pemasarannya  bahkan telah merambah ke department stores, mencangkup seluruh Indonesia di tahun 1990 -an, seperti Matahari Dept Store. Mengantisipasi kebutuhan pasar yang terus meningkat pula dilakukan pengembangan dan penambahan perangkat industri yang lebih maju. Bukan lagi menggunakan beberapa mesin jahit tradisional tapi puluhan mesin jahit bermesin.

Tahun 2007 mungkin menjadi puncak dari pertumbuhan produk Manly. Produk yang kini dikenal dengan identitas baru serta produksi serta operasional lebih sistematis melalui bendera PLI. Sosok Zakaria Wirahadi Kusumah, CEO Prime Line International (PLI), adalah sosok sukses dibalik produk Manly sekarang. Dia adalah generasi kedua dari bisnis yang dirintis sang ayah, Lioe Kiat Tjoeng.

Keterlibatan si bungsu dari empat bersaudara merupakan jalan panjang. Setamat kuliah sebenarnya ia sudah memiliki pekerjaan mapan di sebuah bank swasta di Negeri Kanguru. Pulang kembali ke Indonesia, ia justru diberi tanggung jawab mengelola PLI oleh ayahnya. Bukannya si sulung, malah Zack si bungsu, yang notabennya sudah lama di luar negeri. "Saya butuh waktu sekitar 8 tahun untuk merestrukturisasi PLI," ujar pria yang akrab dipanggi Zack itu.

Zack bercerita, awal mulanya dia terjun ke bisnis keluarga di tahun 2002. Kenapa dia yang ditunjuk founder untuk mengelola PLI padahal dia hanyalah sang putra bungsu. "Kakak- kakak saya ada di luar negeri semua. Mereka sudah merasa comfortable dengan pekerjaan mereka di luar negeri dan tidak mau balik ke Indonesia," jelasnya. Ia mengaku ayahnya sendirilah yang menunjuknya agar segera melanjutkan bisnis PLI di Indonesia.

"Memang berat bagi saya, karena saya pun pada waktu itu sudah bekerja di perbankkan dengan gaji yang lumayan. Saya berpikir agak lama, namun orang tua meminta saya agar keluar dari comfort zone dan  pulang ke Indonesia," jelasnya lagi. Tetapi satu hal benar- benar bisa mendorongnya dan kenapa akhirnya ia bisa pulang ke Indonesia. Itu adalah rasa tanggung jawab yang harus Zack emban. Meski berat berbekal pengalaman di dunia korporasi dirasanya cukup sebagai modal.

"Jadi suatu misi pribadi saya ingin membagikan ilmu yang saya dapatkan untuk bisa diterapkan di perusahaan ini," dia mengisahkan pergulatan batinnya meninggalkan pekerjaan mapannya

Sebenarnya bagi pria kelahiran 1978 ini bukanlah perkara mudah melanjutkan bisnis ayahnya. Bahkan, dia mengaku pernah melakukan kesalahan fatal, yang membuat banyak kostumer kabur. Kisahnya, "ketika saya mulai bergabung di perusahaan, kondisinya tidak sebaik sekarang. Banyak perubahan yang harus saya buat mulai dari merestrukturisasi sistem manajemennya, lalu struktur organisasi, sistem IT yang dulunya manual sekarang lebih ke data oriented."

Efeknya apa yang dilakukannya memang berpengaruh. Meski kehilangan kostumer, lambat tapi pasti, ia bisa membangun jaringa Manly kembali. Sehingga butuh inovasi baru bagi Manly untuk kembali berjaya di tahun- tahun milik ayahnya. Melalui proses re- branding produk Manly diharapkan bisa mendongkrak kualitas produk lebih. Perombakan total dilakukan mulai dari proses fitting, packaging,  kualitas, serta bahan. Hasilnya di luar dugaan, usaha Zack masih belum beruntung alias gagal. Dari kegagalan itulah, lanjut Zack, tim PLI terus belajar keras.

"Kami berupaya tetap kuat, sehingga  mampu come back dan memenangkan customer- customer yang tadinya hilang," imbuhnya sembari tersenyum.

Sukses merek


Jumlah karyawan pun terus bertambah dan kini mencapai 150 orang. "Kami berencana untuk ekspansi mulai tahun 2014 – 2015. Pabriknya  akan direlokasi nantinya. Selain itu, kami ingin meluaskan pemasaran merek ke pasar Asia Pasifik, seperti Australia," ungkap Zack.

Untuk mencapai target ekspansi tersebut, manajemen PLI terus berinovasi dengan berbagai trobosan baru. Contohnya menggarap serius proyek besar melalui pemasaran e- commerce yang sedang digandrungi para pengguna internet. PLI juga harus mampu mempersiapkan diri untuk target AFTA dan nantinya APAC tahun 2020, supaya benar- benar siap untuk menghadapi kompetitor-kompetitor dari luar negeri sana ujar Zack.

Zack tidaklah sendiri, dibantu pihak ketiga, yaitu  PT. Bank Central Asia Tbk.(BCA) yang setia melayani segala urusan perbankan PLI. Menurutnya, fasilitas BCA sangat memudahkan transaksi yang ia lakukan, terutama untuk keperluan perusahaan. Menurutnya Bank BCA adalah bank terbaik di Indonesia. Layanan internet BCA membuat PLI lincah berbisnis. Satu hal ia tak perlu berepot- repot mengunjungi kantor BCA untuk melakukan transaksi- transaksi.

Jika dia berada di luar negeri, bisa membawa token dan ada akses internet, membuatnya tetap nyaman untuk melakukan perjalanan bisnis. Zack juga aktif di kegiatan Komunitas YES yang disponsori BCA. "Komunitas YES Malang bagus sekali sebagai wadah berbagai macam usaha. Beraneka ragam pengusaha berkumpul untuk berbagi atau sharing mengenai ilmu dan kendala – kendala yang dihadapi di  bisnis. Ada sekitar 70 perusahaan yang bergabung di komunitas ini. Dan mungkin akan terus meningkat."

Artikel Terbaru Kami