Minggu, 19 Oktober 2014

Jomblo Sukses Berikut 5 Usaha Kamu


Cowok jomblo? Selamat!

Kamu tidak pernah tau seberapa potensi kamu dikeluarkan ketika dunia ini milik kamu sepenuhnya. Tak perlu lagi menghindar ketika ditanya kapan nikah, tak perlu senyum getir ketika melihat saudara, teman, atau pun mantan yang sudah menikah. Jadikan motivasi sambil membaca artikel ini. Itu semua tidak penting karena kamu punya kesempatan menjadi orang kaya lebih terbuka. Bekerja sampai pagi membangun bisnis atau start- up kamu, siapa takut.

Jika sukses pasti cewek- cewek akan datang. Tentu, mungkin lebih banyak yang matre, tapi tunggu kamu adalah seorang pria yang menentukan siapa pasangan kamu bukan. Dari seorang cowok pas- pasan kini kamu bisa jadi seorang pria dewasa mapan, kesempatan kamu memilih terbuka luas dan menjadi pengusaha memberikan kamu kesempatan bertemu lebih banyak orang. Kamu terbebas dari aturan- aturan dompet kamu. Tapi ingat wanita sejati dan cewek matre itu berbeda.

Kembali ke topik, apakah dengan menjadi jomblo bisa membuat kamu sukses dan kaya, tentu. Berikut ini adalah usaha apa saja yang kamu bisa lakukan ketika masih menjomblo dan bagaimana prospek cinta didalamnya. Berikut usaha yang mungkin memberikan kamu banyak kesempatan bertemu jodoh kamu:

1. Call canter ojek


Sesuatu yang baru mungkin di daerah kamu. Tapi ternyata di kota besar seperti Jakarta jasa ojek punya nilai jual. Ojek ini sangat dibutuhkan dan sudah tak asing di kota yang rawan macet. Sayangnya, kebanyakan dari pangkalan ojek jauh dari rumah kamu di kawasan perumahaan terutamanya. Dari pada susah berjalan jauh, kenapa tidak kamu bisniskan saja.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan menjadi peluang usaha yaitu menyediakan layanan ojek yang lebih terorganisir seperti mendirikan call center layanan ojek untuk lingkungan sekitar rumah.

Di sini kamu berperan sebagai "manajer", di mana orang akan menghubungi kamu untuk mendatangkan ojek ke rumah konsumen. Mirip-mirip layanan taksi tapi tingkat RW. Cukup telephon, SMS atau pun eMail ke alamat kantor kamu. Modalnya pun murah. Cukup konektifitas seperti telephon bisa jadi. Jadi para pengguna layanan ojek kamu tak perlu berjalan dulu ke pangkalan ojek, mudah kan?

Jika kamu punya armada ojek sendiri itu akan lebih bagus. Kamu punya kesempatan berkenalan dengan para penumpang, bukankah mereka meninggalkan nomor mereka? Tapi kami tidak menyarankan ini untuk main- main saja. Sebagai jomblo fokuslah berusaha lalu segera cari jodoh ketika sukses.

Soal bagi hasil untuk kamu yang tak punya armada sendiri, bisa dengan memperhitungkan 90%- 10% tentu ini senilai jumlah pelanggan yang menghubungi call center. Kenapa tidak lima puluh lima puluh, kami berpendapat ini untuk menambah jumlah armada yang bisa kamu tangani. Ini dimaksudkan agar para pemilik kendaraan atau ojekers ini royal pada sistem kamu. Tapi kami sarankan untuk kamu memiliki armada sendiri.

Misalnya kamu setiap panggilan kamu sepakat berbagi keuntungan 10% dari ongkos ojek. Jadi kalau ongkos ojeknya 10 ribu, kamu berhak mendapat seribu. Untuk pengembangannya, jangan hanya terpaku pada satu pangkalan ojek saja. Coba merambah juga ke pangkalan ojek lainnya di sekitar kelurahan atau bahkan tingkat kecamatan.

2. Online marketer


Pelaku usaha kecil menengah telah menyadari gunanya Internet di hidup mereka untuk bisnis. Tapi masih banyak yang belom tahu bagaimana memanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu usaha online marketer bisa sangat membantu sekaligus menghasilkan.

Kalau kamu jomblo hobi ngegame atau bersosial media tak ada salahnya jadi online marketer. Kamu bisa menawarkan jasa mempromosikan produk mereka. Alat bantunya tak hanya internet, kamu bisa mencari- cari semacam software di internet itu sendiri. Seperti Hootsuite, aplikasi yang membantu kamu memonitor berbagai situs dalam satu waktu.

Mengenai harga, gunakan kreatifitas kamu untuk membuat paket-paket layanan yang menarik dengan harga yang masuk akal. Tapi ingat, ini tidak berarti harus murah sekali ataupun mengorbankan kualitas layanan. Kamu tetap perlu standar kualitas yang baik sehingga tidak terkesan asal-asalan.

Sedangkan untuk mengasah keahlian dalam pemasaran, kamu bisa saja membaca e-book ataupun artikel yang banyak tersedia gratis di Internet.

3. Jadi fotografer


Bergaya didepan kamera bukan hanya tren. Ini adalah sebuah kebutuhan. Apalagi sejak adanya sosial media banyak orang berusaha menampilkan sisi terbaiknya melalui kamera. Kondisi ini tentunya merupakan sebuah peluang usaha yang bagus. Meskipun masih relatif mahal bagi kebanyakan cowok jomblo. Tapi kalau kamu memang punya kemampuan untuk memiliki kamera, maka tak ada salahnya mencoba.

Manfaatkan kenarsisan teman- teman kamu. Gunakan gaya mereka menjadi portfolio kalian, untuk bisnis kalian. Semisal, kamu membuka bisnis foto pra- wedding, gunakan saja teman kamu sebagai modelnya. Berikan mereka diskon- diskon khusus. Lalu, pasang foto itu dihalaman depan situs kamu, jadikan itu modal kembali untuk menaikan reputasi bisnis kamu. Gampang.

Dengan adanya sosial media, kini fotografer pemula bisa terlihat "wah" jika foto mereka sudah mejeng di Facebook, Instagram, Path atau semacamnya. Apalagi jika kamu gencar promosi dan mendapatkan banyak tanda like. Oh, tentu menjadi fotografer berhubungan dengan kaum hawa, ini kesempatan kamu pula untuk mendayung dua pula terlewati. Selamat mencoba.

4. Jual cemilan


Kalo kamu masih bekerja sebagai pegawai pasti sering melihat banyak cemilan berkeliaran. Terutama mereka yang cewek- cewek pasti suka jajan. Pulanglah ke rumah, dan sempatkan belajar membuat cemilan. Kamu bisa menawarkan cemilan itu ke kantor siapa tau ada teman sekantor yang nyantol. Tak berhenti disitu, kamu bisa menjualnya ke sosial media.  Kalau lokasi kantor kamu jauh dari tempat jual makanan, kamu beruntung.

Karena di sini kamu bisa menjadi supplier tunggal. Orang-orang jadi "terpaksa" belanja ke kamu karena malas keluar. Namanya juga cewek. Yang perlu diperhatikan di sini adalah variasi jenis cemilan agar tak bosan dan pelanggan kamu beralih jajan di luar. Ini dilakukan untuk menghindari kebosanan dengan makanan yang kamu jual. Kue- kue coklat pasti jadi nomor satu ingatlah satu itu.

Pada awalnya, orang akan mengharapkan sampel gratis. Berikan saja sebagai pancingan. Setelah itu kamu bisa memasang harga sendiri. Untuk menjalankan usaha ini, kamu bisa saja membeli cemilan dalam bentuk grosir dan membungkusnya kembali dengan merek kamu sendiri. Dengan begitu, kamu secara tidak langsung juga akan membangun merek dagang sendiri. Membuat sendiri atau membeli grosir tentukan sendiri tujuan kamu.

5. Copywriter


Cowok jomblo biasanya punya keahlian menulis sebagai salah satu teknik wajib menggombal. Nah, daripada teknik gombalan tadi tidak menghasilkan apa-apa, gunakan keahlian menulis kamu untuk mendatangkan uang. Tidak semua orang bisa menulis dengan baik, dan apabila kamu punya keahlian tersebut, maka kamu bisa membuka layanan copywriter. Misalnya untuk bahan iklan, brosur, ataupun website.

Bicara soal menggombal, salah satu industri yang sering menggunakan kata-kata aduhai dalam pemasarannya adalah industri perhotelan, betul tidak?. Masih banyak hotel di Indonesia yang kemampuan menulis bahasa Inggrisnya lemah, dan ini merupakan peluang yang bagus untuk diambil. Kamu bisa mengunjungi situs-situs mereka dan pelajari apa yang bisa diperbaiki. Sampaikan temuan kamu ini kepada mereka dan tawarkan perbaikannya.

Agar penawaran yang kamu berikan bisa lebih menarik, tak ada salahnya kalau bekerjasama dengan teman yang punya keahlian fotografi dan desain. Karena bukan tidak mungkin, hotel yang tertarik akan meminta kamu untuk membuat hal-hal yang berkaitan dengan desain untuk materi pemasaran mereka. Pssstt.. mungkin kamu bisa bekerja sama dengan sasaran cinta kamu disini. Bekerjalah bersama membangun usaha kamu siapa tau jodoh. :)

Itulah usaha- usaha yang bisa dijalankan kamu para jomblo. Dengan memanfaatkan kesempatan berusaha tapi tetap bisa bertemu kemungkinan jodoh kamu. Atau, kamu bisa sepenuhnya fokus pada usaha kamu sedari dini sehingga sukses itu tidak terganggu. Beberapa jomblo bukannya tak laku, tapi perlu fokus pada satu hal sebelum hal lain seperti penulis artikel ini.

Sumber: Usahalancar.com, Ekonomi.kompasiana.com

Artikel Terbaru Kami