Kamis, 16 Oktober 2014

Bisnis Anak Presiden Afrika Isabel Dos Santos


Isabel Dos Santos baru saja dinobatkan menjadi wanita pertama terkaya di Afrika. Pada 2013, majalah Forbes melansir putri tertua dari Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos ini mencatatkan memiliki total kekayaan sekitar US$ 500 juta pada November 2012.  Kekayaannya bertambah kian bertambah menjadi US$ 2 miliar pada Maret 2013. Wanita kelahiran tahun 1973 ini pun masuk dalam klub orang kaya baru pada 2013 versi Forbes.

Istri dari Sindika Dokolo ini sejak 2008 memang telah memiliki ketertarikan untuk berinvestasi di telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi di Angola dan Portugal.

Anak presiden


Wanita kelahiran 20 April 1973, putri tertua dari presiden Angola Presiden José Eduardo dos Santos dan istri pertamanya, kelahiran Rusia bernama Tatiana Kukanova, yang ia temui saat belajar di Azerbaijan. Orang tua ayahnya beremigrasi dari Sao Tome e Principe. Isabel belajar teknik listrik di King College, London. Di sana dia bertemu sang suami dari Republik Demokratik Kongo, Sindika Dokolo, seorang putra jutawan dari Kinshasa dan istri asli Denmark. 

Ada sebuah laporan mengatakan bahwa ketika Isabel dan suaminya menikah di Luanda, di Desember 2002, biaya upacara pernikahan sekitar US $ 4 juta. Pernikahan dengan paduan suara khusus yang diterbangkan dari Belgia dan dua pesawat carteran untuk membawa makanan dari Prancis. Ada sekitar 800 tamu yang hadir di pesta pernikahan, setengah dari mereka adalah kerabat pasangan, dan juga beberapa presiden negara- negara Afrika.

Gaya hidup dari keluarganya dikenal tidak terlalu berlebihan dibanding standar diktator Afrika yang dikenal boros. Meski demikian, ia tetap mendapatkan julukan 'Putri'. Dengan pohon natal yang didatangkan dari New York dan Bubbly senilai US$ 500 ribu yang diimpor dari pemilik restoran di Portugal. Meski begitu ia tetap Isabela dikenal sebagai sosok yang sederhana dan down to earth alias membumi. Ia tidak ingin dilihat mendapatkan hak khusus sebagai anak presiden khususnya. 

Wanita berlesung pipi ini pun juga harus menghadapi perceraian orangtuanya. Ibu Isabela, Tatiana pun pergi ke Inggris, dan menjadi warga negara Inggris. Dia dikenal sebagai wanita yang mandiri, tegar, dan kuat di bisnis dan politik. Media Inggris pada 1991 memberitakan, Isabela  menghabiskan dua tahun sekolah di St. Paul, sekolah publik di London, Inggris. Wanita berusia 40 tahun ini melanjutkan kuliah di Inggris. Ia meneruskan kuliah di jurusan teknik elektro dan bisnis di King College, Inggris.

Ibu tiga anak ini dikenal dapat berbicara dengan berbagai bahasa tetapi jarang bicara ke media secara langsung. Seperti ayahnya, Isabela dikenal menjaga untuk tetap low profile. Isabela sering diwakilkan oleh juru bicaranya. Namun, di dunia bisnis dia dikenal sebagai sosok pengusaha wanita pintar, baik dan dinamis oleh media Portugal Publico pada 2007. Selain itu, ia juga dinilai profesional dan menyenangkan.

Keraguan bisnis


Majalah ekonomi Inggris Financial Times menyebutkan meski berbagai kritikan dihadapi Isabela, tetapi dirinya menunjukkan seorang pengusaha.

Pada Desember 2012, Isabel memperingati ulang tahun pernikahannya ke sepuluh dengan Sindika Dokolo. Acara peringatan pernikahan itu berlangsung selama tiga hari yang dirayakan dengan penuh kemewahan dan kemeriahan. Berbagai tamu dan kerabat datang dari Jerman, Brasil dan tamu lokal di Angola. Pada awal 1990-an Isabel dos Santos kembali dari London untuk bergabung dengan ayahnya di Luanda, mulai bekerja untuk sebuah perusahaan daur ulang Jerman, kemudian, mendirikan bisnis angkutan truk.

Tapi, ketika Isabela kembali ke Angola dinilai sangatlah terburu- buru. Ada dugaan ia menerima ancaman di London.Dia mulai dengan bekerja sebagai manajer proyek untuk Urbana 2000, anak usaha dari grup Jembas yang memenangkan kontrak untuk melakukan pembersihan kota. Ia memulai bisnisnya ketika masih berusia 24 tahun membangun restoran dan klub yang bernama Miami Beach pada 1997. Miami Beach merupakan restoran dan klub pertama di Luanda, ibukota Angola.

Menurut jurnalis Rafael Marques de Morais, restorannya dikenal dengan manajemen yang buruk. Meski hingga hari ini, pelayanan di restoran itu masih membutuhkan waktu dua jam untuk melayani dan sejam untuk mendapatkan bayaran. Saat menjalankan bisnisnya, dia dikenal bergerak cepat dan cermat dalam berinvestasi. Dia sangat tertarik berinvestasi di perbankan, telekomunikasi, media, ritel, keuangan, dan energi sejak 2008. Ia juga mengepakkan sayap di bisnis minyak dan berlian.

Sejak 2008 ia telah memiliki kepentingan yang relevan di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi, baik di Angola dan di Portugal. Dalam laporan Forbes, Isabela menjalankan bisnisnya tak lepas dari campur tangan ayahnya, seorang Presiden Angola. Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Isabela menegaskan, dia seorang pengusaha bukan politikus. Selain infestasi di minyak dan berlian, ia juga memiliki saham di perusahaan semen Angola Nova Cimangola.

Jadeium, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Isabel dos Santos, mengakuisisi 4,918% dari saham ZON Multimedia dari Spanyol Telefonica. Hampir 20 tahun, Isabela telah melakukan ekspansi bisnis dan membuat holding di Angola dan Portugal. Kekayaannya mencapai US$ 2 miliar karena ada beberapa kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan. Isabela memiliki saham terbesar di Zon, perusahaan televisi berbayar dengan kepemilikan sekitar 28,8% senilai US$ 385 juta sejak Juli 2012.

Ia juga memiliki 19,5% saham di bank Banco BPI, senilai US$ 465 juta, dan 25% saham di Angola Banco BIC senilai US$ 160 juta. Salah satu bisnisnya yang menjadi perhatian yaitu bisnis telekomunikasi. Isabela juga memiliki 25% saham di Unitel, salah satu perusahaan swasta jaringan telekomunikasi terbesar di Angola. Dan, ada cerita tersendiri di balik pendirian perusahaan telekomunikasi ini.

Pada tahun 1997, Presiden Angola saat itu yang juga ayahnya, Jose dos Santos repot mengeluarkan dekrit untuk meningkatkan nilai spektrum telekomunikasi.  Pemerintah harus melakukan proses penawaran untuk lisensi telekomunikasi baru. Tapi 2 tahun kemudian, Jose menentang keputusannya sendiri bahkan dengan mengeluarkan ketentuan baru. Pemerintah dapat memberikan lisensi itu tanpa tender publik asalkan penerima adalah perusahaan patungan dengan negara.

Sebelas bulan kemudian, Unitel pun memiliki hak untuk menjadi operator swasta pertama telepon seluler di negara itu. Dengan catatan memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui proyek itu dan memutuskan kepemilikan saham struktur perusahaan. Isabela pun memiliki 25% saham di Unitel. Juru bicara Isabela menuturkan, pihaknya telah menyuntikkan modal di Unitel tetapi tidak menyebutkan angkanya. Unitel pun telah memiliki 9 juta pelanggan. Pendapatan tahun lalu mencapai US$ 2 miliar, dan menjadi perusahaan swasta terbesar di Angola.

Hal itu tak terlepas dari ponsel yang telah merevolusi Afrika. Adapun berdasarkan analis, nilai saham Isabela dapat mencapai US$ 1 miliar. Selain perusahaan telekomunikasi, perusahaan minyak juga menjadi usaha menguntungkan. Apalagi Angola memproduksi 650 juta minyak barel per tahun.

Kebanyakan penjualan untuk ekspor. Laporan dari Forbes menyebutkan, strategi partner di perusahaan minyak negara Sonangol cukup aneh. Mitra Isabel, miliarder Americo Amorim juga memainkan peran kunci dalam struktur perusahaan di Sonangol. Lewat perusahaan Unitel International Holding, Isabela mengakuisisi operator mobile T+ di Cape Verde, dan mendapatkan lisensi untuk membangun operator telekomunikasi di Sao Tome and Principe dengan mudahnya.

Lewat investasi ini, Isabela mengungkapkan, pihaknya akan investasi di pendidikan untuk melatih para ahli teknik, manajer, dan fokus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam sebuah wawancara, Isabel mengatakan, masa depan telekomunikasi Afrika akan berpikir jauh di atas ponsel dan fokus kepada konektifitas dengan kapasitas tinggi dengan broad band besar sehingga dapat menghubungkan benua Afrika. Terlepas dari segala hal kontrofersi dan "kemudahan", dia disebut "Pengusaha yang baik, sangat dinamis dan cerdas, yang juga profesional dan ramah," terang sebuah koran harian Portugal, Publico.

Surat kabar Inggris Financial Times menulis, Maret 2013, bahwa "bahkan beberapa kritikus mengakui kehebatan independen Isabel dos Santos sebagai pengusaha". Dalam wawancara yang sama, Isabel dos Santos mengatakan dia melakukan bisnis dan dia bukan seorang politisi. Pertumbuhan yang luar biasa dari keterlibatan Isabel dos Santos di sektor komunikasi Portugis telah menyebabkan dia menjadi perhatian di media Portugis. 

Beberapa media menyatakan ketidak puasan dengan transaksi terakhir pada tahun 2012. Menurut beberapa editorial, operasi dapat menyebabkan monopoli di beberapa wilayah bisnis media dengan memusatkan Angola dan Portugal.  Menurut editorial lainnya, Isabel dos Santos mengatakan dia sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk berinvestasi di media massa Portugis. Selain itu, Isabel dos Santos juga dituduh bias politik, seperti informasi di dalam dan kontak di Portugal. Tampaknya strategi yang jelas dari Isabel dos Santos dalam ekonomi Portugal. 

Selama tiga tahun terakhir (2009-2012) bagiannya telah meningkat secara eksponensial. Sektor-sektor yang menarik perhatian adalah komunikasi dan sistem keuangan. Kedua kegiatan ini adalah sebuah prioritas investasi di perusahaan sendiri di Angola dan luar negeri. Isabel dos Santos, saat ini salah satu pengusaha terbesar negaranya, memperluas bisnisnya ke Eropa tanpa diversifikasi industri yang dilayaninya. Kenyataan bahwasanya dia putri presiden, bahwa ada kemudahan, tapi disisi lain, dia bukan pengusaha karbitan.

Terbukti dia bukan seperti pengusaha putra- putri presiden negara lain; yang meski didukung tapi tetap saja gagal. 

Artikel Terbaru Kami