Kamis, 23 Oktober 2014

Bantal Donat Warna- Warni Kisah Tren Bisnis Online


Produk bantal donat sepertinya menjadi tren tersendiri di dunia shopping online. Salah satu pelaku usaha ini adalah Rara, pemilik Yura Shoop. Ia mengungkapkan untuk produk bantal donat dirinya bisa menjual 500 bantal per- hari. "Aku sih jualnya murah-murah aja, bantal donat dengan ukuran diameter 40cm dijual seharga Rp 50 ribu. Kalau pasarannya, paling murah Rp 60-75 ribu," ucapnya.

Modalnya cuma Rp.540 ribu perlusin bantal, Rara mendapatkan keuntungan Rp.250 ribu dari 500 bantal yang sukses terjual. Jika tiga minggu saja, bisa dipastikan dia sukses menghasilkan Rp.5 juta 25 ribu. Selama tiga bulan terang Rara, bantal donat memang jadi tren baru. Peminatnya terutama mereka anak- anak yang masih sekolah. Yura Shoop sendiri tidak hanya menjual bantal donat. Toko online satu ini menjual sendal, tas, baju, hiasan kamar, dan bantal foto.

Ia memasarkan dagangannya melalui facebook dan pin bb 2A7933D0.

"Dalam minggu ini, saya akan membuka stand di kampus-kampus terdekat di Kota Bekasi. Pastinya bukan hanya bantal yang akan saya jual disana, tetapi semua dagangan saya, supaya semakin laris manis," ungkapnya.

Gadi belia yang sukses berbisnis online dua tahun lalu, memang sangat bersyukur. Meskipun dia waktu memulai masih berstatus mahasiswa di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, telah sukses membangun bisnis melalui media online.

Donat warna- warni


Cerita lain dari Yuni Monalisa, 21 tahun, yang sudah berbisnis boneka dari kain perca. Benda yang sekilas mirip dengan roti berlubang bertopping warna- warni ini memang sedang digemari. Perempuan asal Jakarta ini awalnya menggeluti bisnis pembuatan boneka dengan berbagai karakter menarik sejak tahun 2007. Demi kepuasan pelanggan, tak jarang Yuni membuat produk baru yang unik. Salah satunya adalah perlengkapan tidur berupa bantal donat.

"Awalnya ada konsumen saya yang minta dibuatkan boneka berbentuk donat untuk souvenir. Ternyata, setelah jadi hasilnya bagus. Saya pun mulai memproduksi bantal donat ini dengan ukuran yang lebih besar," ujar perempuan yang menggeluti bisnis sejak SMA ini.

Bantal donat kreasi Yuni berbahan velboa bulu halus dengan dua warna di bagian atas dan bawahnya. Untuk bagian bawah, dia menggunakan bahan velboa berwarna coklat muda. Sedangkan di bagian atas, dia memilih mengaplikasikan bahan velboa warna cerah misalnya pink, hijau muda, coklat tua, oranye, kuning, dan lainnya. Tak hanya itu, Yuni juga  menambah aksen berupa garis-garis kecil dan garis melengkung panjang di atas bantal yang tampil menyerupai meses. 

"Bantal ini bentuknya mirip sekali dengan donat. Ada roti, butter cream, dan meses berwarna-warni," katanya. Dia mengisi bagian dalam bantal dengan bahan silicon supaya tak mudah kempes.

Agar lebih bervariasi, dia memproduksi bantal dalam empat ukuran yaitu diameter 30cm, 40cm, 42cm, dan 45cm. Yuni mengaku, ukuran yang paling dicari adalah bantal donat berdiameter 40cm. Berkat bisnis bantal donat ini bisnis yang digelutinya semakin moncer. Jika dulu dia hanya memiliki 4 orang karyawa, kini dia dibantu oleh 30 orang perajin. Masing-masing perajin bisa membuat 20—20 buah bantal donat setiap hari. Dia menambahkan, jumlah bantal yang laku setiap bulan mencapai 3.000 buah.

Ketika ditanya soal peluang bisnis, Yuni mengungkapkan peminat bantal ini masih sangat banyak. Meskipun saat ini banyak kompetitor yang memproduksi barang sejenis, jumlah konsumen yang memesan terus meningkat. "Saingan memang makin banyak. Bukan hanya produsen lokal, tetapi bantal impor dari China. Namun, saya tak gentar karena saya bisa kasih kualitas dan harga yang bersaing," ujarnya. Yuni sendiri akan membandrol harga bantalnya sesuai ukuran.

Bantal donat berdiameter 30cm dijual dengan harga Rp.25.000, ukuran 40cm seharga Rp.28.000, ukuran 42cm seharga Rp30.000, dan ukuran 45cm seharga Rp.35.000. Untuk mendapatkan harga tersebut, konsumen harus membeli bantal dengan jumlah minimal 25 buah. Mengenai margin keuntungan dirinya mengaku tak mengambil laba dalam jumlah besar.

"Untung yang saya ambil sekitar Rp3.000 per- bantal. Hal ini karena saya kejar kuantitas. Meskipun labanya kecil, saya kan tetap untung konsumen beli dalam partai besar." jelasnya

Yuni merasa bisnis bantal unik ini masih akan berkibar di tahun-tahun mendatang. Selain bantal donat, dia serius mulai membuat kreasi bantal baru yaitu bantal sosial media. "Saya bikin bantal yang menyerupai logo situs pertemanan, misalnya Facebook, Twitter, Instagram, dan Tumblr. Peminatnya tak kalah banyak dengan bantal donat." Apakah kamu juga merasakannya, bantal- bantal beraneka bentuk ini bersliweran di sosial media kamu?

Artikel Terbaru Kami